
Tiga tahun kemudian
"Bagaimana perkembangannya?" Tanya Viana pada Aldo yang duduk di ruang tamu.
"Belum begitu signifikan. Hanya saja, Kesya harus rutin terapi seminggu dua kali" Jawab Aldo.
Kecelakaan Viana dua tahun silam membuat bayi perempuannya mengalami imunitas tubuh yang lemah. Dibanding dengan Kean yang kuat, Kesya jauh lebih lemah dan gampang sakit-sakitan.
Viana mempercayakan Kesya pada Liana dan Aldo untuk mengurusi terapi anaknya atas permintaan keduanya sebagai bentuk tanggung jawab serta balas budi atas kecelakaan lalu. Dua hari dalam satu minggu, Kesya harus menginap di apartemen Aldo dan Liana ketika jadwal terapi tiba.
Jika dilihat dari luar, Kesya memang terlihat baik-baik saja. Tapi imunitas tubuhnya sangat lemah. Viana merasa sangat kasihan pada anak perempuannya. Itu sebabnya, Viana dan Sam lebih memanjakan Kesya dibanding anak-anak yang lainnya.
"Mommy!!!" Teriak Kesya saat dijahili oleh Kean. Mendengar panggilan anaknya, Viana segera menghampiri Kesya yang sedang guling-guling di lantai. Sudah dipastikan jika anak gadisnya sedang merajuk.
"Kenapa sayang?" Viana menggendong Kesya dengan raut muka merah menahan kesal pada saudara kembarnya itu.
"Kak Kean nakal" Adu Kesya dalam gendongan Viana. Kean yang sudah merebut mainan Kesya dengan santainya menonton drama adik kembarnya ketika merajuk.
"Kean? sudah berapa kali mommy bilang jangan jahilin adik kamu," Nasehat Viana yang tak lain tidak ingin membuat Kesya sedih karena akan mempengaruhi kesehatannya. Tapi namanya juga anak-anak, berapa kali Kean dinasehati, telinganya seolah kebal mendengar nasehat Viana.
"Mom.. Kean mau pelgi jalan-jalan" Ucapnya yang belum pandai melafalkan huruf "R".
"Tapi Kean janji ya jangan jahilin Kesya lagi?" Pinta Viana sambil menjulurkan kelingkingnya ke arah anak lelakinya. Kean mengangguk dan menggenggam kelingking Viana.
"Angkel (uncle)!" Panggil Kean pada Aldo. Aldo segera mendekat ke arah ponakannya.
"Kean mau beli pistol-pistolan" lanjutnya meminta pada Aldo. Kean lebih sering meminta sesuatu pada Aldo karena paham pamannya tidak akan menolak apapun yang ia minta.
Keduanya sangat akrab seperti anak dan orang tua. Keakraban mereka tak lain karena keduanya memiliki sifat yang sama. Sifat Kean memang imitasi dari Aldo. Mungkin karena waktu hamil, Viana membenci Aldo jadi sifat Aldo yang jahil dan menyebalkan menular ke Kean. Namun begitu, semakin hari wajah Kean semakin mirip dengan Sam. Bahkan beberapa tetangga memanggil Kean dengan sebutan Sam junior karena muka ayah dan anak itu sangat mirip.
"Mau beli sekarang atau nanti sore?" tawar Aldo menyetujui permintaan Kean.
"Sekalang angkel" Rengek Kean tak sabar.
"Oke! tapi izin dulu sama mommy dan tante Li"
Tanpa menunggu perintah dua kali, bocah mungil itu meminta izin kepada ibunya dan tantenya yang sedang di dapur dengan gaya khas anak kecil. Lalu dengan girang, ia berlari ke arah pamannya.
"Barbi" Ucap Aldo membetulkan.
"Balbi" Kean mengikuti namun masih belum bisa melafalkan huruf R.
"Mommy mau mainan boneka?" tanya Aldo.
"Iya" Jawab Kean polos padahal maksud Viana, boneka barbi itu untuk Kesya agar tidak iri melihat Kean dibelikan mainan baru.
----
"Daddy pulang" Ucap Sam saat masuk ke rumahnya lalu disambut oleh si kembar yang saling kejar-kejaran menuju ke arah Sam.
"Daddy Kean punya pistol"
"Kesya juga punya boneka balbi daddy"
"Bohong daddy, itu boneka mommy"
"No, boneka Key"
"Mommy!"
"Key!"
Sedetik kemudian, Kesya menangis. Dari dapur Viana langsung menghampiri ayah dan anak tersebut.
"Ada apa ini? daddy nakal ya?" tanya Viana.
"No, Kean nakal" Adu Kesya. Lantas Kean sembunyi dibalik kaki tegap Sam sambil cekikikan.
Viana hanya bisa geleng-geleng kepala sedangkan Sam, ia tersenyum kuda melihat tingkah anak kembarnya. Setelah Viana pergi dengan Kesya, Sam menggendong Kean sambil tersenyum gemas melihat kejahilan anaknya.
"Lain kali gak boleh bikin Kesya nangis ya? Ingat, cowok itu harus melindungi cewek, bukan malah membuatnya menangis. Paham?" Ucapa Sam menasehati. Entah Kean paham atau tidak, tapi bocah ini mengangguk sambil membolak-balikan pistol di tangannya.