Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 14



Sam terkejut saat ia terbangun dengan tubuh telanjang. Ditambah lagi ini bukanlah kamarnya. Sam langsung memakai pakaiannya dan buru-buru kembali ke kamarnya.


Di dalam kamar, Sam berusaha mengingat-ngingat kejadian kemarin tapi sayangnya Sam seperti kehilangan ingatan. Ia sama sekali tak ingat apapun. Yang terakhir ia ingat adalah perbincangan singkatnya dengan Indah.


Sam merasa bersalah. Bagaimana bisa ia ceroboh seperti ini. Lalu bagaimana jika Viana tau? Memikirkan hal itu saja membuat jantung Sam berdetak kencang. Tapi sungguh Sam tidak ingat kejadian semalam.


Indah, Sam harus mencari keberadaan Indah. Sam ingin meminta kejelasan apa yang sudah terjadi di antara mereka berdua. Sam segera mengambil ponselnya. Ia menekan nomor Indah yang sudah ia dapatkan saat meeting kemarin karena semua orang yang hadir di meeting tersebut wajib mencantumkan nomor telfonnya.


"halo" Jawab seorang wanita


"kamu dimana?" tanya Sam tanpa basa-basi


"gue lagi di perjalanan balik ke Jakarta. Kenapa? Sahut Indah di dalam telfon


"semalam....semalam apa yang terjadi di antara kita?" tanya Sam dengan suara gemetaran.


"apa? kamu gak inget?" Teriak Indah di seberang sana. Mendengar jawaban Indah membuat hati Sam mencelos. Ia mengusap wajahnya kasar sebelum mematikan panggilannya. Sam memukul kepalanya dengan kedua tangannya.


"Viana.... maafin aku" gumam Sam lirih pada diri sendiri.


-----


Sam bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Rencananya Sam akan naik kereta. Tidak lupa Sam juga membeli oleh-oleh khas Cirebon seperti batik trusmi dan makanan khas di daerah itu. Sam juga membeli oleh-oleh permintaan istrinya. Beruntung, sebelum berangkat Sam sempat menanyakan kepada Ira tentang barang permintaan Viana. Jadi Sam tidak terlalu kesulitan untuk mencarinya.


Sam sudah tidak sabar untuk bertemu istrinya. Tapi disisi lain ia juga takut jika Viana tau perbuatannya kemarin malam. Mengingat itu, Sam jadi merasa bersalah dan sangat membenci dirinya. Bagaimana bisa ia menghianati Viana, seseorang yang sangat ia cintai bahkan orang yang sangat ia jaga hatinya.


"shit!!" hanya kata-kata itu yang terucap dalam hati Sam karena penyesalannya.


Sesampainya di rumah Sam langsung disambut Viana dengan hangat. Viana memeluk Sam erat hampir dua menit dan masih belum mau melepaskan seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu padahal hanya tiga hari ia ditinggal Sam.


"kamu beli minyak wangi baru ya?" tanya Viana polos


DEG


Sam diam mematung. Jantungnya seperti mau copot mendengar pertanyaan Viana. Apa yang harus ia jawab? dalam diamnya Sam mencari-cari jawaban yang tepat agar Viana tak curiga. Sam takut sedikit saja ia salah bicara maka Viana akan tau kebenarannya. Sebenarnya yang Sam takutkan bukanlah kemarahan istrinya melainkan jika harus kehilangan Viana untuk kedua kalinya.


"loh emang kenapa?" kedua bibir Sam balik melontarkan pertanyaan bukan jawaban.


"beda aja" ibu-ibu hamil itu memang ajaib. Padahal tadi pagi Sam sudah mandi bersih dan mengganti pakaiannya tapi masih bisa tercium juga.


"ya udah ayo ke kamar" ajak Sam mengalihkan pembicaraan agar Viana tidak mengungkitnya lagi. Bisa gawat jika ia dicecar pertanyaan itu lagi.


Keduanya masuk ke kamar dengan bergandengan tangan. Tangan kanan Sam menggandeng tangan Viana dan tangan kirinya masih membawa kresek oleh-olehnya.


Setelah masuk ke kamar, Viana mengganti baju Sam dengan telaten dan membiarkan suaminya istirahat. Tapi bukan Sam namanya jika ia istirahat tanpa mendapat jatah dari istrinya terlebih dulu. Apalagi sudah tiga hari mereka berdua tidak bercinta. Maka sore itu Viana dan Sam saling melepaskan rindunya di atas ranjang panas mereka.