Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 21



"Apa? jadi Viana dan Liana itu saudara kembar?" Masih tidak percaya, Ira memandangi wajah Liana lekat, memang sama persis dengan Viana. Mungkin orang yang tidak kenal akan menganggap keduanya adalah orang yang sama seperti halnya Aldo dulu yang mengira Viana adalah Liana.


"Gue udah selidikin sendiri selama tiga hari ini. Orang tua Liana dan Viana bercerai saat mereka umur 2 tahun. Liana ikut dengan ayahnya dan satu tahun kemudian ayahnya menikah lagi sedangkan Viana ikut dengan ibunya. Tapi sayang ibunya meninggal ketika Viana umur 15 tahun." Jelas Aldo panjang lebar. Sedangkan Liana yang duduk diruang tunggu mendengarkan penjelasan suaminya dengan tetesan airmata.


Selama ini yang Liana tahu ibu tirinya adalah ibu kandungnya tapi hari ini fakta berkata lain. Entah ia harus senang atau sedih tapi selama ayahnya masih hidup ia tidak pernah mendengar pengakuan ayahnya tentang saudara kembarnya.


"Itu sebabnya mereka memiliki darah yang sama?" tanya Ira memastikan.


"Ya. Dan Sam perlu tau tentang ini." Lanjut Aldo.


"Entahlah Do, gue kasian sama dia."


"Gue udah kasih pelajaran ko sama Meli dan Indah"


"Huh? Indah siapa?"


"Elo gak denger? Indah itu wanita yang ngaku-ngaku calon istri Sam waktu datang ke rumah Viana. Makanya Viana pergi dari rumah dan berakhir seperti ini." Lagi, Aldo berkata panjang lebar.


"Dan waktu Viana kabur dia liat Liana hampir ketabrak mobil terus dia yang nolongin Liana. Maksud elo gitu?" Ira menganalisa situasinya.


"Kurang lebihnya begitu."


"Si*lan!!" Umpat Ira menahan kekesalannya.


-----


"Sam.. ini semua bukan salah aku. Aku cuma setuju dengan rencana Meli buat celakain Liana tapi ternyata malah salah sasaran." Jawab Indah penuh ketakutan. Sesungguhnya ia hanya takut Sam membencinya.


"Maksud kamu datang ke rumah aku apa?" Dengan nada tinggi dan mengintimidasi, Sam kembali bertanya.


"A...aku.. cuma pengen ketemu kamu Sam. Aku gak tau kalau wanita itu istri kamu. Aku kira wanita berdaster itu istri kamu" Sambil menunduk Indah menjawab pertanyaan Sam dengan terbata-bata.


"Jadi karena dia pakai daster kamu kira dia pembantu aku? terus kamu seenaknya ngaku-ngaku calon istri aku, iya?" Kembali meluapkan kekesalannya, Sam benar-benar tidak terima dengan apa yang menimpa istrinya. "Dia sedang hamil! Makanya dia pakai pakaian yang longgar!" Bentak Sam.


"Salah kamu sendiri. Kenapa dari awal kamu gak jujur kalau kamu sudah berkeluarga?" Membela diri, Indah tak mau disalahkan sepenuhnya.


"Karena dari awal aku gak ada rasa sama kamu! Kita cuma sebatas rekan bisnis dan gak penting buat kamu tau status aku!"


"Kenapa sih dari awal kamu gak pernah peka kalau aku suka sama kamu?" Dengan mata berkaca-kaca karena hatinya patah, Indah bertanya dengan suara bergetar.


"Aku sadar batasan aku sebagai seorang suami"


"Kenapa kamu gak hargain perasaan aku?" Akhirnya airmata yang Indah tahan tumpah ruah membasahi pipi putihnya.


"Maaf... Istriku sedang membutuhkanku di rumah sakit" Tanpa pamit, Sam pergi meninggalkan Indah di lobi hotel seorang diri.


Mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Sam melaju menuju rumah sakit. Ia harap saat disana Viana sudah sadar tapi rasanya sungguh mustahil menilik kondisi Viana yang sedang kritis. Ya, sudah tujuh hari Viana masih dalam kondisi yang sama. Belum ada tanda-tanda ia akan segera sadar. Hal ini yang membuat Sam sangat frustasi. Disisi lain, bayi kembarnya yang baru lahir membutuh dekapan hangat seorang ibu serta Asi-nya tapi sayang semua harapan seolah semu bagi San. Sam hanya bisa berdo'a semoga keajaiban segera datang menghampirinya dan mengembalikan keutuhan keluarganya.