Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Aldo part 1



Aldo POV


**********


Hari ini Aldo pulang ke Indonesia setelah beberapa bulan menetap di Amerika. Sejujurnya ia tidak betah tinggal di negeri paman sam itu. Ia lebih betah tinggal di negeri zamrud khatulistiwa.


Seperti ancaman Aldo kemarin pada mamahnya. Ia mau pulang jika tidak bertunangan dengan Meli. Dan berkat campur tangan papahnya, mamah Nita terpaksa harus meredam egonya sesaat guna bisa melihat kepulangan Aldo ke Indonesia karena sebagai orang tua sudah pasti rindu ingin bertemu anak sematawayangnya.


Sepanjang jalan kenangan mata Aldo terus menatap. Tidak banyak perubahan di kota metropolitan ini pun juga dengan hatinya yang masih tetap sama seperti dulu.


Terik matahari seakan tak senada dengan suasana hatinya yang sedikit mendung karena gelisah menahan rindu pada keluarganya dan pada gadis yang sering ia jahili dulunya. Entah apakah dia juga memiliki rasa yang sama atau malah bertepuk sebelah tangan, tapi harapan untuk memilikinya tak pernah padam. Bahkan api kerinduan terus membara di dada.


Mobil alphard itu sudah terparkir dipekarangan rumah yang bernuansa cat putih dengan perpaduan gaya traditional yang didominasi ukiran kayu zaman dulu namun tidak mengurangi kesan mewah.


"Aldo" Nita langsung memeluk anaknya. Aldo membalas pelukan mamahnya erat.


"papah mana mah?" tanya Aldo sambil melepas pelukan mamahnya dan merangkulnya masuk ke dalam rumah megahnya.


"papah ada di taman belakang" segera Aldo langsung melangkah menuju taman dimana papah Bayu sedang membaca koran sambil ditemani sekaleng biskuit kelapa dan teh celup hangat.


"Aldo pulang" ucapnya sambil menyalami tangan Bayu kemudian disusul dengan pelukan. Keluarga Aldo memang begitu hangat. Pelukan adalah bentuk berkasih sayang di keluarga mereka.


"makasih pah" Aldo mengakhiri pelukan papahnya.


"makasih buat apa nak?"


"buat usaha papah sudah bantu Aldo gagalin tunangan dengan wanita yang gak Aldo kenal" bisiknya di telinga Bayu takut kalau mamahnya tiba-tiba mendengar.


Benar saja Nita sedari tadi berdiri di pintu yang berjarak 5 meter dari anak dan suaminya. Matanya terus memandangi dua lelaki yang dicintainya dengan perasaan haru serta bahagia karena bisa berkumpul lagi.


"sayang mau mamah buatkan makanan?" tanya Nita menghampiri keduanya.


"nanti aja mah. Sekarang Aldo mau istirahat di kamar dulu"


"oh yaudah"


Aldo segera melangkah ke kamarnya di lantai dua. Tidak ada yang berubah di kamarnya. Tata letak barang-barangpun masih sama seperti sebelum ia tinggalkan. Tiba-tiba matanya menangkap figura dengan foto seorang gadis berambut hitam panjang sedang tertawa lepas dengan temannya. Gadis itu memakai rok hitam selutut dengan kemeja hijau tosca dan syal yang sengaja ia bentuk bunga diatas dadanya membuat penampilannya nampak feminim dan elegan .Foto itu Aldo ambil diam-diam tanpa sepengetahuan empunya.


"hai apa kabar?" tanya Aldo yang tangannya sudah meraih figura. Perlahan ia meraba poto itu tepat dibagian wajah sang gadis. Ada kerinduan mendalam di hatinya.


---------------


Jam menunjukan pukul 6 pagi. Aldo sudah berada di tempat fitnes yang masih di sekitar rumahnya. Ia setiap pagi memang rutin berolahraga. Diruangan lain, mamah Nita sedang menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya dibantu bi Tuti, asisten rumah tangganya. Tepat pukul 7 pagi keluarga kecil Bayu sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama.


"hari ini kamu ada rencana mau kemana nak?" tanya Nita ditengah sarapan keluarganya


"gak kemana-mana mah" jawab Aldo sambil memasukan roti ke dalam mulutnya.


"gimana kalo kamu ajak Meli makan malam?"


Mendengar usul mamahnya, Aldo menghentikan kunyahan dimulutnya. Ia berfikir sejenak untuk menolak ata mengiyakan usulan mamahnya. Sedangkan Bayu hanya menatap ke arah Aldo menunggu jawaban dari anaknya. Belum sempat Aldo menjawab, Nita sudah membuka suara lagi


"setidaknya kalian saling kenal dulu. Tau satu sama lain. Siapa tau cocok"


Aldo masih diam seribu bahasa. Tapi apa salahnya ia mencoba. Setidaknya ini kesempatan ia untuk mencari celah kekurangan Meli agar bisa dijadikan alasan suapaya mamahnya mengurungkan niat menjodohkan mereka selamanya.


"Iya. Sesuai perintah mamah" jawab Aldo sambil melihat ke arah papahnya dan dibalas dengan tatapan juga oleh papah Bayu seakan ia mengerti apa maksud terselubung Aldo menerima usulan mamah Nita.