
Viana buru-buru menyeka airmatanya takut kalau Dayat sampai tahu Viana menangis haru karenanya. Canggung, sudah pasti, dan kini Viana berusaha setenang mungkin sambil mengatur ekspresi mukanya agar tak terlihat canggung.
Huuuffffttttt
Hembusan nafas panjang keluar dari hidung Viana yang masih berusaha mengendalikan dirinya meski hatinya berkecamuk. Oh ayolah, kenapa waktu terasa begitu lama bagi Viana menunggu antrian?
Bola mata cantiknya sesekali melihat ke jam tangannya untuk mengecek seberapa lama ia sudah menunggu. "hah? baru sepuluh menit?" batin Viana yang merasa waktu berjalan lebih lambat.
Kini bola matanya beredar ke sudut kanan, berpura-pura memperhatikan pegawai kasir yang sedang berkutat dengan komputer di depannya. Bukan tanpa sebab, Viana hanya mengalihkan fokusnya dari Dayat karena ia yakin lelaki itu masih memperhatikannya dan yang Viana khawatirkan Dayat sengaja menunggunya. ****!
Disisi lain, ponsel dayat berbunyi, ia segera mengangkat panggilan yang tertera nama "ibu" di layar ponselnya.
"Assalamu'alaikum bu" salam Dayat sembari tangan kanannya memegangi ponsel yang didekatkan ke telinganya.
"Iya bu, sebentar lagi pulang." Ucapnya sambil melirik ke arah Viana, "Ini udah selesai" Lanjutnya.
"Uhuk....uhuk..." Terdengar suara serak wanita tua dari ponsel Dayat, menandakan bahwa lawan bicara Dayat sedang tidak sehat.
"Oh iya bu, sebentar lagi ibu punya menantu" Ucap Dayat antusias. Terukir wajar penuh kebahagiaan. "Ibu jangan khawatir. Impian ibu akan terwujud" adalah kata terakhir sebelum Dayat menutup panggilan lalu berjalan kearah Viana.
Dengan degup jantung yang berpacu cepat, Dayat memberanikan diri untuk mendekati gadis yang selama ini dicintainya.
"Yana? boleh minta kontak kamu?" Pinta Dayat tanpa basa basi.
"Huh?" Bukan karena telinga Viana memiliki gangguan sehingga ia tidak mendengar pertanyaan Dayat, tapi Viana serasa tak percaya dengan apa yang baru saja Dayat katakan.
"Iya, aku mau minta kontak kamu." Ulang Dayat yang senyumnya tak pudar dari wajah tampannya.
"Emm... itu..." Jawab Viana ragu. Maksud hati Viana tidak ingin membagi nomornya pada lelaki lain karena ia sadar statusnya sudah menjadi istri orang tapi apa mau dikata, bibirnya terasa kelu untuk mengucapkan kalimat penolakan.
"Masuk" Kata Dayat sambil memandangi ponselnya yang memunculkan nomor Viana. Buru-buru Dayat simpan lalu mengucapkan terimakasih dan izin pulang dulu pada Viana.
Viana mengusap wajahnya gusar. Ia sadar apa yang baru saja dilakukannya sama sekali tidak ada pembenaran tapi ia juga tidak mampu untuk menolaknya. Ah, sudahlah. Kalau Dayat benar-benar menghubunginya nanti, Viana hanya perlu mengabaikannya saja, pikirnya.
1 minggu kemudian
"Saaaaaam...." Erang Viana meliuk-liukan tubuhnya kesana-kemari menahan kenikmatan yang diberikan oleh suaminya lalu keduanya sama-sama mencapai puncak yang tiada tanding nikmatnya. Satu kecupan mendarat di kening Viana tanda Sam sudah puas dengan permainan ranjang keduanya sebelum akhirnya tumbang diatas tubuh Viana disambut pelukan erat dari Viana sebagai ucapan terimakasih telah diberi nafkah batin.
Dengan mata terpejam, keduanya berusaha mengatur nafas yang masih memburu akibat permainan panas beberapa detik yang lalu sebelum keduanya benar-benar terlelap mengarungi alam mimpi dengan posisi milik Sam masih berada di inti Viana.
Hari ini, Viana dan Sam menghabiskan waktu berdua di kamar tanpa diganggu siapapun karena ke-empat anak mereka sedang menginap di rumah Liana dan Aldo. Ya, Liana dan Aldo bagaikan orang tua kedua bagi anak-anak Sam dan Viana.
Drrrrtttttt......Drrrrtttttt.......
Ponsel Viana bergetar menandakan ada panggilan masuk. Dengan mata yang masih rapat menutup, tangan Viana meraih ponselnya lalu mendekatkan ke telinganya.
"Halo." Sapa Viana dalam lelahnya.
"Halo Yana." Suara diseberang sana berhasil membuat mata Viana terbuka lebar. Viana sangat kenal dengan suara ini khususnya panggilan yang dilontarkan untuk dirinya. "Dayat" batin Viana.
Merasa tidurnya terusik, Sam pun bangun dan merubah posisi. Sekarang Sam terlentang di samping Viana. "Siapa?" Tanya Sam.
Bersambung...
🌱ig :Vivafifah96🌱