Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 9



Viana dan Sam baru saja keluar dari bioskop setelah menonton film STUBER. Mereka berdua bergandengan tangan keluar dari bioskop. Viana sadar banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka berdua. Ya semata-mata karena Viana bergandengan dengan pria bule dan itu membuat Viana merasa beruntung bisa memiliki Sam. Mungkin mereka iri dengan keberuntungan Viana.


Viana dan Sam masuk ke salah satu restoran Jepang. Kebiasaan rutin mereka berdua setelah nonton bioskop selalu mampir untuk mengisi perutnya yang keroncongan meskipun di dalam bioskop mereka selalu meyediakan popcorn dan minuman.


Kali ini Viana benar-benar ingin makan mie ramen yang pedas. Sam hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan Viana saat istrinya sedang ngidam tersebut Selagi tidak membahayakan si ibu dan calon bayinya. Percuma saja Sam melarang Viana makan pedas jika ujung-ujungnya Viana akan menangis uring-uringan di kamar persis seperti Louisa saat kemauannya tidak dituruti.


Mereka hanya memesan satu mie ramen, dua camilan dan minuman. Sam sengaja tidak memesan ramen karena ia sudah paham Viana hanya akan makan sedikit setelah itu ia akan memuntahkan makannya. Jadi sudah tugas Sam untuk menghabiskan makanan Viana.


Semenjak Viana sering ngidam Sam jadi hapal tabiat istrinya. Ditambah lagi Sam memang sudah berpengalaman di pernikahan pertamanya dengan Haura. Tapi Viana jauh lebih seperti anak kecil itu sebabnya Sam harus ekstra sabar menghadapi Viana yang sedang berbadan dua.


Dulu saat istri pertamannya hamil yang pertama dan kedua Sam lebih sibuk dengan pekerjaannya. Ia hanya menghabiskan waktu sedikit untuk menemani Haura. Dulu Sam bukan suami yang siap siaga. Ia sadar semua kekurangannya di pernikahan pertamanya itu sebabnya Sam tidak ingin mengulanginya dipernikahan kedua ditambah Viana adalah orang yang sangat dicintainya jadi mustahil jika Sam membiarkan Viana menghadapi fase kehamilannya seorang diri.


Hampir 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah. Sam menuntun Viana masuk ke kamar dan merebahkan tubuh istrinya ke ranjang untuk beristirahat. Tidak lupa Sam juga ikut merebahkan tubuhnyandi samping Viana sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit agar rasa mualnya sedikit menghilang.


Semenjak perutnya sering mual Viana selalu meminta Sam untuk mengelus perutnya dan ajaibnya rasa mualnya itu selalu mereda. Mungkin bawaan cabang bayi yang ingin dimanja ayahnya. Tapi Viana tidak mempermasalahkan setiap sakit yang ia rasakan selama hamil karena Sam selalu ada di sampingnya. Viana sangat menikmati masa kehamilannya.


Elusan tangan Sam di perut Viana semakin lemah karena si empunya sudah terlelap. Kedua manik coklat dan manik hitam itu terpejam. Ya, sepasang suami istri ini sudah pergi ke alam mimpi.


Senja sudah menampakan sinar redupnya. Semilir angin berhembus menciptakan lambaian dedaunan. Matahari akan segera tergantikan dengan rembulan dan bintang-bintang yang menghapar dilangit hitam.


Viana membuka matanya yang masih terasa berat. Kedua manik hitam itu langsung mencari keberadaan Sam namun tidak ia temukan. Ia lalu berjalan menuju kamar mandi. Saat ia keluar setelah selesai dengan mandinya, mata Viana menangkap hidangan yang ada di nakas. Segelas susu khusus ibu hamil dan sepiring roti panggang hangat dengan isian pisang coklat sudah bertengger meminta disantap. Aroma roti panggang tersebut membuat perut Viana tidak tahan untuk segera diisi. Viana tersenyum sedetik sebelum mulutnya mengunyah roti bakar buatan suaminya. Sam memang suami idaman bagi Viana.