Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Cowo Idaman



Di dalam mobil, Viana terus memperhatikan sosok Sam yang sedang menyetir mobil. Matanya begitu betah memandangi lelaki tampan itu. Viana senang sekali bisa kenal dengan Sam dan begitu dekat dengan dia. Angannya terus mengingat setiap kejadian dengan Sam.


Sesampainya di kosan Viana berterimakasih sebelum mobil Sam melaju. Ia segera masuk ke kamarnya yang kosong. Viana langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan membungkus tubuhnya dengan selimut putih kesayangannya. Viana tidak ingin diberondong pertanyaan oleh Ira jadi sebisa mungkin ia menutupi tubuhnya rapat-rapat.


Pintu kamar dibuka. Ira melangkah masuk setelah menjemur pakaian di lantai 2.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaa.....pocong" teriak Ira


"aaaaaaaaaaaa....mana....mana" Viana menyembul keluar dari balik selimut


"mana pocong?" tanya Viana lagi tak kalah takutnya


"bego lo... nakut-nakutin gue aja" kata Ira sambil menepak tangan Viana keras.


"aduhh...sakit" Viana mengelus tangannya


"sukurin! salah sendiri lo nakutin gue" kata Ira puas setelah melepas kejengkelannya


"salah gue dimana?" tanya Viana polos


"lo ngapain tidur pake dibungkus selimut segala? lagian lo kapan masuknya sih...setan!" cerca Ira


"oh ini" kata Viana sambil melepas lilitan selimutnya "gue sengaja biar gak diinterogasi elo" lanjutnya terkekeh


"sialan lo... bikin jantung gue mau copot"


"kenapa gak copot sekalian aja"


"wah sotoy... ntar gue mati elo nangis"


"gue nambah kaya karena gue nanti dapet santunan dari temen-temen elo" kata Viana meledek


"Sialan!!" kata Ira dan Viana menjadi tertawa melupakan kejadian buruknya sejenak.


"lo nyolong baju siapa?" tanya Ira sambil menunjuk baju yang dipakai Viana


"Sam" jawab Viana singkat


"elo.....Sam....?" Ira menutup mulutnya yang sudah menganga dengan kedua tangannya.


"iya" jawab Viana lagi.


"serius lo?" Ira penasaran


"iya"


"apanya? kalo ngomong yang jelas"


"ih lo udah gede jangan bego-bego amat lah" terang Ira


"elonya aja yang ambigu kalo ngomong"


"jadi malam pertama elo sama Sam gimana?" tanya Ira sekali lagi


"pikiran elo sumpah mesum banget. Lo kira gue udah nikah sama Sam?" tanya Viana


"kan elo sendiri yang bilang iya" timpal Ira


"ya Tuhan gue punya dosa apa sih punya temen kaya gini" seru Viana yang sedang menghadapi pikiran mesum Ira.


"banyak" jawab Ira "cepet ceritain apa yang kalian lakuin semalem" Ira dibuat semakin penasaran.


Viana sebenarnya tidak ingin cerita tentang insiden kemarin, tapi ia tidak bisa menyembunyikan apapun dari Ira. Lagi pula ia harus bicara yang sebenarnya agar Ira tidak berfikir yang macam-macam dan memang hanya Ira lah tempat satu-satunya untuk berbagi.


Viana menghela napas panjang. Raut mukanya berubah sedih. Ia menceritakan seditail mungkin pada Ira tentang kejadian kemarin dari A-Z.


"brengsek!" umpat Ira


"biadab" Viana menambahkan


"kenapa gak lapor polisi aja sih?" imbuh Ira


"iya itu sama aja membongkar aib gue sendiri di depan umum. Gue udah ikhlas ko. Lagian Sam juga udah bikin dia babak belur. Minimal dia masuk rumah sakit" jelas Viana


"tapi lo gak apa-apa kan Vi?"


"gue gak apa-apa. Untung Sam dateng tepat waktu"


"Gila... dramatis banget dia nyelametin elo" komen Ira sambil tepuk tangan. "gue juga mau lah punya cowo kaya Sam" lanjut Ira


"dia emang cowo idaman banget Ra"


"dia buat gue aja boleh gak?" tanya Ira dengan mimik serius


"Iraaaaaaaaaaaaaaaa" teriak Viana sambil meraih leher Ira dan berusaha mencekiknya.