Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Acuh



"we are coming" ucap Ira sambil menenteng kresek berisi makanan dan minuman diikuti oleh Viana.


"oh kalian sudah datang" ucap Viana pada Dinand dan kawan-kawan. "ayo kita makan bersama" aja Viana sambil membuka kresek yang dibawa Ira.


"makanlah. Aku dan yang lainnya akan keluar sebentar. Kabari jika terjadi apa-apa" kata Gofar kemudian berlalu dengan Hilmaz dan Dinand


"kalian mau kemana? bukannya kalian baru saja datang?" tanya Viana


"kami masih ada urusan bisnis. Tolong jaga Sam dulu" ungkap Dinand


"baiklah" tanggap Viana kemudian membuka makanan di meja samping Sam.


"ini untuk kalian" Ira menyodorkan makanan ke arah Sam dan Aldo sedangkan Viana asyik menyantap makanan miliknya sendiri.


"makan yang banyak biar lo cepet sembuh terus cepet pulang!" tegas Aldo dengan nada kesal pada Sam. Viana yang mendengarnya menatap Aldo tajam. Lain halnya dengan Sam yang tidak bergeming dengan makanan disampingnya.


"ayo makan" kata Viana sekali lagi.


"rahangku sakit" keluh Sam.


"astaga!" Viana lupa kalau wajah Sam memang tidak karuan akibat beberapa bogem mentah dari Aldo. Wajar saja jika Sam masih kesakitan dan sulit makan.


"makan pelan-pelan ya" kata Viana menyuapkan sedikit demi sedikit makanan di mulut Sam agar pria bule itu segera pulih.


Aldo mengepalkan tangannya. Ia emosi dengan adegan di depannya. Kenapa Viana begitu memperdulikan Sam ketimbang dirinya padahal mereka berdua sama-sama terluka meski luka Aldo lebih ringan dari Sam.


"dasar manja!" umpat Aldo yang tidak selera lagi dengan makanan miliknya sedangkan Viana dan Sam nampak acuh dengan sikap kekanakan Aldo.


----------


"tante!" sapa Meli yang langsung memeluk tubuh Nita.


"Meli... apa kabar sayang?" Nita sumringah melihat kedatangan Meli.


"sehat tante. Tante sehat?" Meli balik bertanya


"seperti yang kamu lihat"


"tante lagi sibuk masak ya?"


"iya sayang"


"Aldonya ada tante?"


"Aldo lagi keluar dari tadi pagi. Kamu mau ketemu Aldo?"


"hehe iya tan" jawab Meli malu "Meli bantuin tante masak ya sekalian nunggu Aldo pulang" tawar Meli yang disambut hangat Nita.


"kamu bisa masak sayang?"


"bisa donk tan. Makanan kesukaan Aldo apa tante?"


"Aldo suka sama terong balado"


"oh ya? gimana kalo Meli masak terong balado kesukaan Aldo?"


"boleh. Masak yang enak biar Aldo jatuh hati sama kamu" ucap Nita sambil mengelus punggung Meli.


"siap tante" sahut Meli bersemangat. Kedua wanita ini sibuk di dapur dengan masakannya masing-masing. Satu persatu bumbu Meli siapkan. Mulai dari bawang putih, bawang merah, cabai dan yang lainnya.


Setelah 30 menit bergelut di dapur, Nita dan Meli akhirnya selesai memasak.


"menurut tante pas gak bumbunya?" tanya Meli sambil menawarkan masakannya untuk dicicipi mama Nita.


"pas sayang. Masakan kamu enak banget. Aldo pasti suka" puji Nita dengan hasil masakan Meli.


"bibi, tolong siapkan masakan-masakan ini ke atas meja" perintah Nita pada pembantunya.


"baik nyonya".


" tante kayaknya badan Meli udah mulai kotor dan bau keringat. Meli gak yakin ketemu Aldo dengan penampilan kaya gini" keluh Meli dan Nita paham apa yang dimaksud.


"ya udah kamu mandi lagi aja nak. Kamar Aldo ada di lantai 2 di dalamnya ada kamar mandi. Kamu bisa gunain kamar Aldo dulu"


"gak apa-apa tante?"


"ya gak apa-apa donk sayang"


"ya udah Meli bersihin badan dulu tan"


"iya sayang"


Meli melangkah senang ke kamar Aldo. Ia membuka pintu kamar Aldo dan terperangah dengan kamar mewah Aldo. Bahkan kamarnya lebih indah dari kamar hotel bintang 5. Pandangan mata Meli menyusuri setiap sudut kamar pujaan hatinya hingga pandangannya tertuju pada bingkai foto seorang perempuan.


Meli meraih foto itu dengan jantung berdebar. Foto seorang gadis cantik yang tak asing baginya terpampang di kamar Aldo. Ada rasa cemburu dan juga iri dalam hati Meli. Ada hubungan apa antara Aldo dengan gadis dalam foto itu pikirnya.


Setelah memandangi foto itu, Meli tersadar dengan niat awalnya ia masuk ke kamar Aldo. Ia segera melangkah ke kamar mandi dan membersihkan diri sebelum Aldo datang.


"Aldo belum pulang juga tante?" tanya Meli yang sedang menuruni tangga.


"belum. Kamu udah hubungi Aldo?" Nita balik bertanya.


"Aldo gak angkat telfon Meli tan"


"mungkin lagi di jalan"


Seolah tak pernah salah insting seorang ibu. Aldo datang dengan wajah memarnya namun ia bersikap seolah tak terjadi apa-apa.


"kamu kenapa nak?" tanya Nita khawatir dan langsung memeriksa luka Aldo.


"Aldo gak apa-apa mah" jawabnya enggan menutupi kejadian sebenarnya.


"kamu habis berantem?" Tanya Nita sambil mengusap pelan luka Aldo.


"Aldo gak apa-apa mah" sahutnya dengan memasang senyum agar mamahnya tidak khawatir.


"papah mana mah?" tanya Aldo acuh dengan kehadiran Meli.


"papa kamu masih ada kerjaan di kantor" jawab Nita "oh ya kamu sapa Meli dulu" pinta Nita dan Aldo mengangguk malas.


"hai... kamu gak apa-apa?" tanya Meli perhatian.


"gak apa-apa" jawab Aldo menghemat kata.


"Meli udah masakin masakan kesukaan kamu do" ujar mama Nita.


"Aldo masih kenyang mah"


"kamu gak boleh gitu donk nak. Hargai usaha Meli" kata mama Nita menasehati.


"Aldo makan kalo papa udah pulang. Aldo mau istirahat dulu mah"


"tapi...." belum sempat Nita menyelesaikan kata-katanya, Aldo sudah berlalu menuju kamarnya. Meli hanya tersenyum getir saat pandangannya beradu dengan Nita.


"maafin sikap Aldo ya nak"


"gak apa-apa tante" kata Meli berusaha terlihat tegar.