Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Hasrat terpendam



Sam melihat Viana sudah tertidur pulas dalam pelukannya. Pikirannya berkecamuk antara mengantar Viana pulang ke kosan atau ke apartemennya. Namun setelah dipikir beberapa kali ia tidak mungkin mengantar Viana pulang ke kosan dengan keadaan seperti itu. Pasti Ira akan bertanya dan Sam tidak ingin kejadian tadi ada yang tau selain dirinya. Viana pasti akan malu meskipun ini terjadi di luar kehendaknya.


Sam lalu membawa Viana ke apartemennya. Untunglah apartemen Sam berada terpisah dari apartemen sahabat-sahabatnya sehingga dirasa aman bagi Sam untuk membawa Viana ke apartemennya.


Sam membaringkan tubuh Viana diatas ranjangnya. Ia meraih ponsel Viana dan mengirim pesan kepada Ira agar sahabatnya tidak khawatir.


Setelah itu ia segera membersihkan diri ke kamar mandi dan mengompres pipi Viana yang mulai bengkak akibat tamparan dari Rendi. Viana meringis dalam tidurnya. Sam menggertakan giginya tak terima dengan perlakuan teman bejatnya bahkan sekarang menjadi musuhnya atas perbuatan tak senonoh pada gadisnya.


Sam memandangi gadisnya yang memang begitu cantik. Pantas saja jika Rendi tertarik saat pertama kali melihat Viana. Bukan hanya Rendi sebenarnya. Sejak pertama kali bertemu Viana, Sam sangat bernafsu untuk bisa tidur dengan gadis ini. Namun Sam bukan lelaki bejat seperti Rendi.


Bahkan tak dipungkiri, sekarang dada Sam bergemuruh karena seorang gadis yang selama ini jadi idamannya kini tidur di ranjangnya.


Sam berusaha menahan diri agar dia tidak membuat Viana kecewa. Setidaknya Sam lebih terhormat daripada Rendi karena mampu memendam hasratnya terhadap Viana selama ini.


Sam memilih tidur di sofa dan membiarkan Viana tidur dengan nyaman di ranjangnya. "maafkan aku Vi. Semua ini gara-gara aku" ucap Sam pelan sambil melirik ke arah Viana yang tertidur pulas.


------


Ira memang sering bertemu dengan pria-pria tampan seperti Aldo dan Sam tapi entah kenapa Ira begitu tertarik dengan pesona Jonathan. Mungkinkah Ira jatuh cinta pada pandangan pertama?


Entahlah... yang pasti bayangan Jonathan atau Jojo terus memenuhi kepala Ira hingga matanya sama sekali tidak ingin terpejam. Takut kalo besok-besok Ira tidak bisa bertemu dengan Jojo lagi. Sedikit lebay memang.


Getar ponselnya membuyarkan lamunannya. Ira lalu membukanya dan ada pesan dari Viana. Viana mengirim pesan bahwa malam ini ia tidak bisa pulang karena masih ada urusan.


"Urusan apa malam-malam begini?" Pikir Ira penuh curiga. "jangan-jangan......" terka Ira yang pikirannya mulai ngawur membayangkan Viana bermalam dengan Sam.


Wajar saja Ira berpikir macam-macam karena Viana pergi dengan Sam. Ya cewe sama cowo malem-malem ada urusan you know lah urusan apa. Tapi Ira segera menepis pikiran kotornya karena Ira tau Viana bukan wanita murahan yang bisa diajak tidur lelaki tanpa ikatan sah.


"gagal deh rencana gue cerita ke Viana" gumam Ira kecewa. Sebenarnya Ira ingin bercerita pada Viana setelah Viana pulang tentang apa yang sudah ia alami hari ini. Tapi karena Viana tidak pulang, Ira akan menceritakannya besok.


Namanya juga wanita, setiap ada kejadian pasti bawaannya ingin curhat ke sahabatnya. Berbagi cerita sesama teman memang hal yang wajar. Bahkan harus!