Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 18



Mendengar bel pintu berbunyi, Viana beranjak dari duduk santainya di kursi ruang keluarga sembari menonton TV. Di depan pintu, tangan kuning langsatnya menarik gagang pintu menampilkan sosok wanita cantik dengan rambut ikal se-dada tapi tidak secantik dirinya.


"Ya cari siapa?"


Merupakan satu-satunya pertanyaan yang ada di otak Viana karena ia tidak mengenal dengan wanita ini. Bukannya menjawab namun tanpa dipersilahkan wanita itu malah melesak masuk ke dalam rumah hingga menabrak pelan tubuh Viana.


"Sam?" panggilnya.


Mendengar nama suaminya disebut, Viana mulai naik darah. Berani-beraninya wanita asing mencari suami di rumahnya.


"Sam mana? Kamu siapanya dia?" menoleh ke arah Viana, wanita itu bertanya dengan nada merendahkan, jelas Viana tak suka.


"Anda yang sopan kalau di rumah orang!" bentak Viana sambil berkacak pinggang.


"Hei santai. Loe cuma ART-nya Sam kan?" Ledeknya. Apa katanya? Viana ART-nya Sam? Ugh... mentang-mentang Viana sedang memakai daster lalu wanita itu anggap Viana ART. Sebenarnya wanita itu buta atau tidak? jelas-jelas perut Viana sedang buncit. Masa dikata ART!


"Kenalin gue calon istrinya Sam" kemudian ia duduk di sofa empuk yang ada di ruang tamu.


Deg


Calon istri? jangan-jangan Sam selingkuh di belakang Viana? Kalimat terakhir wanita itu begitu menusuk hati Viana begitu dalam. Sekuat yang Viana bisa, ia menahan airmatanya agar tidak melesak keluar di depan wanita kurang ajar ini, meskipun matanya perih membendung airmata yang menggenang di bola mata indahnya.


Tidak! Viana tidak ingin berprasangka buruk pada suaminya tentang wanita ini. Ia harus meminta penjelasan terlebih dulu. Berusaha menenangkan hatinya, Viana menarik napas dalam.


Tapi kesabaran Viana sudah habis, lantas ia menarik lengan wanita itu agar segera keluar dari rumahnya yang memantik percekcokan antara keduanya.


"Indah?" Sebuah suara yang Viana kenal.


Viana dan Indah menoleh berbarengan ke arah sumber suara yang sedang menuruni tangga. Mendengar suara ribut, Sam hendak melihat siapa yang bertengkar.


"Jadi kalian saling kenal?" dengan raut wajah merah padam menahan emosi, Viana berlari keluar rumah menuju garasi mobil karena tak tahan melihat suaminya mengenal wanita itu ditambah lagi wanita tersebut mengaku sebagai calon istrinya. Dan rasanya Viana benar-benar telah dikhianati.


Melajukan mobilnya seorang diri dengan kecepatan tinggi, Viana membelah jalanan Ibukota tanpa arah. Yang pasti ia sedang dikuasai oleh emosi dan cemburu.


Sam berusaha mengejar istrinya yang salah paham tapi tangannya ditarik oleh Indah hingga langkahnya tertahan. Salahnya juga yang menyebut nama wanita lain pertama kali bukan istrinya.


"Kamu ngapain sih kesini?" Sam melepaskan tangannya paksa dari genggaman tangan Indah.


"Apa? Pembantu? Dia istriku Indah!" bentak Sam tidak terima Viana dikatai pembantu.


"Istri? jadi kamu udah punya istri?" Indah yang shock mendengar pengakuan Sam roboh di sofa. Ternyata ia salah kira dengan status Sam. Kenapa Sam tidak mengatakan kalau ia sudah menikah? Jika Indah tahu hal ini lebih awal mungkin ia bisa mengontrol hatinya agar tidak jatuh cinta pada Sam.


"Kamu ngomong apa sama Viana?"


"Hmm... itu.. a..aku bilang kalau aku calon istri kamu" ucap Indah terbata-bata.


Sialan! Ini sih namanya kiamat bagi Sam. Bukannya ngambek lagi, tapi Sam yakin Viana sedang marah besar padanya. Kemudian Sam keluar mengejar Viana dengan taksi meski ia tahu jarak Viana sudah sangat jauh. Indah yang merasa bersalah memilih untuk ikut dengan Sam mencari keberadaan Viana.


Berkali-kali Sam menelpon ponsel istrinya tapi tidak kunjung diangkat. Tebakan Sam, Viana meninggalkan ponselnya di rumah.


-----


Merasa haus, Viana menepikan mobilnya di sebuah kedai es kelapa untuk menghilangkan dahaga di tenggorokannya. Ia juga ingin mendinginkan hatinya yang terbakar api cemburu. Masa bodoh dengan Sam dan perempuan itu, Viana lebih memilih untuk membeli es kelapa agar calon bayi kembarnya tidak kehausan.


Duduk sembari menghadap ke arah jalan raya, Viana melihat Liana yang sedang menyebrang dengan beriringan bersama Aldo yang sedang memainkan ponselnya. Sedetik kemudian Viana bisa melihat Liana membenarkan sepatunya, mungkin ia merasa ada yang tidak beres dengan sepatunya.


Sambil terus menyeruput es kelapa mudanya Viana mengalihkan pandangannya ke arah samping. Tiba-tiba matanya membulat lebar saat sebuah mobil Sedan berwarna hitam dengan kecepatan tinggi melaju menerobos lampu merah menuju ke arah Liana yang masih membenarkan sepatunya.


"Awas!" Tubuh Liana terdorong ke belakang.


Buuugggh


Suara benturan dan benda jatuh terdengar nyaring di telinga Liana yang masih memejamkan matanya di pinggir jalan. Saat ia membuka matanya, orang-orang sudah ramai mengerubungi sumber suara. Sedangkan mobil sedan yang hampir menabraknya melarikan diri.


"Sayang, gak apa-apa?" tanya Aldo membantu Liana untuk bangun.


Tidak menjawab, Liana fokus menuju ke seseorang yang menolongnya lalu menerobos kerumunan.


"VIANA....." teriak Liana memangku kepala Viana yang penuh dengan darah ke pahanya. Aldo yang penasaran segera lari menuju istrinya. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat Viana tergolek tak sadarkan diri dengan banyak darah yang keluar dari kepalanya. Melihat itu, Aldo roboh di samping istrinya lalu memegang tangan Viana.


"Shit!!" umpat pengemudi mobil Sedan yang gagal menabrak sasarannya.


❤Selamat menjalankan Ibadah puasa❤