Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Amarah



"Aldo!!!" teriak seorang wanita


Aldo, Viana, Jojo dan Ira melihat ke sumber suara. Terlihat seorang gadis berlari menghampiri mereka berempat.


"kamu ngapain sih olahraga bareng dia?" tanya Meli kesal melihat ke arah Viana.


"gadis ini lagi" batin Viana memutar bola matanya malas. "ayo kita pergi bertiga aja" ajak Viana menarik tangan Jojo dan Ira dengan posisi dia di tengah. Viana malas berdebat dengan Meli itu sebabnya ia memilih pergi meninggalkan Meli dengan Aldo.


"gue juga ikut" ucap Aldo mengejar mereka bertiga.


"elo jinakin dulu gih tunangan elo. Gue risih denger suara dia kaya mesin diesel" umpat Viana yang dadanya mulai bergemuruh.


"heh cewek miskin, elo kalo ngomong hati-hati ya. Cewek miskin kaya elo gak pantes buat Aldo" balas Meli dengan suara lantang sambil menunjuk muka Viana. Viana yang tidak suka mukanya ditunjuk segera menampik tangan Meli kasar.


"mending miskin tapi punya sopan santun daripada kaya tapi gak punya sopan" balas Viana tak kalah sengitnya. Ia lalu pergi diikuti Ira dan Jojo.


"dia belum tau isi rekening elo Vi" ucap Ira mengimbangi langkah Viana yang cepat.


"Jo, gue pengen makan yang pedes-pedes. Lo punya rekomendasi gak?" tanya Viana dengan muka yang masih kesal. "gue kalo lagi marah jadi pengen makan yang pedes-pedes" lanjutnya.


"ada tapi lo yakin?" tanya Jojo memastikan.


"udah deh elo gak usah cari mati Vi. Mana ada sarapan pake pedes-pedes. yang ada elo nanti mencret. Kan gak lucu kalo lagi makan tiba-tiba elo kebelet pup" nasihat Ira dengan omongan ngawur tapi masuk akal.


"bener kata Ira" ucap Jojo mendukung.


Viana memutar bola matanya malas. Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya dan duduk dengan lutut ditekuk. Viana menangis sambil menenggelamkan wajah cantiknya. Ira dan Jojo bingung dan saling berpandangan. Entah apa yang harus mereka lakukan.


Ira berjongkok dan mengelus kepala Viana. Ia mencoba menenangkan sahabatnya yang tiba-tiba menangis. Ira fikir Viana menangis karena tersinggung dengan ucapannya yang sedikit meledek. Sedangkan di sisi lain, Jojo tidak menyangka ternyata hati Viana begitu lemah. Hanya dengan ucapan kasar dari Meli mampu membuat airmatanya tumpah pikirnya.


"gue kangen Sam" lirih Viana sesenggukan


"heh?" Ternyata dugaan Jojo salah


"sssttt.... inget dia udah berkeluarga" Ira mengingatkan


"gak lah... ngapain gue nangis gara-gara cewek gak punya sopan-santun gitu" saut Viana sambil mengusap airmatanya. "gue gak sudi airmata gue terbuang sia-sia" lanjutnya penuh kebencian pada Meli.


Jojo tersenyum smirk. Sebenarnya ia lebih memihak pada Viana daripada Meli karena ia tahu watak Meli sebenarnya yang suka menindas orang.


"dan gue kira elo nangis gara-gara tersinggung dengan ucapan gue soal mencret itu" ucap Ira. Viana, Jojo, dan Ira pun tertawa dengan apa yang difikirkan Ira


*****


"sikap lo tuh ngrusak suasana tau gak?!" bentak Aldo


"jadi elo bela cewek miskin itu?" ucap Meli dengan mata melotot


"yang miskin itu hati elo!"


"Aldo!!!! inget ya elo itu calon tunangan gue"


"dan gue gak pernah setuju dengan hal itu"


"gak bisa!"


"bisa aja. Lagian gue gak mau punya tunangan yang asal ngomong kaya elo. Elo gak pantes tau gak ngomong kaya tadi ke Viana!"


"dia pantes dapetin omongan kasar dari mulut gue"


"elo tuh bener-bener ya" Aldo semakin kesal dan meninggalkan Meli tapi dengan sigap Meli menahannya dengan merangkul tangannya.


"gue suka sama elo Aldo! bisa gak sih elo hargain perasaan gue?"


"dan gue gak suka sama elo! harusnya elo juga bisa hargain perasaan gue" ucap Aldo sinis dan melepas tangan Meli dari tangannya lalu pergi meninggalkan Meli seorang diri.


"aaaaaaahhh" teriak Meli kesal "awas aja ya... gue bakal beri perhitungan buat nyingkirin cewek itu!" lanjut Meli dengan nafas menderu menahan amarah.