Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 19



Sam meremas rambutnya kuat saat setelah dokter mengatakan bahwa Viana membutuhkan donor darah bergolongan AB secepatnya karena kondisi down saat operasi dan kebetulan stok darah di Rumah Sakit tersebut sudah habus.


Golongan darah yang terbilang langka itu harus segera di dapatkan dalam waktu kurang dari satu jam. Mengusap wajahnya kasar, Sam menengadah ke langit berdo'a pada Sang Pencipta agar segera di beri jalan keluar karena pikirannya sungguh sangat buntu untuk saat ini.


"Sam?" Panggil Aldo yang baru datang dengan Liana mengambil pakaian ganti untuk Viana dan calon bayi-bayinya.


Menoleh ke sumber suara, Sam berlinang airmata.


"Ada apa?" Tanya Liana yang khawatir. Ia akui Viana sudah menyelamatkan nyawanya hingga mengorbankan nyawanya dan kedua bayinya. Liana benar-benar berhutang budi pada Viana.


"Viana butuh donor darah golongan AB dalam satu jam ini, kalau tidak ...." ucap Sam terputus seakan berat untuk mengatakan jika Viana harus pergi meninggalkannya selamanya.


"Kalau tidak apa?" Tanya Aldo penuh penekanan.


"Tunggu... Darah AB?" Tanya Liana memastikan ia tak salah dengar. Sam mengangguk. "Biar gue yang donor. Golongan darah gue juga AB" lanjut Liana.


Bagaikan secercah cahaya yang muncul dalam kegelapan, kegelisahan dan kehawatiran Sam akhirnya sirna. Seakan do'anya terkabulkan, Sam menaruh harapan agar Viana baik-baik saja.


Tanpa basa-basi, Liana segera mengikuti Sam untuk menemui petugas medis mendonorkan darahnya demi nyawa Viana. Sedangkan Aldo, ia masih termenung memikirkan golongan darah Viana dan Liana yang sama. Entah itu kebetulan atau memang mereka memiliki hubungan darah.


"Aldo!" Merasa ada yang menepuk pundaknya, Aldo tersadar dari lamunannya.


"Viana mana? dia gak apa-apa kan?" tanya Ira yang mengajak serta kedua anak Sam bersamanya dan Jojo.


"Semoga aja gak apa-apa" jawab Aldo lemah.


"Sam mana?" tanyanya lagi.


"Lagi nganterin Liana donor darah untuk Viana" jawab Aldo


"Ayo Jo kita susul Sam" Sambil menggandeng kedua anak Sam bersama Jojo, Ira menyususl keberadaan Sam.


Mendengar kabar Viana kecelakaan dari Aldo, Ira segera izin dari kantor lalu menjemput kedua anak Sam di rumah karena tak mungkin ia meninggalkan mereka di rumah tanpa kedua orang tuanya.


"Daddy" Berlari ke arah ayahnya, Louisa dan Lucy berebut memeluk ayahnya yang sedang duduk dengan wajah penuh kecemasan.


"Mama mana daddy?" Tanya Lucy yang seharian tidak melihat ibu tirinya.


"Mama lagi kluarin calon adik kembar kalian" Jawab Sam mengelus kepala Lucy


"Adik bayi dad?" tanya Louisa antusias dan Sam mengangguk. "Horay..... Louisa punya adik" ucapnya riang sambil melompat-lompat khas anak kecil.


"Apa? Kandungan Viana kan baru 7 bulan Sam" Ira membuka suara setelah mendengar percakapam antara ayah dan anak itu.


"cuma itu jalan satu-satunya agar ketiganya selamat. Air ketubannya pecah" jawab Sam.


Mendengarnya, Ira merobohkan tubuhnya di kursi tunggu samping Sam. Ira tak menyangka nasib sahabatnya setragis ini. Melihat kedua anak Sam yang riang, Ira tidak bisa membayangkan jika sampai Viana pergi dari sisi mereka. Tanpa terasa airmatanya melesak keluar.


"Viana pasti baik-baik aja ko" Mengelus punggung Ira, Jojo berusaha menenangkan kekasihnya yang begitu menghawatirkan sahabatnya.


"Gue udah nyuruh orang buat selidikin dalang di balik kecelakaan ini" lanjutnya, seketika Ira menatap ke arahnya.


"Maksud elo kecelakaan ini disengaja?" tanya Ira


"Entahlah. Gue belum bisa berasumsi"


Dan sedetik kemudian Liana keluar dari ruangan ia mendonorkan darahnya lalu bergabung dengan Ira.


"Maaf ya... Ini semua salah gue" Ucap Liana tak enak hati.


"Hmm... gak apa-apa ko. Makasih elo udah mau donorin darah buat sahabat gue" Jawab Ira


"Gue yang seharusnya berterimakasih pada Viana karena dia udah nyelamatin gue"


Sam, Jojo, Ira, Liana dan Aldo menunggu Viana selesai operasi sambil mengawasi kedua anak Sam yang sedang bermain di taman. Mereka nampak menghawatirkan keadaan Viana yang sedang memperjuangkan hidup dan matinya.


Di balik sifat manja dan menyebalkan Viana, ada kasih sayang yang besar bagi Viana untuk sesama makhluk Tuhan, itu sebabnya ia rela menyelamatkan Liana sampai lupa kalau ia juga mempertaruhkan nyawa kedua calon bayi kembarnya.


Sam merutuki kebodohannya. Ia benar-benar menyesal dengan apa yang terjadi pada Viana. Andaikan Sam tidak membuat Viana cemburu, mungkin saat ini Viana sedang berada di sampingnya. Bercanda dan bermain bersama kedua anaknya. Tapi Sam terlalu naif untuk berkata jujur pada Indah bahwa ia sudah beristri. Seandainya saja dari awal ia berterus terang dengan statusnya mungkin keadaannya tidak akan seperti ini. Tapi sayang nasi sudah menjadi bubur. Untuk saat ini, yang bisa ia lakukan adalah berdoa agar ketiga nyawa yang sangat berharga bagi hidupnya bisa selamat dan bisa berkumpul bersamanya esok.