Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Pergi



"ayo ra cepetan" pinta Viana menunggu Ira yang masih membereskan meja kerjanya sebelum pulang.


"kenapa sih buru-buru amat?" tanya Ira masih tetap fokus pada kerjaannya.


"pengen cepet nyampe kosan aja" kilah Viana yang sebenarnya tidak ingin dijemput Aldo. Namun takdir berkata lain, Aldo sudah berdiri di samping Viana dan siap untuk membawa gadis itu pergi.


Kehadiran Aldo tentu saja membuat para karyawan yang ada di ruangan itu menjadi sedikit gaduh, ada yang berbisik, dan ada yang melirik Viana dengan tatapan sinis.


Degh


Jantung Viana berdesir saat tatapan mereka beradu. Namun keduanya masih sama-sama bungkam seakan mereka sedang berkomunikasi lewat getaran mata keduanya.


"ayo" ajak Aldo. Viana mendengus kasar. Ia berfikir alasan apa agar bisa menolak ajakan Aldo.


"gue capek, pengen cepet pulang!" timpal Viana ketus. Ira mengerti maksud Viana tadi yang mengajaknya buru-buru pulang karena tidak ingin pergi dengan Aldo.


Namun tangan Aldo tiba-tiba meraih tangan Viana dan membawanya pergi entah kemana. Kejadian ini tentu membuat karyawan yang melihat adegan tersebut semakin gaduh.


"dasar cewe kegatelan"


"sok cantik"


"murahan"


"ih so sweet tau"


"gue pengen kaya mereka"


Dan masih banyak lagi komentar dari para netizen budiman yang melihat tingkah Aldo dan Viana.


"kenapa harus digandeng gini sih!" protes Viana berusaha melepaskan tangan Aldo dari tangannya sambil mengimbangi langkah Aldo yang cepat. "lepasin gak" lanjutnya lagi. Namun Aldo masih keukeuh menggandeng tangan Viana hingga ke lantai dasar tanpa berkata apapun.


"sayang" panggil seseorang yang suaranya tak asing bagi Viana. Viana dan Aldo menoleh ke sumber suara. Viana yang airmukanya merah padam kini berubah lebih tenang. "ada apa?" tanya Sam sambil melihat ke arah Aldo.


Aldo memutar bola matanya malas "selalu aja makhluk ini yang jadi pengganggu" gumam Aldo dalam hatinya.


"kamu kan...." Sam berusaha mengingat Aldo yang mukanya tak asing


"mantan manajer Viana" jawab Aldo dingin


"ah.. aku inget sekarang" ucap Sam "ayo kita pulang sayang" ajak Sam dan Viana menurutinya. Menjemput Viana memang kegiatan rutin Sam akhir-akhir ini.


"tunggu!" Perintah Aldo dan pasangan yang baru saja melangkah lalu berhenti sambil memutar badannya. "malam ini gue yang antar dia pulang" jelas Aldo yang sudah mengubah posisinya berdiri di samping Viana.


"maksud kamu apa?" tanya Sam tidak ikhlas


"do, please jangan ganggu gue lagi. Jangan pernah menampakan muka lo di depan gue lagi. Gue gak mau berurusan dengan lo lagi. Tolong mengerti!" gertak Viana tak ingin mendengar perdebatan antara Sam dan Aldo. Perkataannya barusan tanpa sadar membuat hatinya remuk. Begitupun dengan Aldo


"baik! sesuai keinginan lo Vi" jawab Aldo kemudian berlalu meninggalkan Viana dan Sam.


Mata Viana berkaca-kaca. Entah apa yang membuat hatinya begitu sakit melihat kepergian Aldo. Tapi hatinya juga masih sakit melihat Aldo bermesraan dengan wanita lain.


Tak tahu kapan Viana sadar bahwa Aldo hanya mencintainya. Sekeras apapun usaha Aldo, sedalam apapun perjuangan Aldo, nyatanya sia-sia. Gadis itu lebih memilih orang lain dibanding dirinya yang tulus.


Tahu Viana menangis, Sam menghapus airmata gadisnya dan merangkulnya untuk menenangkan hatinya sejenak. Airmata Viana meluncur deras di permukaan pipinya. Bukankah sekarang hatinya milik Sam tapi kenapa ia begitu sedih dengan kepergian Aldo?


"**Dear readers, jangan lupa vote dan koin kalian untuk novel kesayanga kalian ini. Support kalian sangat berarti untuk author"


___salam sayang dari author untuk kalian semua___


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**