Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Salah paham



Setelah pulang kerja Aldo berencana menjenguk Viana ke rumah sakit. Ia membawa buah, beberapa makanan dan tak lupa juga membeli bunga.


Aldo tidak sabar ingin sekali bertemu dengan Viana. Ia percepat laju mobilnya. Kebetulan ia lewat jalan tol jadi tidak terlalu macet.


Dengan barang bawaan yang lumayan banyak membuat Aldo agak susah membawanya. Ia lakukan semata-mata demi Viana. Gadis yang kini sudah memiliki hatinya sepenuhnya.


Di ruang rawat, Viana, Sam dan Ira sedang bercengkrama. Mereka asyik membicarakan sesuatu dengan topik pembicaraan yang berbeda-beda. Perlahan, Ira mulai menyukai sikap Sam yang ternyata humoris dan penuh perhatian kepada sahabatnya itu.


Suara tawa terus terdengar dari ruangan Viana. Viana sendiri merasa sangat terhibur dengan hadirnya Sam dan Ira. Ia merasa semuanya akan baik-baik saja. Ia yakin akan cepat sembuh apalagi di kelilingi oleh orang-orang yang ia sayangi. Itu seperti memberi kekuatan tersendiri bagi Viana.


####


Aldo mencari-cari ruang rawat Viana. Setelah bertanya kesana kemari akhirnya ia menemukan ruang rawatnya. Tapi tunggu, suara laki-laki siapa itu? Hati Aldo penuh dengan pertanyaan saat mendengar ada suara laki-laki yang sedang tertawa di ruangan Viana. Jangan-jangan Sam pikirnya.


Aldo sedikit mengintip ke sela pintu yang sedikit terbuka. Ia bisa melihat jelas di dalam ada Viana dan Sam. Sayangnya Aldo tak melihat Ira yang sedang duduk di sofa karena terhalang oleh pintu.


Hati Aldo merasa terbakar. Ia melihat Viana sangat senang berada di dekat Sam. Ingin rasanya ia berteriak saat ini tapi apa daya. Viana belum resmi menjadi miliknya.


Ponsel Aldo berdering. Ia segera mengangkat telfon dan bercakap-cakap dengan seseorang di seberang sana. Sepertinya percakapan mereka begitu penting.


Setelah menerima telfon, Aldo langsung bergegas pergi. Barang bawaan yang ia bawa untuk Viana di letakan di depan pintu luar.


20 menit kemudian mobilnya telah sampai di pekarangan rumahnya.


" Mah Aldo udah pulang" Kata Aldo sambil memasuki rumahnya dan langsung di sambut oleh orang tuanya.


"Nak kamu makan dulu terus istirahat sebentar setelah itu papah mau bicara sama kamu" Kata mamah Nita pada Aldo


"Ada apa sih mah kayaknya serius banget" Tanya Aldo penasaran


Aldo langsung masuk ke kamarnya yang berada di lantai 2. Ia segera membersihkan diri dan langsung turun menemui papahnya.


"Kamu gak makan?" Tanya mamah Nita


"Aldo masih kenyang mah" Saut Aldo yang hilang selera makannya karena melihat Viana dan Sam sore tadi.


"Kamu udah makan emang?" Tanya mamahnya lagi


"Udah mah tadi siang" Jawab Aldo.


Mamah Nita tidak ingin bertanya lagi. Ia bisa melihat ada sesuatu yang terjadi pada Aldo. Entah apa itu, yang pasti sesuatu yang merusak mood Aldo.


"jadi gini nak, CEO perusahaan papah yang ada di Amerika mengundurkan diri karena terlibat kasus korupsi. Otomatis perusahaan keluarga kita di Amrik belum memiliki CEO" kata papah Bayu


"terus apa hubungannya sama Aldo pah?" tanya Aldo


"kamu itu kan penerus keluarga kita satu-satunya, jadi papah harap kamu bersedia jadi CEo di perusahaan keluarga kita yang di Amrik.


" tapi pah Aldo udah bilang berkali-kali kalo Aldo pengen mandiri. Lagi pula Aldo nyaman ko dengan pekerjaan Aldo yang sekarang" kata Aldo berusaha membujuk papahnya.


"papah tau. Tapi apa kamu tega sama keluarga kamu sendiri yang perusahaannya bangkrut dengan lebih memilih bekerja di perusahaan lain"


"kenapa gak papah sendiri aja sih pah?" tanya Aldo masih pada pendiriannya


"papah lagi ngurusi proyek yang ada di Jepang. Setidaknya kamu cukup jadi CEO sampai ada CEO yang baru."


"dengerin kata-kata papah mu nak. Jadi CEO sekarang atau nanti, toh suatu saat perusahaan keluarga kita akan di pegang kamu. Tolong mengertilah nak. Kami hanya bisa mengandalkan kamu karena kamu satu-satunya penerus keluarga ini" kata mamah Nita memcoba membuat Aldo memahami keadaan.