Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
kaya dadakan



"woy.... lo nglamun?" pekik Ira membuyarkan lamunan Viana yang sedang duduk di rerumputan depan Monas.


"apaan sih brisik!" protes Viana tak suka diganggu dalam kesendiriannya.


"lagian elo bukannya olahraga malah ngelamun. Ada apa sih?" tanya Ira penasaran karena Viana terlihat murung.


"gak apa-apa" sahut Viana dengan tatapan kosong. Ira menerka-nerka apa yang sedang difikirkan Viana. Pasti berkaitan dengan Sam atau mungkin Viana sedang merindukan Sam.


"jadi mau cerita atau gak? kalo gak gue mau nyusul Aldo sama Jojo disana" ucap Ira sambil menunjuk ke arah dua lelaki yang dikenalnya sedang push-up.


"gue bingung ra" ucap Viana ragu


"bingung kenapa?"


"Sam nyuruh gue buat ambil alih investasinya dia di kantor" ucap Viana pelan sambil melihat sekitar memastikan Aldo dan Jojo berada di tempat semula.


"maksud elo? gue belum paham"


"maksudnya Sam nyuruh gue buat kelola bisnis dia di kantor kita. Bahkan dia udah ganti nama akun dan rekeningnya berpindah jd kepemilikan gue"


"what????" mata Ira terbelalak lalu membungkam mulutnya tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"ssssttttt... lo brisik tau gak!"


Prok...prok...prok...


Ira tiba-tiba tepuk tangan dengan senyum terukir di bibirnya. Tangannya menepuk-nepuk pundak Viana tanda ia senang.


"selamat... akhirnya elo jadi orang kaya dadakan" ucapnya sambil menjabat tangan Viana.


"ish..." Viana melengos


"elo harusnya bersyukur Vi. Mungkin Sam nglakuin itu semua karena dia merasa bersalah sama elo atau mungkin karena dia gak mau liat hidup elo susah atau bisa jadi itu tanda trimakasih dia karena selama ini elo slalu ada buat dia. Tapi ni ya... gue yakin Sam udah berpikir matang-matang sebelum dia pindahin akun jadi milik elo. Harusnya elo manfaatin sebaik-baik mungkin. Elo buktiin ke Sam bahwa elo bisa menjaga apapun pemberian dari Sam. Elo kelola akun itu sampe punya keuntungan ratusan juta perbulan" Ujar Ira panjang lebar. Viana berpikir dan mencoba mencerna ucapan Ira.


Viana lalu terkekeh "bulan kemaren aja dia profit 200 jt ra" ucapnya dengan mata berbinar


"enak donk lo dapet banyak fee"


"ya begitulah... bahkan dia belum sempet ngambil profitnya. Masih tersimpan di rekening"


"beruntung banget lo dapet rejeki nomplok. Vi.. gue mau makan seafood ya.. please" rengek Ira minta ditraktir


"ya belilah" jawab Viana tak menanggapi kode Ira


"elo yang traktir" ucap Ira dengan mata memohon


" tapi ...." lanjut Viana terpotong karena kedatangan Aldo dan Jojo.


"dasar cewe! bukannya olahraga malah ngrumpi" protes Aldo menghampiri mereka dengan nafas ngos-ngosan.


"tau nih" timpal Jojo sambil menyelonjorkan kedua kakinya.


"gue udah seksi belum?" tanya Aldo sambil menunjukan perut kotak-kotaknya


"ih amit-amit" Viana memalingkan pandangannya ke arah lain.


"gue tau sebenernya elo terkesima dengan kemacoan tubuh atletis gue" kata Aldo lagi


"nglirik aja enggak apalagi terkesima" ucap Viana jual mahal padahal di dalam hatinya, ia benar-benar memuji badan Aldo yang ideal. Bahkan hampir sama ideal dan maconya dengan Sam. Hanya Saja kulit Sam lebih putih dari Aldo.


"mata elo gak normal kali Vi" ledek Ira yang berada di kubu Aldo.


"lo mau makan seafood atau gak?" ancam Viana


"eh.. iya iya.. hehehe. Mata elo normal banget ko bahkan indah. Iya kan do?" ujar Ira minta persetujuan Aldo


"hmm... pasti lo disuap sama Viana ya?" tanya Aldo


"gue pengen donk suap-suapan" sambung Jojo cengar-cengir.


"suapan aja sama kambing" tukas Aldo


"oke...oke... stop perdebatan yang gak penting. Gimana kalo sekarang kita sarapan?" tawar Ira


"nah kalo ini gue demen" ucap Viana sumringah "tapi gue gak mau tau, hari ini gue mau makan sepuasnya dan elo yang harus bayar kaya waktu itu" ucap Viana lagi penuh dengan penekanan sambil melirik ke arah Aldo.


"gue?" tanya Aldo kaget karena ia tidak membawa banyak uang hari ini dan juga kartu ATM dan kreditnya ia tinggal di rumah.


"pasti gak punya uang ya? kasian..." ledek Viana "dasar kere!" ucapnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh Aldo.


Aldo yang merasa harga dirinya jatuh karena ucapan Viana hanya bisa menuruti kemauan gadis itu daripada ia harus mendengar kata pedas dari mulutnya. Ira dan Jojo malah tertawa cekikikan melihat Aldo dan Viana tak pernah akur.


"sabar bro..." ucap Jojo menyemangati sambil menepuk pundaknya.


"gila lo Vi. Lo punya banyak uang sendiri tapi masih minta dibayarin sama Aldo" bisik Ira agar Aldo dan Jojo tidak mendengar ucapannya.


"pembalasan gue ke dia belum berakhir ra" timpal Viana tersenyum licik.