
"Viana" panggil Sam yang tak mendapati Viana di sampingnya.
"ya" sahut Viana dari dalam toilet. Sudah hampir 30 menit Viana berada di toilet dan masih enggan keluar.
"what are you doing?" tanya Sam lagi
"nothing" jawab Viana singkat lalu menghapus airmatanya dan mencuci mukanya agar tak terlihat seperti orang menangis. Walaupun begitu tetap saja mata lebamnya tak bisa disembunyikan. Viana keluar dan melihat Sam sedang memakai kaos.
"mau kemana?" tanya Viana
"gak kemana-mana" jawabnya lalu mendekati Viana. "kamu gak laper?" sambungnya sambil merapikan rambut Viana.
"sedikit" jawab Viana mengelus-elus perutnya.
Kruyuuuukkk..... cacing diperut Viana meronta-ronta tak sabar untuk segera diisi makanan. Sam dan Viana tertawa mendengar suara perut yang nyaring. Viana yang merasa malu menyembunyikan mukanya di dada bidang Sam. Sam membalas dengan memeluk Viana lalu mengecup pucuk kepalanya.
"ya udah aku telfon sopir dulu buat beli makanan" kata Sam sambil melepaskan pelukannya dan meraih ponselnya yang berada di nakas lalu menghubungi seseorang.
Selang 15 menit, makanan pun datang. Sam dan Viana makan bersama. Seperti biasa Sam mendudukan Viana di pangkuannya dan menyuapinya dengan telaten. Viana pasrah saja menilik ini adalah pertemuan terakhir mereka. Viana ingin mengukir kesan terakhir dengan indah.
Selesai makan dan merapikan bekas makannya. Mereka berdua berbincang dengan posisi yang masih sama yaitu Viana duduk di pangkuan Sam. Viana memiliki banyak pertanyaan di hatinya dan ia rasa itu perlu dipertanyakan pada Sam.
"Sam kenapa kamu gak cinta sama istri kamu?" tanya Viana ragu takut Sam tidak mau menjawab.
"karena kami dijodohkan. Bukan menikah karena cinta" jawab Sam sambil merapikan rambut Viana yang lembut dan harum.
"tapi kalian punya anak kan?" tanya Viana lagi.
"iya. Ah ini fotonya, kamu mau liat?" tawar Sam lalu membuka ponselnya. Viana melihat foto gadis kecil yang lucu dan menggemaskan dengan seorang wanita yang lebih tua darinya namun terlihat cantik dan sangat keibuan.
"istri aku gemuk" Sam terkekeh
"entahlah. Tapi aku gak pernah Cinta sama istriku meskipun dia sudah menemaniku selama ini" jawab Sam mantap. Viana menganggukan kepala. Ia melihat kejujuran dalam hati Sam.
Viana melihat jam tangannya yang sudah menunjukan pukul setengah delapan. Viana merangkul Sam erat dan terisak karena beberapa menit lagi mereka akan berpisah untuk selamanya. Sam mengelus punggung Viana untuk menenangkan gadisnya.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Sam segera bangun dan membuka pintu. Terlihat Dinand berdiri di luar pintu dengan pakaian rapi sambil menenteng koper besar.
"hai... how are you Dinand?" tanya Viana
"i am not fine" jawabnya sedih
"why?"
"because i will leave Indonesia. I love Indonesia" jawab Dinand lagi. Viana tertawa tapi hatinya menangis mendengar jawaban Dinand.
Dinand lalu pergi. Sam menutup kembali pintunya lalu memakai jaket. Viana mengerti bahwa ini waktunya ia harus berpisah dengan Sam. Sam menenteng kopernya dan keluar dari kamarnya. Viana yang sudah berada di luar kamar berjalan mendahului Sam yang masih mengunci pintunya. Langkah Viana gontai seperti tak bertenaga. Hatinya berkecamuk tak ingin berpisah dari Sam tapi ia tidak ingin menentang takdir.
Viana membalikan badannya dan berlari kearah Sam yang berjarak 10 meter sambil berderai airmata. Ia memeluk Sam. Sam membalasnya dengan kembali memeluk Viana erat. Beberapa kali Sam mencium pucuk kepala Viana dan mengelus punggungnya.
"it's ok baby.... we will meet again" ucap Sam mencoba menenangkan Viana yang tangisannya makin terisak.
"we will meet again" kata Sam lagi namun Viana tetap terisak.
"i promise we will meet again" lanjutnya sambil mengecup kening Viana lalu melepaskan pelukannya. Viana mengangguk dan pergi melangkah mendahului Sam. Sam berhenti di lobby sambil melihat kepergian Viana yang masih menangis tanpa terisak. Dinand, Gofar, dan Hilmaz terlihat bingung dengan situasinya.
Viana yang sudah berjarak jauh dari tempat Sam berdiri kembali membalikan badannya. Ia melihat Sam masih mematung sambil melihat kearahnya. Viana menyeka airmatanya dengan tissue dan tersenyum hambar.
"good bye my heart" ucap Viana yang menghilang dari pandangan Sam.
Flashback Off