
Kediaman keluarga Jaya.
Hendra dan Ratna berdiri di depan teras rumahnya menunggu kedatangan anak dan juga calon menantunya itu. Hingga beberapa menit kemudian mereka melihat kedatangan Rendra dan Shita setelah mobil sport silver milik Rendra masuk ke halaman rumah keluarga Jaya. Shita begitu tercengang melihat keadaan rumah keluarga Jaya yang begitu besar, seperti yang sering ia tonton di film – film.
Shita yang selama ini selalu menganggap jika Rendra dan keluarganya sama seperti kebanyakan keluarga kaya lainnya yang berada di ibukota tapi tidak dengan rumah yang sebesar itu.
‘Seperti apa seseorang yang menjadi kekasihku ini, aku hanya tahu ia anak direktur tempatku bekerja dan memiliki perusahaan kecil yang aku datangi saat itu’
Rendra menyadari apa yang dialami oleh Shita. Apakah kekasihnya ini tidak tahu juga siapa dirinya setelah selama ini bersama? Shita tak pernah menanyakan tentang Rendra sebelumnya, Haihh sepertinya ia harus mulai jujur pada kekasih polosnya itu.
Ratna menghampiri Shita yang masih tercengang dengan apa yang ia lihat di depan matanya.
“Hai sayang, selamat datang di rumah kami” sapa Ratna dengan senyum hangatnya. “Bagaimana kabarmu Shita?” tambah Ratna yang kini memeluk tubuh Shita yang sedari tadi masih melamun.
Shita tersadar dari lamunan itu kala namanya dipanggil mama Rendra. “Kabar Shita baik tante” jawab Shita sopan
“Shita kamu sudah bertemu dengan kita sebelumnya jadi tidak usah canggung begitu nak” kata Hendra dengan nada yang sangat lembut terdengar di telinga Shita membuat perasaannya menghangat. “Anggap aku dan dia adalah orang tua keduamu disini, ayo ma kita ajak masuk dulu menantu kita, kasian berdiri terus. Ayo Shita Rendra kita masuk” ajak Hendra memegang pundak anaknya, bahkan Shita kini berada diantara Ratna dan Hendra disisi kanan dan kirinya.
Dalam rumah Shita di sambut kehadirannya oleh Nana dan juga Dharma.
“Shita sayang, selamat datang dirumahku” ucap Nana seraya memeluk tubuh sintal Shita.
“Selamat datang Shita” tambah Dharma.
“Terima kasih Nana, terima kasih prof. Dharma” jawab Shita dengan sangat sopan.
“Kau tak perlu memanggilku dengan formal ketika di luar pekerjaan karena kau kekasih kakakku jadi kau bisa berbicara seperti pada Nana bicara adaku” ujar Dharma.
“Baiklah Dhar, eh kakak. Aku akan memanggilmu begitu saja tak masalah?” tanya Shita tersenyum yang dijawab anggukan oleh Dharma.
“Ayo ayo kita makan malam dulu sudah waktunya makan malam, ayo Shita kita makan sama – sama” ajak Ratna yang menggenggam erat tangan Shita dan menggiringnya menuju meja makan.
“Oh ya Rendra, kapan rencananya kalian akan menikah apalagi kalian kan sudah bertunangan atau mau diadakan pesta pertunangan lagi?” tanya Hendra di sela – sela makannya.
Uhuk uhuk
Rendra melihat Shita terbatuk – batuk mendengar apa yang diucapkan oleh ayahnya segera memberikan air minum miliknya. Shita begitu terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Hendra.
“Tak usah pa, Shita juga pasti tidak akan menyetujui pesta pertunangan yang dilakukan sekali lagi pa. Bukan begitu sayang?” tanya Rendra pada Shita yang sudah tenang sedari tadi.
“Iya om, tidak usah ada pesta pertunangan. Cukup yang kemarin saja om sudah sangat berkesan untuk Shita” ungkap Shita pelan takut membuat kedua orang tua Rendra kecewa dengan jawabannya.
“Baiklah jika memang seperti itu, tante tidak akan memaksa kamu untuk menyetujuinya. Tapi untuk acara pernikahan kalian kamu harus menerima apa yang akan kami buat untuk kalian berdua bagaimana?” tawaran yang cukup membuat Shita dilema. Ia hanya ingin acara yang sederhana namun sakral, tapi ia juga tak ingin mengecewakan keluarga Rendra.
“Baiklah tante, itu terserah tante dan om saja. Saya akan menurutinya” ucap Shita pelan.
“Terima kasih sayang” terdengar suara lega yang keluar dari bibir Ratna mendengar jawaban wanita yang berada di sebelahnya.
“Shita apa kau tahu, kau adalah wanita pertama yang dibawa kak Rendra untuk di perkenalkan pada keluarga kami” kata Nana dengan santainya.
Ucapan Nana yang di dengar oleh Shita lagi – lagi membuatnya tersedak, bagaimana mungkin laki – laki ini tidak pernah membawa wanita lain selain dirinya.
“Aku hanya akan memperkenalkan seorang wanita yang benar – benar tulus padaku juga mau menerima kondisiku” jawab Rendra cepat. “Aku akan jujur padamu Shita jadi dengarkanlah baik - baik, ayahku adalah direktur sekaligus pemilik JMC tempatmu bekerja dan aku pemilik perusahaan Jaya corps, perusahaan besar yang berpengaruh besar pada pendapatan devisa negara ini. Yang kamu lihat kemarin hanya sebagian kecilnya saja” ucap Rendra lagi dengan perlahan agar tak membuat kekasihnya terkejut lagi.
Namun ucapan itu sepertinya membuat otak pintar Shita memproses lebih lama, apakah sekaya itu keluarga Rendra? Apakah karena laki – laki ini aku di kejar – kejar oleh wartawan sebelumnya? Lama ia asik dengan lamunannya hingga tak sadar ia bangun dari tempat duduknya dan beranjak dari meja makan dan pergi dari sana.
“Maaf tante om, saya pamit pulang.”
Apa yang diperbuat Shita sontak mendapat perhatian dari semua keluarga Jaya juga asisten rumah tangga yang ada di sana memperhatikan interaksi keluarga itu.
“Shita, sayang mau kemana kamu? Kenapa kamu pergi?” tanya Rendra yang telah berhasil mencekal lengan Shita sebelum wanita itu melanjutkan langkahnya.
“Lepaskan aku, aku tak ingin berhubungan dengan pembohong sepertimu. Sudah sejauh ini mengapa baru sekarang kau jujur padaku huh?” teriak Shita membuat semua orang berlarian ke arah mereka.
“Kenapa Rendra? Seharusnya kau mendapatkan seorang wanita yang lebih sepadan untukmu, aku hanya seorang dokter bedah yang tidak setara denganmu dan keluargaku juga tak seperti kalian. Itu hanya akan membuat kalian malu jika aku berada di antara kalian” ucap Shita sendu. Apakah mungkin ia bisa mendampingi Rendra dan berada di keluarga itu nantinya dengan keadaan yang bisa dibilang terlalu biasa untuk mendampingi kekasihnya. Ratna dan Nana yang melihat Shita mendekat ke arah wanita itu yang masih berdiri di depan pintu.
“Apa kau tak ingat aku pernah mengatakan apa, aku tak peduli dengan statusmu dan semuanya. Yang aku tahu aku hanya ingin kamu apa aku salah? Aku kira kamu sudah tahu karena banyak media yang meliput acara lamaranku itu, aku hanya ingin jujur padamu tapi mengapa kamu seakan tak mengerti dengan kata – kataku huh?” ucap Rendra dengan nada yang sedikit tinggi membuat tubuh Shita sedikit bergetar mendengarnya.
“Rendra, jaga ucapanmu. Apa kau tak sadar jika ucapanmu menyakitinya? Apa ini yang papa ajarkan sama kamu hah?” teriak Hendra yang melihat Shita menangis di pelukan anak perempuan dan istrinya. Dharma begitu terkejut melihat kemarahan ayahnya yang sama sekali tidak pernah ditunjukan selama ini di depan keluarganya.
“Shita, maafkan kakakku. Kita semua memang begini adanya, kita semua tak ingin mengumbar apa yang kita miliki, kamu masih ingat kan dengan semua yang sudah terjadi? Yang orang lain tahu perusahaan kakakku itu dimiliki oleh orang misterius, bahkan kakakku saja dulu sampai menggunakan topeng untuk bekerja begitupun juga ayahku dulu sampai akhirnya kakakku membuka identitasnya saat pesta Anniversary pernikahan orang tuaku, juga saat awal pertemanan kita aku tak jujur padamu, maafkan aku” ucap Nana pelan namun pasti.
“Benar Shita, aku yang selalu melihat bagaimana ayahku menekan semua atasan di rumah sakit agar tak mengistimewakanmu saat mereka tahu kamu kekasih kakakku, juga kak Rendra yang selalu menutup berita tentang kalian jika kalian terlihat bersama depan publik. Karena dalam keluarga dan yang sering kakek kami ajarkan untuk tidak selalu berbangga hati dengan apa yang kita miliki tapi milikilah rasa rendah hati yang tinggi dalam kehidupan ini” Dharma menimpali ucapan Nana.
Keluarga Jaya adalah keluarga yang terkenal dengan kerendahan hati dan low profil yang masih mereka anut turun temurun dari ayah Hendra yang saat ini menetap di Amerika mengawasi bisnis keluarga dengan perusahaan terbesar no 2 di dunia yang saat ini masih dijalankan oleh orang kepercayaan kakeknya sebelum nanti di serahkan kepada Rendra sang pewaris tunggal.
Hendra yang merasa bidang yang ia minati bertentangan dengan yang ayahnya jalani akhirnya memberikan jabatan direktur dan pemegang saham terbesar yang sebelumnya di kelola oleh orang kepercayaan sang ayah pada anaknya yang saat itu masih melanjutkan kuliah di Amerika.
Karena kecerdasannya Rendra bisa menjalankan perusahaan saat masih kuliah dan membawa nama perusaahaan sang kakek berkibar hingga ke seluruh dunia, namun setelah lulus kuliah Rendra menyerahkan kembali perusahaan sang kakek untuk mendirikan perusahaan sendiri. Selama 2 tahun perusahaannya melejit pesat dan memberikan pendapatan yang sangat besar bagi tanah air. Di Vietnam sebenarnya ada perusahaan milik Rendra namun tak ada yang mengetahui jika ia juga pemilik perusahaan besar yang ada di Asia yang saat ini dijalankan oleh orang lain.
Shita diam mencerna semua kata – kata yang terlontar dari bibir keluarga Rendra, ia juga tidak pernah menanyakan siapa Rendra dan siapa keluarganya saat dulu mereka pertama kali menjalani hubungan.