Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 7



#Author seneng bgt setelah nunggu tiga hari akhirnya episode extra part 4-5 di acc juga. Hampir putus asa karena di acc-nya lamaaaaaaaaa bgt 😩.


Jangan lupa dukung author dengan like, komen, vote, dan bintang 5 nya ya..... makasih banyak buat kalian yang setia sama novel ini. Oh iya author ganti judul ya karena judul yang lama kurang gimana gitu. Jadi kesannya novel author gak berbobot. So, author putusin untuk ganti judul. Semoga kalian tetep sukaa. ❤❤#


-----


Meli melabrak Liana di apartemennya setelah ia tahu hubungan antara Liana dan Aldo. Meli benar-benar murka saat tau Aldo pernah tidur dengan Liana.


"dasar wanita murahan! elo tuh lagi ngandung anak kakak gue. Masih sempet-sempetnya ya elo godain cowo lain!" umpat Meli kesal dan menarik rambut Liana


"aaaa... sakit" rintih Liana kesakitan karena Meli menjambak rambutnya kasar. Sebenarnya Liana ingin sekali melawan hanya saja untuk saat ini badannya benar-benar lemas karena dari kemarin malam ia sedang demam.


Tidak cukup disitu, Meli mendorong tubuh Liana hingga jatuh tersungkur dan perutnya membentur meja. Liana yang kesakitan masih tetap berada di posisinya.


"gue ingetin sekali lagi sama elo, jangan pernah gangguin Aldo karena dia cuma milik gue!" Tegas Meli memperingatkan tanpa memperdulikan Liana yang kesakitan.


Liana tidak menyangka jika kakak-beradik ini sama-sama kejam. Mereka sama sekali tidak memiliki perasaan. Sudah cukup Liana mendapat siksaan batin dari Rendi dan sekarang giliran Meli yang menyiksa fisik dan hatinya.


Liana terus merintih kesakitan sambil memegangi perut buncitnya. Kehamilannya sudah memasuki trimester ke-2. Sedangkan Meli, bukannya membantu ia malah pergi meninggalkan Liana.


Dengan bersusah payah Liana masuk ke kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menahan sakit. Tapi nyatanya rasa sakit di perut Liana semakin menjadi hingga beberapa menit kemudian ia merasakan selangkangannya basah. Liana menangis saat ia mendapati darah mulai memenuhi sprei silvernya.


Ia mengambil ponselnya dan segera menghubungi Aldo tanpa perdulikan ancaman Meli. Yang ia fikirkan saat ini adalah keselamatan calon bayinya.


-----


"kehamilan ibu Viana udah memasuki 8 minggu ya pak" kata dokter sembari memeriksa perut Viana yang belum buncit.


"oh sebentar.. ini ada dua janin dalam satu kantong. Wah selamat ya bu, bayinya kembar" lanjut dokter. Sam langsung memegang tangan Viana karena senang. Ibarat sekali dayung dua pulau terlampaui. Sebentar lagi mereka berdua akan memiliki bayi kembar. Tapi dari gen siapa? Apakah keluarga Sam punya gen kembar ataukah dari gen Viana?


"kemungkinan bayinya identik" kata dokter lagi.


"bayi saya sehat kan dok?" tanya Sam. Kenapa Sam malah mengklaim bayi itu miliknya? Jelas-jelas bayi itu juga milik Viana. Viana yang mengandung dan itu semua hasil kerjasama mereka berdua bukan hanya Sam.


Setelah memeriksa kandungan istrinya Sam meminta Mang asep untuk menebus obat di apotek rumah sakit. Sedangkan Sam dan Viana pergi menuju mobil. Saat akan keluar dari pintu rumah sakit mereka berdua berpapasan dengan Aldo yang sedang memapah Liana yang juga terlihat buru-buru dan cemas.


Viana yang masih sakit hatinya tidak memperdulikan mereka. Viana tau hubungan Aldo dan Liana akan terus berlanjut dan terbukti sampai sekarang Aldo selalu bersama Liana. Meskipun begitu Viana merasa senang karena Aldo tidak akan mengganggunya lagi.


"hey" Sam mengguncang bahu Viana dan membuyarkan lamunan Viana. "kamu cemburu?" tanya Sam dengan raut wajah kesal.


"haha aku cemburu? ya gak lah sayang" jawab Viana santai. Mana mungkin Viana cemburu. Yang ada ia makin jijik dengan mereka. Bisa-bisa mereka menghianati Viana.


"terus kenapa nglamun?"


"aku gak nglamun sayang. Cuma lagi muji diri aku sendiri. Betapa beruntung aku bisa nikah sama kamu" ucap Viana dan Sam langsung mengecup dahinya.


"aku juga beruntung bisa nikah sama orang yang aku cintai" Dan sedetik kemudian mereka saling berpelukan.