
Satu minggu kemudian Aldo mengajak Viana ke rumah orang tuanya untuk diperkenalkan sebagai calon istrinya. Viana yang baru pertama kali diajak ke rumah calon mertua merasa sangat gugup hingga keringat dingin keluar dari kedua telapak tangannya. Aldo yang tau Viana gugup setengah mati menggenggam tangannya agar bisa mengurangi rasa gugupnya.
Mata Viana tak henti-hentinya melihat sekitar rumah Aldo yang sangat mewah dengan gaya klasik. Viana tak menyangka Aldo sekaya ini. Sebentar lagi ia akan menjadi nyonya muda dengan harta berlimpah gumamnya dalam hati dengan bibir senyum-senyum sendiri. Tapi bukan karena harta Viana menerima Aldo melainkan karena semua usaha dan pengorbanan Aldo selama ini yang rela menunggu dan berjuang untuk mendapatkan cintanya.
"Ma, pa, kenalin ini Viana" Ucap Aldo memperkenalkan pada orang tuanya.
"Namanya siapa?" Tanya Bayu mengajak Viana bersalaman
"Viana om" Jawab Viana malu-malu.
"Ko panggilnya om? Papa donk" Protes om Bayu lalu tertawa melihat raut muka Viana yang gugup.
"Mantu mama cantik ya" Puji Nita sembari merangkul Viana.
"Baru calom mantu mah" Kata Aldo menimpali.
"Emang kamu gak mau cepet nikah sama Viana?" Tanya Nita
"Mau donk mah" Jawab Aldo bersemangat lalu disusul tawa dari kedua orang tuanya.
"Kalo liat Viana mama jadi inget masa muda dulu yang sama cantiknya kaya Viana" Ujar Nita
"Emang dulu mama cantik pah?" Tanya Aldo meledek
"Kalo gak cantik mana papa mau" Jawan Bayu
"Ih papa" Nita mencubit lengan Bayu mesra
"Udah meninggal pa" Jawab Viana tertunduk. Nita lalu mengelus pundaknya agar Viana tidak sedih. "Viana gak punya siapa-siapa lagi selain Ira, sahabat Viana pa" Lanjutnya lagi
"Kalo kerabat orang tua Viana?" Tanya Nita dan Viana hanya menggeleng kepala.
"Yaudah kalo gitu papa udah putusin pertunangan kalian akan diadakan bulan depan" Kata Bayu
"Hah? Serius pa? Gak kecepetan?" Tanya Nita tak percaya
"Gak donk. Lebih cepat lebih baik. ya kan Aldo?"
"jadi mama sama papa setuju dengan hubungan Aldo dan Viana?" tanya Aldo memastikan
"mana bisa papa sama mama menolak gadis lugu seperti Viana" jawab Bayu
"Papa emang the best" Jawab Aldo girang sedangkan Viana hanya senyum-senyum dengan debaran jantung yang semakin cepat.
Acara keluarga tersebut berjalan dengan lancar. Viana cepat akrab dengan keluarga Aldo karena orang tuanya begitu ramah dan menerima Viana apa adanya. Viana diajak makan malam bersama lalu diajak berkeliling ke rumah mereka yang super mewah dengan Nita, calon mertuanya. Beruntung sekali Viana memiliki calon mertua yang sayang padanya.
Satu bulan kemudian acara pertunangan mereka dilangsungkan. Hanya tamu yang terdiri dari keluarga inti saja yang diundang ke acara pertunangan mereka. Bukannya dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi tapi Viana lebih memilih untuk tidak banyak diketahui publik kecuali saat hari pernikahannya nanti. Aldo dan Viana akan menikah setelah enam bulan kemudian.
Kabar pertunangan Aldo dan Viana sampai ke telinga Meli. Meli sangat murka begitu ia tahu Viana satu langkah lebih unggul darinya. Seperti biasa, Meli tidak akan tinggal diam untuk merebut Aldo dari tangan Viana. Apapun caranya tapi kali ini ia tidak boleh gagal untuk merusak hubungan mereka.
~ Hola readers tercinta, jangan lupa like, komen, dan votenya biar author bisa up banyak. Makasih atas partisipasinya 😘 ~