
"good morning baby" sapa seseorang lewat sambungan telfon
"good morning" balas Viana setelah menjemur pakaian di lantai 2.
"i miss you" ucap Sam tanpa malu-malu. Viana hanya tersenyum smirk tanpa membalas ucapan Sam meskipun hatinya juga senang mendengar kalimat itu dari mulut pria bulenya. Viana berbaring di ranjangnya sambil mengatur nafas.
"udah sarapan?" tanya Viana berusaha mengalihkan pembicaraan.
"belum" jawab Sam singkat.
"kenapa?"
"aku mau sarapan bareng kamu" jawab Sam. Viana hanya menganggap Sam sedang menggodanya karena ia tau Sam setiap hari selalu sarapan bareng sahabat-sahabatnya. "Dinand dan yang lainnya masih tidur. Katanya mereka akan bangun jam 11 karena semalem ada kerjaan bisnis" lanjut Sam seakan tau apa yang difikirkan Viana.
"gitu? jadi kamu belum sarapan?" tanya Viana sekali lagi
"belum. Aku pengen pesen makanan tapi gak ngerti caranya. Kamu bisa ke apartemen aku gak? terus kita sarapan bareng disini" ajak Sam memohon pada gadis pujaannya.
"hmmm.. oke deh. Tapi aku siap-siap dulu ya" Viana beranjak dari ranjangnya "satu jam lagi aku sampe apartemen kamu" ucapnya lalu mematikan panggilan.
Viana segera masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual paginya. Biasanya ia hanya mandi sekali ketika libur yaitu di waktu sore. Tapi karena hari ini ia akan pergi keluar jadi tidak mungkin jika ia pergi tanpa mandi.
"Ra gue cabut dulu ya" izin Viana setelah selesai berdandan.
"mau kemana pagi-pagi gini?" tanya Ira yang masih malas-malasan di ranjangnya.
"udah jam 8.30 menit lo bilang pagi-pagi? Dasar ratu tidur lo" Ira terkekeh mendengar celotehan Viana karena apa yang diucapkan Viana ada benarnya.
"udah ah.. gue harus nyampe jam 9 nih. Bye!" ucap Viana yang sudah menghilang tanpa memberi kesempatan Ira menjawabnya walaupun mulutnya sudah terbuka dan siap untuk melontarkan pertanyaan yang masih ada di benaknya.
------------
"ayam geprek?" Tanya Sam merasa asing dengan makanan tersebut.
"iya ayamnya di geprek terus dikasih sambal" terangnya.
"aku gak mau. Ini kan masih pagi sayang masa makan yang pedes" tolak Sam yang tidak sependapat dengan Viana.
"terus kamu mau makan apa?" tanya Viana berusaha mengalah dan ia juga memaklumi Sam belum tentu doyan makan ayam geprek.
"burger king!"
"bentar" Viana kemudian mengetik nama burger tersebut di kolom pencarian aplikasi go-foodnya "ini.. kamu mau yang mana?" lanjutnya lagi sambil memperlihatkan berbagai macam burger di layar ponselnya.
"yang big size aja sama kentang dan minumnya" tunjuk Sam pada salah satu burger berukuran besar dan berisi komplit.
"oke. Udah ya.. jadi totalnya 160 ribu plus ongkir" terang Viana yang hanya memesan satu. Itu artinya Viana tidak memesan makanan untuk dirinya sendiri. Ia hanya memesan untuk Sam. "15 menit lagi makanan sampai" lanjutnya sambil terus melihat ke arah ponselnya mengawasi pesanan makanan.
Sam lalu mengambil uang di laci. Viana bisa melihat bergepok-gepok uang yang Sam pegang. "ko dia santai banget ya nunjukin tempat nyimpen uangnya di depan orang asing. Gak takut dicuri apa? eh tapi aku juga gak mungkin nyuri." gumam Viana pada dirinya sendiri
"nih 200 ribu" Sam memberikan Viana uang untuk dibayar ke tukang ojek pengantar makanan. "jadi?" lanjut Sam ambigu.
"jadi apa?" tanya Viana tak mengerti.
"jadi sekarang kita ngapain dulu sambil nunggu makanan?" tanya Sam dengan senyum menyeringai. Viana seakan tau apa yang ada di otak Sam.
"jadi ya tunggu sampai makanan datenglah" jawab Viana menepis pikiran negatifnya.
"jadi gimana kalo sekarang aku makan kamu dulu?!" Sam berusahan menangkap Viana yang dengan gesit menghindar darinya. "kena kau!" ucap Sam yang berhasil menangkap Viana dan Viana terus memberontak.
Merasa lucu dengan reaksi Viana yang gelisah, Sam tertawa lebar seakan puas sudah menggodanya. Sam lalu memeluk Viana erat dan Viana tak lagi melawan.