Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 13



Setelah selesai meeting, Sam bercengkrama dengan beberapa partner bisnisnya. Salah satunya adalah Indah yang berasal dari Jakarta. Karena berasal dari daerah yang sama mereka berdua terlihat cepat akrab.


Sam sadar beberapa kali Indah mencuri-curi pandang padanya. Ya, bukan hanya Indah. Beberapa wanita lainnya pun sama. Sam menjadi pusat perhatian para wanita karena wajah tampannya.


"kamu Jakartanya dimana Sam?" Indah berusaha untuk lebih akran dengan Sam.


"Pantai indah kapuk" jawab Sam tanpa mengalihkan pandangannya ke depan dengan pemandangan gunung Ciremai.


"kalo aku di Cilandak. Kapan-kapan mampir ya" pinta Indah penuh harap. Ia tidak tahu bahwa lelaki yang ada disampingnya sudah memiliki istri. Sam hanya tersenyum tanpa mengiyakan.


Sam akui Indah memang cantik dengan bentuk tubuh seperti biola Spayol. Lelaki manapun akan tertarik dengannya. Tapi bagi Sam, betapapun cantiknya Indah dan seberapapun menariknya Indah, Sam hanya mencintai Viana. Gadis yang susah payah dan penuh perjuangan yang berhasil ia nikahi.


Indah menyodorkan minuman berisi jus jeruk kepada Sam yang sebelumnya ia minta dari pelayan. Karena tak enak hati jika menolak, Sam pun menerimanya dan menenggak habis. Indah tersenyum simpul.


Indah bergegas meninggalkan Sam untuk kembali ke kamarnya tapi layaknya drama sinetron, kaki Indah terkilir dan Sam refleks menangkap tubuh Indah agar tidak jatuh ke lantai. Kini keduanya saling memandang dengan wajah yang sangat dekat. Bahkan Sam bisa mencium aroma tubuh Indah dengan parfum vanilla.


Sam segera melepaskan tangannya dari tubuh Indah setelah ia sadar apa yang barusaja ia lakukan. Sam berusaha mengendalikan diri dan hatinya. Ada seseorang yang sedang menunggunya di rumah.


-----


Viana menelpon Ira untuk segera pulang karena pagi tadi Ira berjanji akan menemani Viana jalan-jalan. Semenjak hamil Sam membatasi Viana keluar rumah dengan alasan Viana tidak boleh capek apalagi ia sedang mengandung bayi kembar. Kecuali jika Viana pergi ditemani Sam atau Ira maka Sam mengizinkannya. Dan hari ini Viana ingin sekali jalan-jalan disekitar rumahnya sambil melihat-lihat laut yang menyejukkan mata.


Setelah 30 menit menunggu, akhirnya Ira sampai juga di rumah tapi ia tidak sendirian melainkan dengan Jonathan. Senyum Viana merekah karena sudah lama ia tidak bertemu dengan mantan asistennya itu.


Viana menyambut Jojo dan mempersilahkannya duduk di ruang tamu. Sementara Ira pergi ke dapur untuk meminta bi Idah membuatkan minum dan membawa beberapa camilan untuk tamu spesialnya. Ira lalu masuk ke kamarnya dan membersihkan diri sebelum bergabung dengan Viana dan Jojo.


Sementara itu Viana asyik bercengkrama dengan Jojo. Tampak Jojo juga antusias mengobrol dengan Viana.


"keren lo Vi. Gue gak nyangka elo bisa punya rumah di kawasan elit ini" puji Jojo


"maksud elo?" tanya Jojo tak mengerti maksud Viana. Mau tidak mau Viana harus berkata jujur. Lagipula tidak ada gunanya juga ia menutupi kebenaran. Toh sekarang ini ia menyandang status nyonya Sam bukan Aldo jadi tidak pengaruh juga jika Viana berkata yang sebenarnya.


Saat Viana akan menceritakan semuanya, Ira datang dengan pakaian yang sudah rapi lalu duduk di samping Aldo.


"gue udah siap" sela Ira yang baru datang


"loh emang mau kemana?" tanya Jojo


"biasa temenin bumil jalan-jalan" sahut Ira


"apa? Viana hamil? elo hamil Vi?" lagi-lagi Jojo dibuat terkejut dengan Viana.


"elo gak liat perut gue buncit begini?" tunjuk Viana pada perutnya


"gue kira perut buncit elo karena lemak bukan karena baby" ucap Aldo sedikit meledek.


"eits... jangan salah. Dua baby loh" imbuh Ira sambil menunjukkan kedua jarinya.


"apa?" Jojo geleng-geleng kepala antara percaya dan gak percaya.


"hebatkan? sekali dayung dua pulau terlampaui" ucap Viana membanggakan diri tanpa malu. Mendengar perkataan Viana Jojo hanya geleng-geleng kepala sedangkan Ira cekikikan melihat ekspresi Jojo.


"mumpung ada Jojo gimana kalo kita jalan-jalan ke tempat yang lebih jauh?" ajak Viana


"setuju!" jawab Ira antusias. Jojo hanya bisa menuruti kemauan gadis di depannya. Jarang-jarang juga kan ia jalan-jalan ditemani dua gadis cantik sekaligus.


Sore itu Viana, Ira dan Jojo pergi mengitari ibukota. Mereka membeli beberapa makanan, baju dan mengunjungi tempat-tempat yang Viana dan Ira belum pernah kunjungi.