Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 10



Sam bernapas lega saat mendengar penjelasan dokter bahwa istrinya dalam keadaan baik-baik saja. Sakit perut Viana disebabkan karena ia terlalu stress . Sam jadi merasa bersalah karena semua ini adalah ulahnya. Sebagai seorang suami harusnya Sam bisa menjaga istrinya bukan malah membuatnya stress.


Setelah diberikan obat pereda nyeri, akhirnya Viana bisa boyong dari rumah sakit besok paginya.


Sam mendorong kursi roda Viana menuju mobil. Wajah bersalahnya masih terlihat jelas disana. Sedangkan Viana, ia masih diam seribu bahasa. Otaknya berfikir, lebih baik ia memaafkan Sam daripada membuat calon bayinya ikutan stress di rahimnya. Lagipula Sam juga sudah meminta maaf dan menyesali perbuatannya.


Setelah hampir satu Jam akhirnya mobil mereka sampai di pekarangan rumah. Sam tidak membiarkan Viana berjalan. Lagi-lagi ia menggendong istrinya menuju kamar ala bridal style.


"bi tolong kasih tau bi Ida anterin makanan sama susu buat istri saya" pinta Sam yang merupakan perintah bagi ART-nya.


Di dalam kamar, Sam merebahkan tubuh Viana dan menutupinya dengan selimut.


"maafin aku ya sayang. Gara-gara aku kamu jadi gini" ucap Sam penuh penyesalan.


"emang kamu tuh gak bisa liat cewe cantik ya!" saut Viana mengutarakan kekesalannya. Perkataan Viana begitu menohok bagi Sam. Sebagai lelaki normal wajar saja jika ia tertarik dengan wanita cantik tapi yang tidak normalnya Sam sudah memiliki istri yang tak kalah cantiknya jadi lebih baik Sam tidak usah meladeni rekan bisnisnya itu daripada ia harus menghadapi perang dunia ketiga.


"bukan gitu sayang" kilah Sam yang bingung harus beralasan seperti apa. Tidak mungkin kan kalau Sam berkata jujur, yang ada Viana akan berpikir macam-macam dan malah mengganggu kehamilannya meski ia berkata jujur. Lebih baik Sam meminta maaf walaupun ia harus mengucapkannya seribu kali.


"bukan gitu tapi gini?"


Astaga.... baru kali ini Sam mendapat omelan dari Viana. Ternyata di saat Viana hamil ia menunjukkan bagaimana sifat aslinya yang cerewet dan galak itu.


Tapi seberapapun cerewet dan galaknya Viana, wanita ini adalah istrinya dan sekarang sedang mengandung keturunannya jadi lebih baik Sam mengalah. Lagipula mengalah tidak akan menjatuhkan harga dirinya, iya kan?


"masuk" ucap Sam.


Bi Ida masuk sambil membawa nampan berisi makanan untuk sarapan Viana dan juga jus alpukat kesukaan Viana. "makasih bi" ucap Sam sebelum bi Ida lenyap dari pandangan.


"mau aku suapin?" tawar Sam


"aku bisa makan sendiri" tolak Viana


"ya udah kalo ibunya si kembar gak mau, aku mau nyuapin anak-anak aku aja" tidak kalah akal, Sam akhirnya memiliki alasan agar ia bisa mengambil hati Viana. Ingatkan jika kelemahan Viana adalah calon bayi kembarnya. Maka dari itu Viana mengalah jika Sam membawa-bawa anak mereka yang masih dalam kandungan.


Dengan senyum yang tertahan, Sam merasa menang setelah berhasil memberi alasan untuk bisa menyuapi istrinya. Dengan begitu ia yakin hubungannya dengan Viana akan kembali harmonis.


"kamu jangan marah lagi ya... liat tuh anak kita gak suka orang tuanya marah-marahan" kata Sam sembari menyuapi Viana.


"makanya kamu sebagai suami yang baik jangan bikin istrinya marah. Istri lagi bunting malah godain cewek lain" protes Viana dengan nada yang tak santai.


Tuh kan, benar apa yang Sam fikirkan. Tidak mengatakan yang sebenarnya saja Viana berpikiran negatif tentang dirinya dan Indah apalagi jika Sam mengatakan kebenarannya. Padahal jika Viana tau ia sama sekali tidak menggoda cewek itu. Sam masih menjaga kesetiaannya hanya untuk Viana.


Sam tidak menanggapi ocehan Viana. Lebih baik ia diam. Benar apa kata pepatah diam adalah emas. Dan pepatah itu cocok untuk disematkan dengan keadaannya sekarang ini.


Meskipun ia harus mendapat ocehan dan ceramah dari istrinya, seharian penuh Sam menemani Viana di kamar mulai dari mandi, nonton TV, tidur siang dan tentunya kalian paham kegiatan antara suami istri.