Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Viana sadar



Viana membuka matanya pelan. Ia mengerjapkan matanya sebentar. Atapnya terasa asing baginya. Ia melihat di sekelilingnya seperti rumah sakit. Viana mendapati Sam yang tertidur duduk di sampingnya dan Ira yang tertidur di sofa. Ia masih bingung sejak kapan sudah berada di tempat ini. Terakhir yang ia ingat ia ingin pergi ke kamar mandi.


Kepalanya terasa pening sekali dan perut mual. Viana ingin minum. Tenggorokannya terasa kering. Namun badannya masih lemas. Syukurlah Sam menyadari Viana telah sadar. Sam tersenyum hangat pada Viana.


"kamu gak apa-apa?" tanya Sam sambil mengelus kening Viana


"aku ingin minum" kata Viana


"aku ambilkan ya" Sam mengambil minuman yang ada di gelas yang memang minuman itu disediakan untuk Viana.


Sam meminumkannya perlahan ke mulut Viana. Lega sekali rasanya tenggorokan Viana setelah disiram air putih.


"kamu makan ya. Aku udah beli bubur buat kamu" Sam memang sudah menyuruh sopirnya membelikan makanan untuk Ira, Viana, dan dirinya sendiri sejak tadi pagi namun belum ada yang menyentuh makanan.


"aku makan sendiri aja" kata Viana sambil tersenyum karena tidak ingin terlalu merepotkan Sam.


"badan kamu masih lemas Viana" Sam menyuapkan bubur sedikit demi sedikit ke mulut Viana.


Viana senang sekali mendapat perhatian lebih dari Sam. Sam memang orang yang baik fikir Viana.


"hari ini kamu gak ada jadwal?" tanya Viana


"gak ada. Jadi hari ini aku bisa nemenin kamu sepuas yang aku mau" kata Sam sambil mencolek ujung hidung Viana. Mendapat perlakuan tersebut pipi Viana berubah menjadi merah merona. Sam memang jago membuat Viana terbawa perasaan.


"aku kenapa bisa ada disini Sam?" otak Viana dipenuhi oleh pertanyaan.


"kata temen kamu tadi pagi kamu pingsan terus badan kamu panas banget jadi kamu dibawa ke rumah sakit" Sam menceritakan awal mula Viana masuk rumah sakit


"kamu tau aku di rumah sakit dari dia juga?" tanya Viana sambil menoleh ke arah Ira yang masih tertidur.


"makasih ya Sam. Untung ada kamu" kata Viana sangat bersyukur kenal dengan Sam.


Ira yang sedang tidur menyadari ada orang yang bercakap-cakap.


"Kamu ngomong sama siapa sih Sam" tanya Ira yang masih enggan membuka matanya


"elo kalo tidur kaya orang mati" komen Viana.


Ira merasa seperti kenal suara itu. Matanya langsung terbuka dan melihat ke arah Viana.


"lo udah sadar Vi? ya dari kapan lo sadar. Lo gak kenapa-napa kan? Wah parah sadar gak bilang-bilang" Kata Ira sambil memegang kening, tangan, dan kaki Viana.


"gue sadar udah dari tadi. Nih perut gue aja sampe udah terisi penuh" kata Viana sambil mengelus-elus perutnya.


"terisi bayi maksud lo?" tanya Ira sambil terkekeh


"wah sompral lo. Ya makanan lah" Kata Viana. Sam yang mendengar percakapan kedua sahabat tersebut hanya senyum-senyum.


"curang lo makan gak ngajak-ngajak" protes Ira


"berisik lo. Yang ada lo ganggu momen romantis gue sama Sam" kata Viana asal yang membuat hati Sam berbunga-bunga.


"idih dasar centil"


"biarin" Kata Viana tersenyum menang.