Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 15



"oleh-oleh pesanan aku mana?" tanya Viana saat mengeluarkan isi kresek satu persatu. Hanya ada makanan yang Sam beli.


"3 hari lagi dateng ko" jawab Sam sambil membelai rambut panjang Viana yang tergerai.


"kenapa lama banget? kenapa gak sekalian kamu bawa aja?" tanya Viana mulai merajuk pasalnya ia sudah sangat menantikan barang pembelian Sam.


"kamu kan yang minta barang limited edition dan bling-bling sayang? jadi aku harus pesen dulu karena barangnya sekali produksi cuma dua dan harus nunggu 5 harian"


"oh" jawab Viana singkat.


"maksud oh apa?"


"terus aku harus jawab apa?" mode galak Viana kembali on. Jika begini maka Sam harus mengalah daripada urusannya dengan Viana bertambah panjang.


Sabar Sam sabar.... 4 bulan lagi Viana lahiran.


"mau jalan-jalan atau shopping?" tanya Sam membujuk. Viana mengangguk cepat. Ia segera meraih tasnya tapi tidak dengan dompetnya. Karena Viana ingin Sam yang mengeluarkan uang. Padahal uang Sam adalah uang Viana juga.


Dasar wanita! kalo urusan shopping pasti cepet. Sam hanya menggeleng-gelengkan kepala saat Viana menarik tangannya untuk segera berangkat ke tempat tujuan. Manja, merajuk, dan bawel. Ketiga sifat ini ternyata sangat Sam rindukan saat 3 hari ia di luar kota.


Mereka berdua pergi diantar supir pribadinya. Sam duduk dengan Viana di jok belakang dengan saling berdempetan padahal tempat duduk masih luas. Mereka berdua memang tak mau jauh-jauh.


"aku lebih suka parfum kamu yang ini" komentar Viana saat mencium aroma tubuh Sam dengan parfum yang biasa ia pakai sehari-hari.


"aku kan cuma pakai parfum ini doang sayang" sahut Sam


Ya ampun Sam harus jawab apa? kenapa mulutnya sembrono sekali sih. Gak mungkin kan kalo Sam jawab jujur.


"mungkin parfum orang nempel di baju aku. Kemarin di stasiun desak-desakan" Ujar Sam beralasan. Memang kemarin Sam berdesak-desakan karena weekend jadi keadaan stasiun cukup padat. Meskipun Sam yakin jika aroma itu adalah parfum Indah tapi Sam meyakinkan diri sendiri bahwa kemarin lusa tidak terjadi apa-apa antara dirinya dengan Indah tapi karena Sam tidak mengingat kejadian malam itu maka hati Sam masih was-was dan khawatir.


"apa??? pasti kamu desak-desakan sama cewek kan?" matilah Sam. Viana justru ngambek sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Dari dulu sampai sekarang Viana memang sangat protektif pada Sam. Dulu, di pesta ulang tahun Rendi saat Sam berjabat tangan dengan seorang gadis, Viana menampik tangan gadis itu dan malah bersalaman dengannya.


Sifat protektifnya masih sama sampai sekarang tapi tidak masalah bagi Sam karena itu tandanya Viana sangat mencintai Sam.


"cewek-cowok lah sayang. Namanya juga stasiun" jawab Sam masuk akal.


"awas aja kalo kamu berani main di belakang aku" ancam Viana penuh keseriusan.


"bukannya aku semalam main di belakang kamu ya?" bisik Sam di telinga Viana mengingatkan istrinya tentang posisi bercinta mereka semalam.


Astaga... Kenapa Sam selalu saja bisa memutar balikan omongan sih. Kalau begini kan Viana jadi malu.


Viana menyikut perut Sam karena malu takut di dengar mang Asep. Kedua tangannya lalu memegang pipinya yang sudah mulai memerah. Sam terkekeh melihat Viana yang salah tingkah hanya karena ucapannya yang frontal.


"dasar mesum" umpat istrinya


"kan kamu suka kalo dimesumin aku" lagi dan lagi Sam sukses membuat Viana malu dan mati kutu. Karena tak tahan melihat ekspresi istrinya yang malu-malu Sam merangkul pundak Viana dan manariknya untuk bersandar ke dada bidangnya. Dengan begini Viana bisa menyembunyikan muka merahnya.