Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 16



Sudah genap satu bulan usia pernikahan Aldo dan Liana. Mereka kini sudah pindah ke apartemen Aldo yang sebelumnya Liana pernah tinggal disana selama dua pekan saat Aldo masih menjalin hubungan dengan Viana.


Sebenarnya Liana masih merasa tak enak hati karena sudah merusak hubungan Aldo dan Viana. Tapi apa daya ia juga disuruh oleh Rendi untuk merusak hubungan mereka berdua. Disisi lain Liana juga bersyukur karena ia bisa mendapatkan Aldo kembali setelah sekian tahun dipisahkan meski harus menanggung sakit fisik dari Rendi.


"udah siap?" Aldo meraih kunci mobil di atas nakas.


"udah" buyar dari kemelut pikirannya Liana menoleh ke arah Aldo. Sesaat ia membenarkan dasi yang melilit leher suaminya lalu menepuk bahunya pertanda sudah rapi. Liana menggandeng tangan Aldo lalu masuk ke dalam lift menuju basement tempat mobil Aldo terparkir.


Liana kini bekerja sebagai sekretaris Aldo di perusahaan ayah mertuanya yang kini dikelola oleh suaminya sepenuhnya. Bukan atas keinginan Liana ia bekerja menjadi sekretaris pribadi Aldo tapi ini semua karena keinginan Aldo sendiri.


Bukan tanpa sebab, Aldo sengaja menjadikan Liana sekretarisnya agar ia bisa bersama Liana dan memantaunya sepanjnag hari. Bukan pula berprasangka buruk tapi Aldo meminimalisir kemungkinan terjadi hal-hal buruk yang akan menimpa istrinya menilik hubungannya dengan Rendi tidak baik. Aldo tau siapa Rendi. Pria itu selalu menghalalkan segala macam cara demi mendapatkan apa yang ia inginkan dan Aldo sedang berusaha untuk menghindari kemungkinan buruknya.


Liana yang dulunya wanita karir tidak begitu kesulitan saat bekerja dengan suaminya. Tidak dipungkiri Aldo juga sering membantu pekerjaan Liana karena tak ingin membebankan istrinya.


Setelah berkutat dengan laptop beberapa jam akhirnya jam makan siangpun tiba. Aldo mengajak Liana makan di restauran yang ada di lantai bawah gedung perusahaannya.


Seperti halnya pengantin baru lainnya, mereka berdua terlihat sangat lengket. Mereka masuk ke salah satu restoran dan mengambil tempat duduk disebelah jendela sehingga bisa menikmati pemandangan di luar.


Tanpa mereka sadari ada empat pasang mata yang sedang mengawasi gerak-gerik mereka dari kejauhan.


🌷🌷🌷


Ira melihat ada tiga orang tamu yang sedang mengobrol dengan Sam dan Ira sudah dapat mengenalinya karena mereka adalah teman-teman Sam. Selang 45 menit Ira keluar dari kamarnya yang terletak di lantai satu untuk menemani Lucy dan Louisa bermain.


Saat itu Lucy dan Louisa sedang merebutkan boneka barbie berambut panjang dengan gaun berwarna ungu.


"ponakan aunty jangan rebutan gitu donk... nanti aunty beliin lagi boneka barbienya" Ira melerai perebutan sengit mereka dengan mengambil boneka dari tangan keduanya. "aaww" jeritnya saat tangannya digigit Louisa karena kesal boneka barbienya diambil.


Ira menggenggam jari telunjuk yang digigit Louisa dengan tangan kirinya agar rasa sakitnya berkurang. Terlihat bekas gigitan gigi kecil yang cukup tajam hingga membuat jari Ira hampir berdarah.


Sesaat kemudian Ira merasakan tangan seseorang menyentuh jari tangannya yang terluka lalu meniupnya. Ira menoleh ke pemilik tangan itu dan ternyata Hilmaz yang melakukannya. Sejak keluarnya Ira dari kamar Hilmaz mengikutinya dan memperhatikan semua kejadian yang telah berlangsung.


Mendapat perlakuan itu Ira gugup setengah mati. Kegugupannya tak berlangsung lama ketika ponselnya berdering lalu ia mengangkatnya.


"aku ada di luar gerbang." ucap seseorang dari dalam panggilan telfon. Astaga! Ira melupakan kalau ada janji dengan Jojo untuk malam mingguan. Dengan terburu-buru Ira pergi tanpa ucapan terimakasih meninggalkan Hilmaz yang masih berdiri memperhatikam langkah gusarnya.


🌷guys jangan lupa baca novel author yang baru. Judulnya my love my classmate. Nanti author bakal update tiap hari disana. Untuk hari ini author pengenalan dulu jadi baru ngasih 1 bab disana. Jangan lupa like, komen, dan votenya. Semoga kalian suka dengan karya baru author 🌷


🤗🤗🤗