Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 12



Sam baru sampai di Bandara Internasional Kertajati Majalengka. Ia lalu melanjutkan perjalanannya ke Cirebon untuk beristirahat di hotel Aston yang terletak di tengah kota Cirebon.


Esok hari Sam akan meeting bersama perwakilan dari beberapa perusahaan untuk kerjasama dengan rekan bisnisnya yang berasal dari Cirebon, Tegal, Brebes, Semarang dan lain-lain.


Sebelum tidur Sam memilih menghubungi istrinya. Benar saja Viana sudah sedari tadi menunggu kabar darinya karena semenjak Sam berangkat ia menonaktifkan ponselnya.


Sam merasa kasihan pada Viana karena istrinya itu tidak akan bisa tidur jika tidak ada Sam disampingnya. Terbukti di jam 12 malam ini Viana masih terjaga dengan mata panda yang masih terlihat samar. Mungkin bawaan jabang bayi juga.


Baru setelah satu Jam mereka melakukan Video call, Viana bisa tidur dengan panggilan masih tersambung. Sam sangat gemas melihat tingkah istrinya yang berubah 90 derajat semenjak ia hamil. Tapi Sam bisa memakluminya. Ia juga tidak keberatan dengan sifat manja sang istri meski terkadang Sam harus menyediakan stok kesabaran yang ekstra.


-----


"Ra, gue pengen nasi goreng selimut" pinta Viana memulai drama paginya saat baru menuruni anak tangga.


"gue kasih tau bi Ida dulu ya" Ira buru-buru ke dapur namun langkahnya terhenti karena ucapan Viana.


"gue pengennya buatan elo Ra" ******! jangankan bikin nasi goreng selimut, bikin tempe goreng aja Ira tidak tau resep dan cara bikinnya.


Ira memejamkan matanya. Benarkan tebakan Ira, selama tidak ada Sam pasti ia yang akan menjadi tumbal ngidamnya Viana. Tuhan, bantu Ira.


"makanya sekarang belajar" what the hell! Seandainya Viana sedang tidak hamil, ingin rasanya mulut Ira mengomel pada sahabatnya itu. Sumpah demi apapun bibirnya sudah sangat gatal.


"ya udah gue minta diajarin bi Idah ya" baiklah daripada Viana ngambek tidak jelas karena ia tidak menuruti keinginannya, lebih baik Ira menawarkan untuk dibantu bi Ida.


Viana mengangguk setuju. Akhirnya Ira bisa bernapas lega melihat anggukan Viana. Sam lo cepet balik, please batin Ira.


Setelah 30 menit nasi goreng buatan Ira akhirnya sudah jadi. Ira segera mengantarkannya pada Viana yang berlagak seperti bos yang menyilangkan kedua kakinya sambil memainkan ponsel.


"ni, nasi goreng elo udah jadi" Ira menyodorkan hasil karyanya ke Viana.


"makasih" Ucap Viana antusias dengan mata berbinar.


"yaelah gue kira nasi goreng selimut itu kaya gimana. Ternyata cuma nasi goreng yang digulung pake telor dadar" decih Ira


"enak" puji Viana setelah tiga suap nasi goreng masuk le mulutnya. Ira tersenyum karena senang hasil karyanya dipuji. "tapi gue udah kenyang. Tadi pas nunggu elo bikin nasi goreng gue makan roti coklat" lanjutnya.


Sabar Ira sabar. Yang sedang elo hadapi ini cewek bunting. Bisik malaikat ditelinga kanan Ira. Ia mendengus kesal tanpa sepatah katapun dan tanpa ba bi bu ia mengambil alih nasi goreng buatannya dan melahapnya sampai habis. Detik itu juga Ira langsung pergi meninggalkan Viana untuk bersiap pergi ke kantor takut kalau Viana akan meminta yang aneh-aneh lagi.