Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 9



“Berisiiikkkkkk banget ponselmu Ta. Pesan masuk aja deringnya gitu apalagi ada panggilan masuk.


Lebih heboh pasti” ejek Nana yang terus menatap ke arah Shita yang sudah senyum


– senyum sendiri.


"wahh wahh habis dapat pesan dari siapa ta? Pacarmu? Sampe kayak gitu. Awas kering


gigimu kelamaan nyengir. hahaha" ejek Nana


"Kamu tahu aja. Dia mengejarku selama 2 bulan dulu. Jadinya aku dengan dia ya seperti


sekarang ini. Apakah kamu penasaran? Lebih baik kamu tak usah bertanya karena


aku takkan menceritakan apapun padamu" Shita membalas ejekan Nana.


"Iyaa deh yang kasmaran. Astaga ponselku lowbat ternyata dari kemarin. Pantas saja


tidak ada notifikasi apapun seperti ponselmu" ucap jengkel Nana


"Makanya jangan jd jombs teruss" ledek shita seraya pergi ke kamar mandi untuk


bersiap – siap berangkat kerumah sakit.


Ting


Ting


Ting


Ting


Ting


Ting


Begitu banyaknya pesan yang masuk di ponsel Nana. Seketika ia menyambar ponselnya yang masih terhubung dengan pengisi daya. Betapa terkejutnya Nana setelah membaca semua pesan yang masuk di ponselnya.


"Shitaa Shitaaa aku pergii dulu yaa taa aku ada urusan yang sangat penting dan


mendadak. Kamu bisa berangkat sendiri kan nanti? Aku duluan ya ta. Bye"


teriak Nana buru2 seraya pergi meninggalkan shita yang masih berada dikamar


mandi.


"Heii kamu ada urusan penting apa sepagi inii nana?? Heii heii" teriak Shita


karena melihat Nana sudah berada diluar kosannya dan bersiap akan pergi.


"Nanti akan aku ceritakan Shitaa.. Aku pergi dulu"


"Baiklah hati - hati Nana" Shita melihat Nana yang melajukan mobilnya dengan


kencang.


"Ada apa dengan Nana ya? Ada urusan apa dia sepagi ini? Mungkin urusan keluarga?


Atau pekerjaan? Entahlah nanti akan aku tanyakan padanya" gumam Shita


sambil memilih pakaian dan bersiap untuk pergi bekerja.


Setelah selesai dengan segala persiapannya Shita membawa motornya pergi ke rumah sakit


1 jam yang lalu ditempat lain ketiga sahabat Rendra sudah berada di dalam ruang


disana.


"Lu kenapa ndra? Gak biasanya lu bawa motor ngebut sampe kecelakaan?  Mana patah lagi kaki lu" ucap Niko yang ditimpali anggukan oleh yg Riko dan Wisnu sahabat Rendra.


"Gue gak tau ko, sebelum kecelakaan itu gue inget kalo gue liat Tara lagi berduaan


sama pria lain didalam mobil ketika gue mau pulang. Dia selalu nuntut gue buat


ada waktu untuk dia. Tapi lu tau sendiri kan gue gimana sama dia apalagi gue


nutupin identitas gue ke dia. Selalu gue bilang kalo gue sibuk kerja cari uang


buat nafkahin adek-adek dan orang tua gue yang udah sakit. Gue kira dia


menerima gue apa adanya tanpa memandang harta gue ternyata dia sama aja"


ucap Rendra dengan kesalnya


"Itu berarti dia bukan yg terbaik untuk lu bro. Kita percaya lu bakalan dapet yg


lebih baik dari dia. Lebih baik lu putusin dia daripada lu terus disakitin dia


kayak gini" timpal Wisnu sahabat rendra.


"Tapi gue udah terlanjur sayang sama dia Wisnu. Apalagi gue udah 3 tahun sama dia.


Gue bisa minta tolong kalian gak? Cariin gue identitas laki laki yang bersama


dengan Tara dan cari tau hubungannya dengan Tara. Setelah gue sembuh gue mau


bikin perhitungan dengan wanita si***an itu. Kalian tenang aja gue bakal


berusaha lupain dia" tegas Rendra


"Mana Rendra yang terkenal dingin dan cuek sampai begini gara - gara wanita." ejek Niko.


"Oke nanti gue cariin permintaan lu. Gue send by Email. Sekarang lu fokus kesembuhan


lu aja. Lu gak mau kan ninggalin perushaan yg udah lu kembangkan dari awal dan


sedang maju2nya sekarang? Banyak proyek yang nunggu persetujuan lu dan banyak


client juga yang ingin ketemu sama lu." ucap Riko. Ia mengetahui semuanya secara


tak sengaja ketika Rian membahas proyek – proyeknya pada Rendra karena sebelumnya


ia berkunjung kesana untuk menemui Rendra.


"Lu bener ko, gue coba hubungi Rian dulu untuk menghandle kerjaan yang bisa


dikerjain sama dia. Papa Rendra ada permintaan sedikit. Papa bisa bantu Rendra


dulu gak pa urus perusahaan? Rendra ingin fokus untuk kesembuhan kaki Rendra


dlu pa" ucap Rendra pada Hendra papanya.


"Papa akan mengurusnya nak. Kamu fokuslah pada kesembuhanmu dulu agar kamu bisa pulih


secepatnya. Ingat harus secepatnya. Papa terlalu lelah jika menghandle 2


pekerjaan berat sekaligus." ucap Hendra.