Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Aldo part 2



Langkah kaki sepasang manusia memasuki mobil. Aldo memilih duduk di depan dengan mang Asmadi sopir pribadi keluarganya. Sedangkan Meli duduk di belakang sendirian sambil memasang muka masamnya karena Aldo lebih memilih duduk di samping sopir dibanding duduk disampingnya


"kita mau makan malam dimana?" tanya Meli sambil mengelus pundak kanan Aldo dari belakang. Ia mencoba memecah keheningan di dalam mobil. Mendapat perlakuan itu dari Meli, Aldo langsung menepis tangan Meli.


"kita ke mall xxx dulu. Ada yang harus gue beli. Habis itu kita dinner"


Mendengar jawaban Aldo, Meli dengan percaya diri menebak pasti Aldo ingin membelikan sesuatu untuknya. Bibirnya terus menunjukan senyum bahagia. Tidak dipungkiri, Meli memang dari dulu sangat mengagumi Aldo sehingga ia meminta pada mamah Nita agar perjodohan mereka tetep di lanjutkan. Lain halnya dengan Aldo, ia seakan menutup rapat pintu hatinya untuk wanita lain.


Selesai membeli sesuatu yang Aldo inginkan. Ia langsung masuk ke restoran khas Indonesia di dalam mall tersebut. Ia memilih restoran Indonesia karena kangen dengan masakan nusantara yang sulit ia temui di Amerika.


Meli yang berjalan di belakang Aldo menyusulnya masuk ke dalam restoran. Ia memilih duduk di samping Aldo supaya bisa berdekatan dengan lelaki idamannya. Setelah memesan makanan, Meli menyandarkan kepalanya di bahu Aldo.


Entah apa yang ada dalam otak gadis ini. Ia seakan tak tau malu bahwa ini tempat umum dan Aldo merasa risih dengan sikapnya.


"tolong jaga sikap kamu Mel" protes Aldo agar Meli berhenti menyandarkan kepala di bahunya.


"ayolah.. bentar lagi kan kita tunangan. Apa salahnya kita terus seperti ini dan saling mengenal satu sama lain" ucap Meli manja enggan menegakkan kepalanya dan terus bersandar di bahu Aldo.


Tanpa perintah lagi, Aldo langsung menggeser tubuhnya menjauh dari Meli. Meli pun langsung menegakan kepala. Aldo benar-bebar tidak suka dengan gadis yang agresif apalagi dengan orang yang baru dikenal. Contohnya seperti Meli.


"cepat habisin makanannya setelah itu kita pulang!" tegas Aldo langsung melahap makanan di depannya agar cepat selesai dan bisa terbebas dari Meli.


"kenapa harus buru-buru?" tanya Meli polos


"gue capek mau istirahat" balas Aldo singkat


"oke. Kita bisa jalan lagi lain waktu. iya kan?" tanya Meli memastikan


"liat aja nanti" saut Aldo sambil menasukan suapan nasi terakhir ke dalam mulutnya. Aldo menghabiskan makanannya seperti sedang ikut lomba makan. Bisa dibilang makan malam maraton.


Meli yang belum menghabiskan makanannya hanya bisa pasrah jika Aldo meninggalkannya. Tapi Aldo bukan cowo pengecut yang meninggalkan cewe begitu saja. Eh... tapi bukankah Aldo pernah meninggalkan Viana begitu saja? bahkan tanpa kabar. Sampai sekarang pun sama. Tidak ada yang saling mengabari atau seenggaknya sekedar say "hai".


Detik itu juga Aldo langsung teringat dengan Viana. Mungkin sekarang Viana sangat membecinya. Tapi itu akan terjadi jika Viana memiliki perasaan yang sama. Nyatanya perasaannya hanya untuk pria bule itu, bukan untuknya. Pikir Aldo.


Aldo memang pernah jadi pengecut sekali. Tapi ia tidak ingin mengulanginya lagi. Aldo tidak ingin dicap sebagai lelaki pengecut. Itu sebabnya meskipun ia tak nyaman berada di dekat Meli. Ia tetap menunggu meli menyelesaikan makannya dan mengantarnya pulang.