
"kenapa cuma satu?" tanya Sam saat membuka pesanan makanan
"iya karena aku gak pesen" jawab Viana santai
"kenapa?"
"gak papa"
"ya udah sini" Sam menyuruh Viana untuk bergabung dengannya yang sudah duduk di kursi dan membuka burger di hadapannya dan meletakan kentang di meja.
"aku gak laper" Viana menolak halus
"kamu makan burger aku atau aku yang makan kamu" ancam Sam dan Viana memutar bola matanya malas lalu mendekati Sam.
"geser dikit" pinta Viana manja meminta sedikit ruang di kursi yang sedang di duduki Sam karena hanya ada satu kursi disana.
Tau kalau kursi yang didudukinya tidak muat untuk berdua, maka Sam menarik pinggang Viana dan mendudukannya di pangkuannya. Mendapat perlakuan itu Viana mencoba bangun namun tangan Sam sudah melingkar di pinggang Viana untuk mencegahnya.
"makan" perintah Sam yang menyodorkan burger berukuran jumbo ke mulut Viana. Viana pun tak bisa menolak perintah Sam karena perutnya sudah berbunyi pertanda lapar.
"enak" puji Viana
Kedua sijoli ini bergantian menyuapi burger. Viana tersenyum melihat Sam makan dengan lahapnya.
"are you a baby?" komen Sam sambil memunguti sisa roti burger di rok tutu yang panjangnya dibawah lutut Viana. Melihat tingkah laku Sam yang begitu apik, Viana hanya terkekeh karena ia pun tidak menyadari ada sisa roti di roknya.
"i am sorry daddy" ucap Viana menyesal
"ok mommy" jawab Sam yang membuat Viana melirik ke arahnya.
"i am sorry papa" ulang Viana sekali lagi
"ok mama" balas Sam
"no mama. I am your daughter" protes Viana merasa dirinya lebih muda
"i am papa and you are mama" jelas Sam dan keduanya tertawa lebar.
"setelah ini kita kemana?" tanya Viana mengusap mulutnya dengan tissue
"ke surga dunia" jawab Sam
"apa???" jawab Viana sambil memincingkan mata
"yuk?" goda Sam sekali lagi
"gila..." umpat Viana lalu pergi ke kamar mandi
"gak!!" tegas Viana
"udah aku buka nih" rengek Sam lagi.
"please deh jangan mulai" ucap Viana dari dalam kamar mandi
"serius sayang udah aku buka"
"berisik"
"ya udah ya udah sekarang kamu keluar ya"
"gak!" tolak Viana masih betah di kamar mandi.
"please kamu harus liat ini"
"ih apaan sih.. gak banget deh" sanggah Viana yang sudah membayangkan sesuatu yang kotor.
Tau kalau Viana tidak akan keluar kamar mandi, maka Sam membuka pintu apartemennya dan menutupnya kembali. Seolah ia keluar dari kamar. Nyatanya, ia masih tetap disana dan sembunyi di balik tembok.
"Sam?" panggil Viana yang masih belum membuka kamar mandi. Sam yang mendengarnya sengaja diam sambil tetap berada dipersembunyiannya. Sedangkan Viana yang masih di kamar mandi berfikir bahwa Sam sudah pergi dari kamar.
Viana membuka pintu kamar mandi pelan. Baru berjalan 3 langkah Sam menarik lengan Viana dan mendorongnya di kasur empuk miliknya. Sam menindih Viana agar gadis itu tidak bisa berontak. Sementara itu, Viana menutup matanya rapat. Ia seperti masuk ke kandang macan yang kelaparan. Viana hanya bisa berdo'a semoga tidak terjadi hal buruk padanya.
"sayang liat" pinta Sam
"gak mau" jawab Viana masih menutup matanya
"yakin gak mau liat?"
"apa sih Sam. Aku malu... awas ya kalo kamu macam-macam" jawab Viana dengan nada mengancam. Mendengar perkataan Viana Sam pun tertawa lebar.
"sayang kamu pikir aku mau nunjukin apa?" tanya Sam yang merasa lucu dengan ekspresi Viana.
"emang mau nunjukin apa?" tanya Viana
"makanya buka dulu matanya" bujuk Sam dan Viana pun menurut.
Viana membuka matanya ragu-ragu. Namun setelah apa yang ia lihat, matanya terbelalak dengan kedua tangan yang menutupi mulutnya yang menganga. Viana tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"ini untuk kamu sayang. Kamu suka?" tanya Sam yang sedari tadi sudah membuka kotak cincin berbentuk hati dengan warna merah menyala dengan hiasan bling-bling.
"are you kidding me?" tanya Viana tak percaya. Sam lalu memakaikan cincin berlian di jari manis Viana lalu mengecup kening gadis itu yang masih tak percaya dengan kejutan yang ia beri.