
"udah jangan sedih lagi ya" ucap Aldo memarkirkan mobilnya depan kosan Viana.
"hmm" jawab Viana singkat
"cowo kaya gitu gak pantes ditangisin. Kan masih ada gue" ucap Aldo dengan percaya diri
"hmm" jawab Viana lalu membuka pintu mobilnya dan melangkah ke dalam kosan. "makasih" ucapnya sambil memutar tubuhnya sebelum menghilang, masuk ke kamarnya.
"yes!!!! one step closer" ucap Aldo semangat dengan tangan dikepal.
Viana masuk ke kamarnya yang sudah gelap. Disana ada Ira yang sudah tidur nyenyak hingga tak menyadari kedatangan Viana. Viana segera membersihkan diri lalu merebahkan tubuhnya di ranjang kesayangannya.
Buliran airmata jatuh lewat sudut matanya tapi tak sederas sebelumnya. Viana memejamkan mata dan berharap apa yang barusaja menimpanya hanyalah mimpi.
--------
"bangun...bangun...." teriak Ira membangunkan Viana
"ahh.. gue masih ngantuk" jawab Viana merapatkan selimut menutupi seluruh tubuhnya.
"lo mau berangkat kerja jam berapa? ini udah jam set 7"
"gue libur dulu ya hari ini" saut Viana yang enggan membuka matanya.
"makanya jangan pacaran mulu" rutuk Ira yang membuat Viana terhempas ke dunia nyatanya kemarin. Tiba-tiba airmatanya mengalir tanpa permisi. Viana terisak dengan masih terbungkus selimut.
"lo kenapa?" tanya Ira kebingungan. "Vi lo kenapa?" tanyanya sekali lagi sambil membuka selimut Viana yang menutupi kepalanya.
"gak apa-apa" jawab Viana menutupi keadaannya.
"lo cerita deh. Jangan dipendem sendiri" pinta Ira yang penasaran karena tidak biasanya Viana menangis seperti ini. "Sam selingkuh?" tebak Ira dan Viana menggeleng.
"Sam udah merit" kata Viana berat
"apa????" Ira kaget mendengar pengakuan Viana. "coba lo cerita lebih detail" pinta Ira.
"Sam udah punya anak istri"
"what the f___" Ira menggeleng tak percaya dengan apa yang didengarnya. "jadi lo selama ini ngedate sama laki orang?" tanya Ira memastikan dan Viana mengangguk sedih.
"udah gue duga, dia bukan cowo yang baik" gumam Ira.
"ya udah sana lo berangkat. Gue libur dulu lagi gak mood" perintah Viana.
"gila! kerja aja pake mood-moodan" umpat Ira
"hmm... gimana kalo kita hang-out?" ucap Ira memberikan ide.
"gak mau. Nanti gue jadi teringat Sam"
"ayolah... kita seneng-seneng. Gak usah mikirin cowo brengsek kaya dia. Lo mau dia seneng-seneng dengan istrinya sedangkan lo banjir airmata?"
"gue bukan cewe bodoh"
"yaudah makanya elo harus bisa move-on dan sekarang.... lets hang-out!!!" teriak Ira kesenangan padahal Viana belum mengiyakan.
"emang lo gak kerja?"
"hari ini gak. Kan sahabat gue lagi patah hati jadi kerjaan gue ngehibur dia dulu" ujar Ira
"ya deh iya. Minggir gue mandi"
"nah itu baru sahabat gue"
Setelah 39 menit, kedua gadis ini selesai berdandan dan siap-siap untuk pergi jalan-jalan untuk merefresh otak terutama Viana.
"kita mau kemana sih?" tanya Viana yang sedang memakai jam tangan warna emas.
"terserah elo"
"ko terserah gue? ya terserah elo lah. Lo yang ngajak"
"gini aja. Gimana kalo kita ke ancol dulu habis itu kita hunting kuliner?"
"kalo masalah kuliner gue gak bisa nolak" jawab Viana yang membuat Ira menggelengkan kepala.
"Dasar!! Doyan makan tapi badan elo segitu-gitu aja. Awas... jangan-jangan elo cacingan lagi"
"sembarangan lo kalo ngomong" protes Viana tak terima "body aduhai gini elo bilang cacingan?" balas Viana di depan kaca sambil memamerkan bokongnya yang berisi.
"elo isi apa tu bokong? " tanya Ira asal.
"isi daginglah masa aer" Jawab Viana bangga
"kirain balon" ucap Ira terkekeh
"udah ah.. ayo berangkat" ajak Viana kemudian membuka pintu. Namun matanya terbelalak saat ia mendapati seseorang yang tengah berdiri di depan pintu.
"kamu???" kata Viana tak percaya.