
Flashback
Braakkk....
Jojo yang sedang memainkam ponselnya sambil melihat beberapa foto terkejut saat Aldo membuka pintu apartemennya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
"setan!! bikin gue jantungan aja lo" rutuk Jojo dan Aldo sudah duduk disampingnya.
"jadi lo mau ngasih info apa?" tanya Aldo tak sabar
"lo liat aja sendiri" kata Jojo sambil memberikan ponselnya pada Aldo. Mata Aldo terbelalak saat melihat beberapa gambar.
"maksud lo bule itu udah merit?" tanya Aldo tak percaya namun disisi lain hatinya juga senang karena ia memiliki kesempatan untuk merebut Viana kembali.
"ya. seperti yang lo liat" jawab Jojo. Selama ini memang Jojo lah yang menjadi mata-mata Aldo untuk selalu mengawasi gerak gerik Viana dan Sam sekaligus menggali informasi tentang Sam. Memang inilah niat Aldo untuk memisahkan Sam dari Viana karena Aldo memang sudah curiga Sam hanya mempermainkan Viana dan itu terbukti sekarang.
"what the hell!!" umpat Aldo. "terus elo dapet info dan gambar ini dari siapa?" Tanya Aldo masih penasaran.
"dari salah satu temennya yang gak suka dengan hubungan mereka" Jelas Jojo.
"gak salah gue pilih lo jadi mata-mata dan informan gue. Lo emang sahabt the best Jo" puji Aldo sambil menepuk bahu Jojo.
"tunggu apa lagi. Sekarang lo kirim gambarnya ke Viana" pinta Jojo
"oh iya. Biar mampus tuh bule kebongkar rahasia busuknya" umpat Aldo yang dihatinya dipenuhi kebencian pada Sam karena telah merebut Viana.
"selesai!" ucap Aldo lalu melempar tubuhnya sendiri di kasur Jojo dengan bibir yang terus mengembang karena senang.
"lo yakin Viana bakal ninggalin bule itu? gimana kalo dia terima apa adanya?" tanya Jojo menghentikan senyuman Aldo.
"no no no. Gue tau Viana cewe macam apa" ucap Aldo penuh keyakinan.
"ya udah sana pulang!" usir Jojo
"iyalah. Ogah banget gue tidur berdua sama elo" tukas Jojo
"sialan!" Aldo langsung bangun dari kasur Jojo karena sudah diusir. "Besok kita ketemu di resto biasa. Gue traktir lo sepuasnya" ucapnya sebelum pergi"
"yoi" balas Jojo sambil mengacungkan kedua jempolnya.
-------
"aku antar kamu pulang ya" pinta Sam sambil memegang kedua tangan Viana
"gak!! aku bisa pulang sendiri" tolak Viana yang terus melangkah dan sampai di lobby apartemen.
"ayolah sayang please" rengek Sam sambil terus menggenggam tangan Viana erat.
Tiba-tiba seseorang melepas genggaman tangan Sam kasar. "gak usah ganggu dia lagi!!" tegas Aldo yang sudah berdiri disamping Viana.
"kamu...." kata Sam yang tangannya sudah mengepal.
"kenapa?" tantang Aldo sambil membusungkan dada
"Viana milikku!" kata Sam sambil menarik tangan Viana agar gadis itu berdiri disampingnya.
"lo udah punya istri!!" ucap Aldo sambil menunjuk muka Sam. "ayo kita pulang" ajak Aldo pada Viana.
"aku bisa pulang sendiri"
"yakin? dengan muka yang gak karuan gitu?" tanya Aldo yang tersenyum-senyum melihat make-up Viana yang sudah rusak karena airmatanya namun masih tetap canti.
Viana dengan sigap mengeluarkan kaca dari dalam tasnya dan tanpa malu-malu pada kedua pria di depannya ia melihat pantulan mukanya di cermin. "oh shit" gumam Viana dalam hati lalu tangannya mengusap celak yang sudah meluber dari tempatnya.
"nih" Aldo menyodorkan ujung kemeja hitamnya yang masih lekat ditubuhnya untuk dijadikan lap muka Viana. Namun sebelum Viana merespon, Aldo segera menarik tangannya dan membawanya pergi lalu masuk ke mobil mewahnya meninggalkan Sam yang masih mematung ditempat mereka berdebat.