Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Benci



Aldo memeluk Viana erat untuk melepaskan rindunya. Ia masih tak percaya bisa menemukan Viana setelah menghilang sekian lama. Aldo benar-benar menyesal. Ia ingin memperbaiki semuanya.


"maafin gue Vi. Gue nyesel. Jangan tinggalin gue lagi" ucap Aldo penuh penyesalan. Viana lalu ingat dengan semua perlakuan Aldo pada dirinya. Viana melepaskan pelukan Aldo.


"gue benci sama elo" ucap Viana lalu beranjak pergi namun Aldo berhasil meraih tangannya.


"sayang" panggil Sam yang muncul dari dalam. Sam tersulut emosi saat Aldo menggenggam tangan istrinya. Begitupun Aldo, ia emosi karena melihat Sam berada satu rumah dengan calon istrinya.


Sam melepaskan tangan Aldo kasar dari tangan Viana. Perkelahian antara kedua lelaki itu tak bisa dihindari. Viana mendur takut terkena imbasnya. Namun baku hantam antara keduanya semakin sengit hingga membuat Viana harus turun tangan.


"stop!!" teriak Viana mencoba melerai keduanya namun teriakannya bagaikan angin lalu yang tak digubris orang-orang yang emosinya sedang memuncak. Viana lalu meraih tubuh Sam agar ia menghentikan adu jotos dengan Aldo tapi sayangnya Viana yang terkana pukulan dari Aldo hingga sudut bibirnya berdarah.


Viana yang akan roboh langsung dipapah oleh Sam. Aldo yang sadar salah sasaran menghentikan perkelahiannya. Ia semakin merasa bersalah pada Viana. Sam memeluk Viana yang kesakitan lalu membawanya ke kamar mereka untuk segera diobati sedangkan Aldo meredam emosinya dan membiarkan Sam menggendong Viana. Aldo mengikuti mereka di belakang.


Sam dengan segera mengambil air hangat untuk ia kompreskan pada pipi Viana yang mulai lebam terkena pukulan Aldo. Aldo mengambil posisi duduk di tepi ranjang dan mencoba mengelus pipi Viana yang terluka namun Viana menepisnya kasar. Aldo sangat sedih. Ia tidak tau jika emosinya malah akan memperkeruh suasana.


"mending kamu keluar dari kamar ini!" tegas Sam memerintah Aldo sambil membawa air hangat di baskom dengan handuk kecil.


"yang ada elo yang keluar dari kamar ini! dia tunangan gue" balas Aldo menyuruh Sam. Sam malah tertawa mendengar ucapan Aldo.


"kamu belum tau ya? Kita berdua udah nikah" saut Sam. Aldo bagaikan tersambar petir di pagi hari mendengar itu. Ia mencoba menguatkan hatinya.


"omong kosong!" kata Aldo masih tak percaya. Ia pikir ini hanya akal-akalan Sam membodohi dirinya. Mana mungkin Sam menikah dengan Viana sedangkan Aldo tau Sam sudah beristri.


"maafin gue Vi. Maafin gue... gue khilaf. Ini semua emang salah gue" ucap Aldo mencium punggung tangan Viana. Kali ini Aldo benar-benar takut Viana peegi dari hidupnya selamanya. Aldo belum siap mendengar kata-kata perpisahan yang keluar dari mulut Viana langsung. "kita bisa mulai dari awal lagi" lanjutnya membujuk.


"elo pikir segampang itu menata hati yang udah hancur? gak segampang itu!" jawab Viana yang akan menangis jika mengingat bagaimana Aldo dan Liana memadu kasih di ranjang yang seharusnya menjadi miliknya.


"gue dijebak Vi. Elo harus percaya sama gue" jelas Aldo


"dijebak atau gak elo juga menikmatinya kan? gue juga tau lo masih cinta sama ****** itu!" umpat Viana


"gue minta maaf" ucap Aldo menundukkan pandangannya.


"mending elo pergi dan jangan ganggu kehidupan rumah tangga gue dan Sam" perintah Viana tegas. Kata-kata Viana seperti menghipnotis dirinya.


Aldo melangkah keluar dengan muka tentunduk lesu. Tak terasa airmatanya mengalir deras. Aldo harus kehilangan Viana, seseorang yang susah payah cintanya ia perjuangkan. Aldo merasa menyesal karena kebodohannya ia harus menanggung akibat ditinggalkan oleh Viana selamanya.


Aldo berjalan keluar dari rumah mewah Viana. Hujan rintik-rintik menyamarkan tetesan airmatanya. Gelapnya langit sama seperti gelapnya hati tanpa Viana. Tangisan Aldo menggelegar seperti suara petir bergemuruh di langit.


"aaaaaaaaarrgh" teriak Aldo sekencang-kencangnya sambil memukul pintu mobilnya berkali-kali.


Disisi lain, Viana menangis terisak di pelukan Sam. Viana sangat terluka jika mengingat hari dimana Aldo menghianatinya. Bagitu menyakitkan dan sulit untuk dimaafkan. Viana ingin melupakan semua kenangan bersama Aldo dengan membencinya.