Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra part 4



"25" jawab Aldo. Kemudian Viana terlihat menghitung sesuatu dengan bantuan jari-jarinya. Aldo mengamati tingkah Viana yang menurutnya seperti anak kecil hingga membuat moodnya kembali baik. Suasana hening seketika.


"Aldo!" pekik Viana mengagetkan Aldo yang sedang memperhatikan dirinya.


"apa?" jawab Aldo mengusap mukanya


"gue telat 8 hari" Wajah Viana terlihat sumringah tidak seperti sebelumnya yang merasa tertekan.


"apanya? telat pulang maksud lo? emang lo biasa pulang jam berapa? sekarang udah jam 10" Aldo memberondong Viana pertanyaan tanpa menjeda.


Viana lalu menjitak kepala Aldo cukup keras hingga membuat lelaki itu meringis kesakitan. "ish... elo **** gini kenapa bisa jadi manajer gue dulu?" ledek Viana yang memulai mode debat antara mereka berdua.


"gue bukan ****. Tapi otak gue yang belum nyampe" elak Aldo.


"udalah. Sekarang gue mau pulang" rengeknya lagi


"besok aja lah. Sekarang udah malem" bujuk Aldo


"elo tuh emang gak ada otaknya atau gimana? gue udah punya suami masa gue bermalam sama cowo lain" tolak Viana dan Aldo tersadar bahwa gadis di depannya sudah bukan menyandang status lajang lagi.


"gue bilang besok ya besok!" bentak Aldo yang kembali galak.


"gak!" balas Viana dengan nada tinggi. Aldo yang tak suka dengan nada tinggi Viana kembali emosi. Tanpa aba-aba Aldo langsung membopong tubuh Viana menuju kamar yang tadi dan membanting tubuhnya ke ranjang hingga terpelanting ke samping.


Viana beringsut mundur. Ia benar-benar tidak paham dengan sifat Aldo yang malah lebih mirip psykopat. Sama seperti sebelumnya Aldo membuka seluruh pakaiannya hingga hanya menyisakan boxer.


"mau apa lagi huh? lo belom puas hianatin gue? lo belum puas melecehkan gue? lo tuh bener-bener brengsek ya mencari kesempatan dalam kesempitan waktu gue lagi tidur" Celoteh Viana yang berhasil menghentikan aksi Aldo


"maksud lo?"


"elo kan yang pakein gue pakaian ini? gue gak sudi pake barang punya jal*** elo!" umpat Viana kesal


"alesan lo ya!" Viana benar-benar kehilangan kepercayaannya untuk Aldo.


"lo perlu bukti?" Aldo beranjak dari ranjang menuju lemari dan dibukanya pintu lemari hingga menampilan sederet pakaian baru dengan merk terkenal.


"gue siapin ini buat elo" lanjutnya lunglai. Entah kenapa Viana merasa terharu tapi otaknya langsung mengingat kejadian buruk itu lagi. Ibarat nila setitik rusak susu sebelanga. Itulah yang bisa menggambarkan semua pengorbanan Aldo yang sia-sia hanya karena kesalahannya yang tak disengaja.


Keduanya masih sama-sama menutup kedua bibirnya. Enggan untuk berbicara dan hanyut dalam kesunyian. Hingga saat Aldo lengah Viana berlari membuka pintu kamarnya untuk kabur. Aldo yang menyadari itu langsung mengejar Viana.


Langkah Aldo terhenti saat Viana tak bisa membuka pintu apartemen karena Aldo sudah mengubah kodenya. Tubuh Viana berbalik menghadap Aldo. Keduanya saling bertatapan. Lagi-lagi Aldo tersenyum licik hingga membuat bulu kuduk Viana merinding.


"jangan harap elo bisa kabur dari sini" Suara Aldo yang menggema ditelinga Viana menambah ketakutan yang mendera hatinya. Aldo bergerak maju ke arah Viana hingga tubuh gadis itu terpepet.


Aldo bisa mencium aroma parfume Viana yang memabukan hingga membuatnya hilang kendali. Diciumnya leher Viana secara ganas hingga gadis itu meronta-ronta. Aldo yang sedang kerasukan jin iprit itu tidak menghiraukan Viana. Ia terus melancarkan aksinya.


Tangannya mulai bergerilya di ************ Viana hingga tanpa sadar Viana mengeluarkan desahan dan erangan akibat ulah Aldo. Viana merasa ia menjadi wanita murahan. Bagaimana bisa tubuhnya merespon dengan baik serangan dari Aldo padahal ia sudah bersuami. Namun tanpa putus asa Viana kembali berontak tapi setiap kali ia berontak maka Aldo semakin ganas menyerangnya.


Viana sudah tak tahan lagi. Ia merasakan seperti ada yang akan meledak dibawah sana dan "aaaahhh" erangan panjangnya memenuhi ruangan tersebut. Aldo tersenyum menyeringai melihat Viana sudah ia taklukkan.


"enak?" kata Aldo dan Viana menamparnya sebagai balasan. Aldo benar-benar sudah melecehkannya.


Tidak tinggal diam kini jemari Aldo mulai bermain di surga milik Viana hingga gadis itu kembali mendesah menahan nikmat dan sakit karena Aldo memasukkan 3 jari sekaligus.


"Aldo...ahh... brengsek" racaunya ditengah-tengah menikmati permainan Aldo. Lagi-lagi Viana mencapai klimaksnya karena jari Aldo yang terus bermain di inti tubuhnya. Viana terkulai lemas diatas sofa dengan peluh membasahi tubuhnya.


Tanpa memberikan jeda, Aldo mengambil ancang-ancang untuk memasuki tubuh Viana. Viana yang sadar akan hal itu kembali memohon agar Aldo tidak nekat menyetubuhinya. Tapi sayang, keinginan Aldo untuk balas dendam lebih besar dari rasa cintanya.


Saat kejantanannya sudah di depan inti Viana, gadis itu segera mendorong Aldo dan berlari ke westafel. Viana kembali memuntahkan cairan bening dan beberapa detik kemudian ia tergeletak di lantai tak sadarkan diri.