Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Alasan



Lebih dari 10 kali Aldo menghubungi Liana namun nomornya tidak aktif. Semua pesan yang ia kirimkan juga belum diterima oleh Liana. Aldo sudah menunggu selama dua jam di apartemen Liana namun belum ada tanda-tanda gadis itu muncul hingga menjelang petang.


Aldo kembali ke rumahnya dengan langkah gontai. Hatinya sedih, gelisah, dan juga kecewa. Disamping itu ia juga khawatir dengan keadaan Liana yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Jika diingat, hubungan mereka tidak ada masalah. Jikapun ada itu hanya masalah kecil dan tidak lebih dari sehari mereka langsung berbaikan.


Kemarin pun mereka baik-baik saja. Tidak ada pertengkaran atau apapun. Bahkan kemarin mereka sempat menonton bioskop di salah satu mall setelah pulang kerja. Tapi kenapa di hari yang Aldo tunggu-tunggu Liana malah menghilang.


Sudah tiga minggu lamanya Aldo masih juga belum mendapatkan kabah dari Liana. Gadis itu seperti hilang di telan bumi. Aldo sudah bertanya kesana-kemari bahkan ke menejer liana tapi hasilnya nihil. Tidak ada satupun yang tau dimana keberadaan Liana.


Menghilangnya Liana membuat sikap Aldo berubah menjadi dingin. Ia yang dulunya bersikap lemah lembut pada wanita sekarang selalu jutek dan tidak pernah santai jika bicara dengan wanita seperti memendam amarah namun tak bisa dikeluarkan. Hati Aldo kini membeku.


Aldo terpaksa harus pindah kantor ke salah satu perusahaan milik teman Bayu, papa Aldo. Ia ingin mencari suasana baru dan berharap bisa melupakan Liana dengan bertemu orang-orang baru. Beruntung pemilik perusahaan menempatkan Aldo di bagian eksekutif manajer dan bukan sebagai karyawan.


Di hari pertama Aldo bekerja, ia melangkah dengan cepat dan menempati ruangan pribadinya. Ia membuka pintu dan betapa terkejutnya saat mendapati seseorang yang ia kenal.


"Liana?" tanya Aldo shock


"Selamat pagi pak. Saya Viana. Viana Putri Pertiwi" ungkap Viana sambil menjulurkan tangannya mengajak bersalaman. Aldo masih mengamati sikap Viana dan penampilannya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Viana tersenyum menatap tingkah Aldo yang lucu menurutnya.


Aldo sadar gadis di depannya bukan gadis yang ia cari selama ini meski keduanya memiliki wajah yang sangat mirip. Hati Aldo masih tidak terima dengan kepergian Liana itu sebabnya ia melampiaskan amarahnya pada Viana dengan tidak pernah berkata lembut, selalu memberi pekerjaan banyak, mengomeli, berdebat, membuat Viana kesal dan marah serta bersikap jutek. Itulah Alasannya kenapa selama ini Aldo dan Viana seperti tikus dan kucing yang tak pernah akur.


Flashback off


"paginya gue balik ke kampung. Tapi diperjalanan tas gue di jambret. Semua isinya raib termasuk uang, Atm, dan ponsel " lanjutnya dengan bibir bergetar "gue masih punya adik umur 2 tahun di kampung. Jadi gue putusin buat ngrawat dia dan nyari kerjaan disana" lanjutnya dengan tangis yang semakin menjadi-jadi.


"kenapa lo gak bilang ke gue ana?" tanya Aldo yang hatinya mulai luluh


"gue gak punya kontak lo Aldo. Gue kehilangan semua kontak orang-orang yang gue kenal" sahutnya yang masih dipeluk Aldo. Aldo mengelus rambutnya yang tergerai.


"maafin gue yang gak tau apa-apa tentang lo" ucap Aldo menyesal.


"lo gak salah. Gue sengaja dateng kesini buat minta maaf sama elo. Gue gak bisa tenang selalu kepikiran elo" kata Liana menenggelamkan mukanya ke dada Aldo.


"adik lo dimana?" tanya Aldo lagi.


"gue titipin dulu ke paman gue"


"sekarang elo tinggal dimana?" tanya Aldo dan Liana menggeleng.


"lo bisa tinggal di apartemen gue dulu untuk sementara waktu" tawar Aldo dan Liana langsung melepaskan pelukannya lalu menatap mata Aldo sendu. Aldo membalas tatapan Liana lalu kembali memeluknya seakan-akan ia sedang melepaskan rindu setelah sekian lama tidak bertemu.