Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Diabaikan



Viana membanting pintu rumahnya lalu berjalan memasuki kamar pribadinya di lantai satu. Ia memposisikan dirinya tengkurap di ranjang dan menangis terisak. Hatinya sakit dan kecewa dengan sikap calon suaminya yang sangat keterlaluan menurutnya.


Viana lalu bangkit dan meraih foto seseorang. Tangisnya malah semakin kuat sambil memandangi foto tersebut. "gue harus gimana?" ucapnya di sela tangisnya mengajak berbicara pada foto itu. Di dekapnya foto itu di depan dada sambil menangis sesenggukan.


Tak lama ia mendengar seseorang membuka pintu depan. Lalu terdengar langkah kaki menaiki tangga. Pasti Ira pikir Viana. Ia lalu menyusul Ira ke kamarnya dan masuk tanpa permisi. Viana melanjutnya tangisnya. Ira yang melihat Viana menangis jadi bingung. Ia membiarkan Viana meluapkan perasaannya lewat tangisnya itu. Jikapun sudah tenang, Viana pasti akan menceritakan sendiri masalahnya tanpa diminta.


Dan benar saja, tanpa menunggu lama Viana membuka mulut dan menceritakan masalahnya pada Ira. Ira menyimak dengan baik sebelum memberi nasehat dan pendapat terbaik untuk sahabatnya.


"ini ujian buat lo dan Aldo menjelang hari pernikahan. Sebelum pernikahan setiap pasangan slalu diuji. Ada yang diuji ekonominya, restu keluarganya, masa lalunya dan sikap pasangannya. Itu udah takdir alam dan elo harus kuat melewati ujian tersebut. Lo yakinin hati elo kalo Aldo itu emang bener-bener pilihan yang terbaik buat elo. Dan kepercayaan itu penting dalam setiap hubungan" terang Ira menasehati Viana dan mencoba menguatkan hati sahabatnya itu.


Viana yang sudah berhenti menangis mencerna perkataan Ira. Memang apa yang Ira katakan adalah benar. Ini ujian sebelum hari pernikahan. Hati Viana lega setelah mendapat siraman qolbu dari Ira.


*****


Viana bersiap menjalankan aktivitas seperti biasa. Ia sudah resign dari kantornya dulu dan sekarang fokus pada bisnis-bisnisnya yang tak diketahui oleh Aldo. Viana tidak ingin terlalu memikirkan masalahnya dengan Aldo. Viana yakin semuanya akan baik-baik saja.


Merasa diabaikan, Aldo terlihat sedih. Puluhan kata maaf dan bujuk rayu yang ia sampaikan pada Viana tak mendapat respon dari gadis itu. Aldo menelfon Jojo yang merupakan asisten manajer Viana tapi Jojo bilang Viana sudah resign dari kemarin dan ia tidak tau alasan Viana resign karena pihak kantor tidak memberitahunya secara rinci.


Sudah empat hari berlalu dan Viana masih mengabaikan Aldo. Viana belum bisa dihubungi calon suaminya karena rasa kesal dan marahnya. Aldo merasa frustasi dan menyesal. Dua hari lagi undangan pernikahan akan disebar tapi Viana masih juga belum ada kabar.


Ponsel Aldo berdering. Aldo dengan segera mangambil ponselnya dan berharap Viana yang menghubunginya. Namun hatinya mencelos saat dilihat panggilan itu bukan dari Viana melainkan dari temannya. Aldo menerima panggilan itu dan terlihat ada senyum di raut wajahnya.


Aldo bergegas pergi ke apartemennya guna memberi tahu pada Liana bahwa ia sudah mendapatkan apartemen untuk Liana tinggali. Aldo akan segera meminta Liana untuk pindah ke apartemen baru. Dengan begitu, ia berharap Viana bisa memaafkannya dan tidak lagi mengabaikannya karena diabaikan oleh orang yang dicintai itu sangat menyiksa batin