Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 18



"loh ko ada Aldo?" adalah pertanyaan yang terlontar dari mulut Ira begitu saja saat membuka pintu dan mendapati sosok Aldo dan Liana yang mengantar Viana pulang.


"kamu tinggal disini?" saling melempar pertanyaan antara keduanya karena masih belum memahami situasinya. Ira mengangguk menandakan iya.


Ira mempersilahkan Aldo dan Liana masuk ke dalam. Liana tampak canggung saat memasuki rumah Viana yang bergaya modern dan tak jauh mewah dengan rumah mertuanya.


"aku buatin minum dulu ya" ucap Ira sebelum melenggang ke dapur untuk meminta bi Ida membuatkan minuman dan camilan untuk kedua tamunya.


"kamu udah lama tinggal disini?" tanya Aldo


"begitulah" jawab Ira


"brarti selama ini kamu...?" Aldo tak dapat menyelesaikan kalimatnya karena Sam sudah muncul diambang pintu.


Saat memasuki halaman rumahnya, Sam melihat sebuah mobil yang tidak ia kenal. Sam melenggang masuk dan ia terkejut saat Aldo berada di rumahnya. Tapi Sam lebih terkejut lagi ketika melihat seorang wanita yang mirip sekali dengan istrinya. Sebenarnya ini adalah kedua kalinya Sam bertemu Liana. Pertemuan pertamanya saat di apartemen Aldo. Tapi waktu itu Sam tidak melihat jelas muka Liana karena wanita itu memeluk Aldo dari belakang hingga wajahnya tak dapat Sam lihat dengan jelas seperti saat ini.


Suasana pun mulai canggung. Sam bingung antara meminta kejelasan atas kedatangan Aldo atau mencari istrinya di kamar. Aldo tau apa yang ada di fikiran Sam. Karena tidak ingin lelaki itu salah paham Aldo lebih baik membuka suara terlebih dulu.


"Viana ada di dalam" ujarnya dan sedetik kemudian Sam menaiki anak tangga untuk menyusul istrinya.


"ada apa?" tanya Ira yang nampak kebingungan.


"gak tau. Mungkin mereka lagi ada masalah" jawab Aldo


"lo kenapa bisa bareng Viana? Bukannya tadi Viana pergi sama Sam ya?" lanjut Ira.


"tadi gue sama Liana gak sengaja satu lift bareng Viana. Viana nangis di dalam lift. Karena gak tega akhirnya gue sama istri gue anter dia pulang" terang Aldo.


"tunggu... lo bilang apa tadi? istri?" sahut Ira


"oh iya gue lupa bilang. Gue udah nikah sama Liana minggu lalu" kata Aldo. Liana tersenyum ke arah Ira dan Ira pun membalasnya.


"selamat ya" ucap Ira menyalami Liana


-----


Viana yang sudah masuk sedari tadi meringkuk di kamar mandi dengan kedua tangan yang memeluk lututnya. Viana benar-benar kecewa dengan Sam. Bagaimana bisa suaminya itu melupakan Viana begitu saja dan malah asyik bergurau dengan wanita lain.


Guyuran air di shower menyamarkan airmata yang jatuh karena rasa kecewa dan cemburunya. Semua lelaki memang sama, batin Viana. Lihat saja nanti, Viana tidak akan mau berbicara dengan Sam.


Sam masuk ke dalam kamarnya dan tak melihat adanya Viana. Telinganya mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi. Pintunya pun tertutup rapat. Sam yakin Viana ada di dalam kamar mandi.


Tok


Tok


Tok


"sayang?" panggil Sam sembari mengetuk pintu kamar mandi. Tak ada sahutan dari dalam kamar mandi. Baiklah Sam akan menunggu 10 menit saja. Mungkin Viana sedang mandi sehingga ia tidak mendengar ketukan pintu dan panggilan dari Sam.


Sambil menunggu istrinya di dalam kamar mandi, Sam membuatkan susu khusus ibu hamil karena memang sekarang adalah jadwal Viana minum susu untuk menunjang gizi calon bayi kembarnya.


Sam melihat jam yang terpasang apik di dinding. Sudah 11 menit ia menunggu tapi belum ada tanda-tanda Viana akan keluar dari kamar mandi. Perasaan Sam mulai khawatir. Sam sudah tak sabar lagi. Ia lalu mendobrak pintu kamar mandi secara paksa.


"astaga" ucap Sam saat melihat Viana berendam di air dingin di dalam bathub dengan bertelanjang dan shower yang tak ia matikan.


Sam membopong tubuh Viana yang mulai kedinganan dengan gaya ala bridal style menuju ranjangnya. Viana masih memejamkan matanya dan itu membuat Sam khawatir. Bukan khawatir pada Viana saja melainkan pada bayi kembar di dalam rahim istrinya.


Setelah mengeringkan tubuh Viana, Sam menutupinya dengan selimut tebal agar terasa hangat. Saat tangannya akan menelpon dokter pribadinya, ia mendengar suara dengkuran halus sang istri.


"syukurlah" batin Sam. Ternyata Viana hanya tertidur. Sam memandangi wajah cantik istrinya. Ia bisa melihat mata Viana yang sembab karena terlalu banyak menangis.


"maafin aku sayang" ucap Sam dengan tangan kanan yang menyelipkan anak rambut ke telinga Viana. Ia lalu mencium pipi mulus istrinya kemudian merebahkan tubuhnya disamping Viana sambil memeluknya dari belakang agar tangannya leluasa mengelus perut sang istri yang nampak buncit.