Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Pergi selamanya



Petang mulai menjelang Aldo bangun setelah beberapa jam tertidur. Ia melihat Liana ada di sampingnya dengan tubuh telanjang. Ia kaget dan langsung melihat tubuhnya juga yang sama-sama telanjang.


Aldo mengusap wajahnya kasar. Bagaimana bisa ia melakukan hal ini dengan wanita lain menjelang hari pernikahannya. Tapi seingat Aldo, ia datang ke apartemen untuk mengajak Liana pindah lalu makan bersama dengan Liana. Setelah itu Aldo tidak ingat apa-apa lagi. Tunggu... terakhir yang dia ingat adalah makan dengan Liana.


Aldo segera memakai pakaiannya dan mengecek cctv karena ingin tau kebenarannya hingga ia dan Liana berbuat yang tidak pantas. Aldo mengamati cctv dan ia tidak menyangka Liana mencampurkan sesuatu ke dalam masakannya yang ia makan. Pantas saja setelah itu Aldo tidak ingat apa-apa.


Mata Aldo membelalak lebar saat ia melihat Viana masuk disaat ia dan Liana sedang bercinta. Aldo bisa melihat Viana yang roboh di depan kamar utama tempat ia dan Liana bergumul. Aldo merutuki dirinya sendiri. Ia menampar-nampar pipinya hingga memerah karena menyesal telah ceroboh memberi tumpangan pada Liana hingga membuat hati calon istrinya hancur.


Aldo takut. Takut kalau Viana membatalkan pernikahan mereka. Aldo takut Viana tidak bisa memaafkannya. Aldo segera menghubungi Viana, namun nomornya tidak aktif. Pesan yang ia kirim pun belum diterima oleh Viana. Aldo makin merasa bersalah.


*****


1 minggu kemudian


Aldo masih menunggu kabar dari Viana. Sudah satu minggu Viana masih juga belum bisa dihubungi. Saat Aldo ke kosannya, ibu kos bilang Viana sudah pindah begitupun Ira. Aldo sangat frustasi. Kemana lagi ia harus mencari Viana sedangkan nomor Viana tidak bisa dihubungi.


Sudah berkali-kali Aldo bertanya pada Ira bahkan sambil memohon dan menangis-nangis tapi Ira bilang dia tidak tau Viana ada dimana. Hal yang membuat Aldo semakin kecewa pada dirinya sendiri adalah orang tua Aldo yang selalu bertanya keberadaan Viana karena hari pernikahan mereka sudah di depan mata. Tidak mungkin Aldo menikah sendiri sedangkan undangan pada teman-teman dan sanak saudaranya sudah disebar.


Di tengah perjalanan pulang, Aldo melihat Liana masuk ke sebuah cafe. Aldo yang penasaran membuntuti Liana yang sudah duduk dengan seorang pria yang ia kenal, Rendi. Aldo lalu memakai kaca mata hitam dan duduk di sebelah meja mereka berdua.


"sesuai rencana kan?" tanya Rendi


"iya tapi gue pengen balikan sama Aldo" jawab Liana


"gak bisa! elo gak inget siapa yang bantu dan perduli sama elo selama ini setelah orang tua lo meninggal?" tolak Rendi dan Liana hanya tertunduk tidak menjawab.


"tapi gue masih cinta sama Aldo" Liana memberanikan diri membuka suara


"jangan lupa anak yang lo kandung itu anak gue" ucap Rendi mengingatkan


"apa?????" tanya Aldo yang mendengar semuanya.


"Aldo? lo kenapa bisa ada disini?" tanya Liana kaget


"jadi lo berdua sengaja misahin gue dan Viana?" tanya Aldo memijat keningnya. Rendi tersenyum sinis.


"Aldo gue bisa jelasin" terang Liana


"dan apa? lo lagi hamil anak Rendi? wah gue gak nyangka elo banyak berubah" ucap Aldo kecewa lalu melenggang pergi meninggalkan Liana dan Rendi.


Penyesalan Aldo semakin bertambah. Kenapa dulu ia terbuai dengan kehadiran Liana dan memberinya tumpangan tempat tinggal. Jika Aldo tidak ceroboh, kejadiannya tidak akan seperti ini. Viana pasti sangat terluka pikir Aldo. Tapi dimana Viana berada? Aldo sangat merindukannya dan ingin minta maaf pada calon istrinya.


Aldo memilih kembali ke rumah. Sesampainya disana, ia sudah disambut muka tak bersahabat kedua orang tuanya. Aldo bingung dan heran, tidak seperti biasanya orang tua Aldo bersikap demikian. Nita lalu menyuruh Aldo untuk membuka kotak yang baru saja diantar kurir paket. Aldo menurut dan membukanya.


Ia mendapati sebuah kunci mobil, cincin tunangan dan ratusan kartu undangan. Tidak salah lagi pengirimnya adalah Viana. Viana membatalkan pernikahannya.


"baca!" bentak Nita memberikan sepucuk surat yang dikirim dengan kotak tersebut. Aldo membacanya dan kakinya lemas seketika. Viana benar-benar memutuskan segalanya dan pergi dari kehidupan Aldo selamanya.