Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Bukan lamaran



"ini berlian asli?" tanya Viana masih tak percaya.


"bukan hanya berlian, cinta aku sama aslinya untuk kamu" Sam lalu mengambil sertifikat pembelian berlian tersebut dan memberikannya pada Viana.


"Viana...." panggil Sam dan Viana menatap Sam dalam. Viana berfikir pasti Sam akan melamarnya


"jangan gitu donk liatinnya. Aku jadi malu" keluh Viana sambil memalingkan mukanya karena Sam menatapnya intens dengan jarak sangat dekat.


"don't leave me" kata Sam sambil merangkup kedua pipi Viana. Viana tersenyum dan mengangguk tanpa berkata apapun.


-------------


"gimana kencan lo kemarin?" tanya seseorang laki-laki yang duduk santai di sofa berwarna krem saat melihat adiknya turun dari tangga menuju ke dapur. Langkah Meli pun berhenti dan menatap manik pria berwarna hitam legam tersebut.


"biasa aja" jawabnya singkat dan berlalu ke dapur kemudian menuangkan teh hangat ke dalam cangkir putih klasik.


"dia nolak lo?" tanya laki-laki itu lagi yang merupakan kakak dari Meli.


"dia cuek banget kak. Gimana Meli mau ngrebut hatinya kalo sikap dia aja sedingin salju" curhat Meli mengeluarkan keluh kesahnya pada kakak satu-satunya.


"apa perlu kakak turun tangan?" jawab Rendi menawarkan diri saat Meli duduk di sampingnya.


"belum saatnya kak. Rencana Meli sekarang mau ngerayu tante Nita dulu"


"percuma. Kakak pikir om Bayu juga gak setuju dengan hubungan kalian"


"kalo gitu Meli mau minta tolong mamah buat bicara lagi sama tante Nita"


"hmmm...."


Meli dan Rendi adalah anak dari pasangan Heru Surya Dinata dan Veronica Lim yang masih memiliki darah jawa dan tionghoa. Itu sebabnya kakak beradik ini memiliki mata sipit namun tetap menawan karena paras mereka yang cantik dan tampan.


Hubungan kakak beradik ini sangat harmonis. Bahkan Rendi sangat memanjakan Meli. Apapun yang Meli inginkan pasti harus didapatkan dengan cara apapun itu. Tak jarang Rendi ikut berkecimpung di dalamnya guna membahagiakan adik satu-satunya.


-----------


"GILA!! lo udah dilamar Sam?" tanya Ira saat melihat cincin berlian yang indah melingkar di jari manis Viana


"gak" jawab Viana mengelus-elus cincinnya


"jadi elo mau pake cincin ini?" tanya Viana menatap Ira tajam


"etdah... gue salah nanya. Maksud gue ko bisa lo pake cincin sedangkan lamarannya gak lo terima"


"ini cuma sekedar hadiah aja" jawab Viana merebut gelas jus jeruk di tangan Ira lalu meminumnya.


"songong maen rebut-rebut aja!" Ira menjitak pucuk kepala Viana setelah menghabiskan jus jeruknya. Viana tersenyum sambil memasang muka tak berdosa.


"besok-besok elo dikasih hadiah apa lagi kira-kira dari Sam?" lanjut Ira


"mungkin mobil atau rumah atau apartemen" saut Viana sambil menghayal.


"dikasih anak baru tau rasa lo" celetuk Ira dan membuat Viana melotot ke arahnya tanda ia tidak setuju dengan ucapan Ira yang sembarangan.


"asal aja lo kalo ngomong. Amit-amit dah gue"


"makanya elo harus bisa jaga diri!" Ira menasehati Viana dengan bijak "cowo kalo ada maunya suka ngasih sesuatu ke cewe. Baru kalo ceweknya udah luluh, nurut, terus diembat deh. Ya semacam kucing garong yang liat pepes ikan"


Viana menyanggah dagu dengan tangan kanannya. Ia beeusaha mencerna ucapan Ira yang ada benarnya. Dia harus berhati-hati dengan Sam setelah ini, pikir Viana.


##### Makasih buat pembaca setia novel Ternyata Aku Pelakor. Kali ini author akan menunjukan foto Sam, Viana dan Aldo. Tapi sebelum itu jangan lupa like dan komennya ya guys biar author semakin termotivasi untuk up novel kesayangan kalian ini 😘#####


Wisam Adalart Bahira



ini Viana yang lagi pake Hijab



ini Aldo yang mukanya mirip bule tapi sebenernya dia produk lokal guys



Kurang lebihnya seperti itu 😇😇😊☺