
Viana diam tidak menjawab pertanyaan Aldo. Ia enggan melihat ke arah Aldo. Apabedanya Sam dan Aldo sama-sama punya pasangan tapi masih mengejar-ngejar dia, pikir Viana.
"elo bener udah punya cewe do?" tanya Ira yang penasaran.
"gak lah ra" elak Aldo karena ia memang tidak punya cewe.
"ya elo jelasin donk ke Viana" pinta Ira agar Viana tidak salah paham
"dengerin Vi. Waktu itu elo liat gue sama Meli di restorankan? gue dan dia dijodohin nyokap tapi gue tolak karena gue gak cinta sama dia...."
"terus elo cintanya sama siapa?" tanya Ira memotong pembicaraan Aldo.
"you know lah" Jawab Aldo sambil melihat ke arah Viana namun Viana membalasnya dengan melengos ke lawan arah.
"intinya dia bukan siapa-siapa gue" tegas Aldo
"bukan siapa-siapa tapi senderan kepala.. huh" ketus Viana
"dia yang maksa Vi" jelas Aldo
"maksa tapi gak mau nolak kan?" tanya Viana menyindir
"gak.. gue langsung geser tempat duduk beberapa detik kemudian" kata Aldo lagi
"sayangnya mata gue gak liat kejadian itu!" ucap Viana yang membuat Aldo bingung harus berkata apa.
"Do ko gue ngerasa ada bau gosong.... kaya bau bakaran ati gitu" ucap Ira menyindir Viana yang sedang dilanda cemburu.
"iya nih... ada yang lagi terbakar api cemburu soalnya" jawab Aldo geli dengan tingkah Viana yang enggan melihat ke arahnya.
"elo kalo bikin api yang kira-kira donk" timpal Ira dari belakang.
"mana gue tau kalo ternyata ada yang kebakaran" ucap Aldo sambil melihat ke arah Viana yang acuh dengan mereka berdua.
"cepet elo padamin tuh api biar gak makin parah gosongnya" perintah Ira
"ini gue lagi berusaha" saut Aldo.
"udah ya jangan ngambek lagi. Dia bukan siapa-siapa gue" kata Aldo sambil memegang tangan Viana yang menyilang didada gadis itu.
"jangan sentuh tangan gue!" tegas Viana
"ya udah" kata Aldo sambil memindahkan tangannya di bahu Viana
"lepasin tangan lo dari bahu gue!" tegas Viana lagi
"terus gue sentuh apa donk?" goda Aldo
"berisik lo jomblo!" umpat Viana pada Ira
"lah bukannya elo juga sekarang jomblo?" balas Ira
"kata siapa? dia sekarang sama gue" bela Aldo
"aaasyiaaap" ujar Ira menirukan gaya bicara salah satu youtuber.
"kalian tuh brisik tau gak? kapan mau sampenya kalo dari tadi nyrocos mulu" protes Viana
"nah ini udah sampe" jawab Aldo dan Viana merasa malu karena tidak melihat situasi dan dia baru sadar di depan ada tulisan SELAMAT DATANG DI ANCOL. Setelah menempuh perjalanan 1 jam lebih karena macet, akhirnya mereka sampai di Ancol.
"ayo turun!" ucap Ira sambil membuka mobil disusul dengan Aldo dan Viana.
"kita beruntung kan ngajak Aldo, uang kita gak akan kepake" bisik Ira sambil terkekeh dan Viana langsung menoyor keplanya.
"yes.... have fun" ucap Ira yang berlari ke arah laut dan meninggalkan Viana dan Aldo berdua.
"woy!!!" teriak Viana yang ditinggal Ira namun Ira yang sudah jauh jaraknya tidak mendengar teriakan Viana.
"udah sama gue aja" kata Aldo yang berjalan di samping Viana
"iya deh" jawab Viana yang sudah sedikit jinak.
"mau coba kolam renang?" tanya Aldo
"tapi Ira?" Viana ragu
"nanti kita susul Ira" jawab Aldo dan langsung menarik tangan Viana tanpa penolakan.
Setelah membayar biaya masuk, Aldo dan Viana menuju kolam renang. Viana mencari tempat duduk yang kosong untuk menaruh tasnya diikuti Aldo. Setelah itu Viana mengganti bajunya dengan baju renang yang sudah ia siapkan bersama Ira. Tanpa aba-aba, Viana langsung menceburkan diri ke kolam renang.
Aldo yang melihat itu tak mau kalah. Ia melepaskan kemeja panjang dan celana panjangnya kemudian menyusul Viana yang sudah berenang kesana-kemari.
"ya my God" ucap Viana sambil menutup matanya saat Aldo berenang dengan hanya menggunakan celana boxer.
"kenapa?" tanya Aldo heran
"lo ngapain renang setengah telanjang gitu?" tanya Viana yang masih menutup matanya.
"emang kenapa? tuh liat ada yang pake kolornya aja" jawab Aldo sambil membuka tangan Viana yang menutup matanya. Viana membuka matanya pelan sambil menelan saliva saat melihat perut kotak-kotak Aldo yang putih dan bersih.
"jangan bilang lo h**** ngliat gue kaya gini" ucap Aldo meledek.
"Aldo!!!!!" teriak Viana dan langsung mengejar Aldo yang sudah berenang menjauhi dirinya.