Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 30



Tanpa kata Shita langsung memeluk Nana dengan erat. “Ternyata masa lalumu seperti itu. Maaf jika aku hanya bisa mengorek luka lamamu Nana. Aku percaya kamu orang baik yang hanya dimanfaatkan dan berada dijalan yang salah.” Tegas Shita mengelus punggung Nana.


“Itu masa laluku Shita. Setelah kamu mengetahuinya masih maukah kamu berteman denganku? Ah ya aku adalah adik Prof. Dharma Adiatma Jaya, anak pemilik JMC tempatmu bekerja dan adik pemilik Jaya Corps. Tidakkah kamu terbebani dengan identitasku itu?” tanya Nana pada Shita sembari melerai pelukan mereka dan menatap lekat mata Shita.


“Kamu bicara apa Nana? Aku tetaplah sahabatmu sampai kapanpun. Jika dulu aku memiliki Marvin dan kamu untukku bersandar, kini aku hanya memilikimu untukku bersandar. Sejak aku memutuskan untuk menjadi sahabatmu sampai kapanpun kamu tetap sahabatku tak peduli bagaimana keadaanmu dan masa lalumu.”


“Benarkah? Kamu masih tetap menerimaku menjadi sahabatmu? Namun masih ada rahasia yang belum aku ceritakan padamu. Siapkah kamu mendengarnya? Aku ingin mengungkapkan semuanya sekarang. Dulu aku hampir diperkosa oleh teman kuliahku saat mengadakan pesta untuk merayakan hari pertama kami magang di rumah sakit. Aku dalam keadaan mabuk tak tahu apapun yang terjadi, ketika aku sadarkan diri aku sudah berada di UGD rumah sakit ini bersama kak Niko yang duduk tertidur disampingku dengan memegang tanganku.


Setelah hari itu kak Dharma menceritakan apa yang terjadi padaku. Aku yang sudah malu dengannya bertambah malu dengan kejadian itu. Saat aku berpikir aku mulai membiasakan hatiku dengan kak Niko, lagi lagi aku dihadapkan dengan kenyataan aku selalu merepotkannya dengan tingkah lakuku. Sampai sekarang aku menghindari kak Niko dan tak pernah bertegur sapa secara intens seperti dulu.” Jelas Nana dengan mata yang sudah berkaca – kaca.


Shita tercekat sedikit terkejut dengan apa yang diungkapkan sahabatnya. Masa lalunya begitu kelam namun ia bisa kembali ceria seperti tak terjadi apa – apa sebelumnya. Shita yang melihat Nana seperti itu hanya bisa kembali memeluk dan menenangkannya. Setelah dirasa tenang Shita melepas pelukannya pada Nana.


“Apa perasaanmu masih sama dengan yang dulu pada kak Niko? Mengapa kamu lebih memilih menyakiti perasaanmu?” ucap Shita mengelus pipi Nana.


“Jika boleh jujur perasaanku masih sama seperti dulu dengan kak Niko. Tapi aku tak tahu perasaannya seperti apa padaku. Apakah dia masih memiliki perasaan padaku setelah bertahun – tahun atau tidak. Aku terlalu malu untuk itu. Aku tak pantas untuknya juga.” ucap Nana tertunduk.


“Hei kau jangan seperti itu. Mengapa tak kau tanyakan padanya. Mungkin dia masih memiliki perasaan yang sama denganmu. Aku memang tak tahu siapa itu kak Niko tapi melihat dari caranya menjagamu aku tahu perasaannya bagaimana padamu.” Jawab Shita tersenyum.


“Terima kasih telah jujur Nona. Aku lebih suka kejujuranmu hari ini.” canda Shita pada Nana.


Shita melirik jam yang ada diatas mejanya menunjukkan pukul 8 malam, sudah berakhir jam tugasnya dan waktunya untuk pulang.


“Mari kita pulang Na, apa kau masih betah disini bersama pasien – pasienmu? Apa kau pulang dengan kakakmu? Ku pikir prof. Dharma sudah pulang karena jam kerjanya hanya sampai jam 6 sore hari ini.” ucap Shita.


“Kau tahu jam kerja kakakku? Ahhh jangan – jangan kau dan kakakku?” selidik Nana.


“Tidak seperti yang kau pikirkan terhadapku. Aku dan dia sebatas rekan kerja di meja operasi dan di rumah sakit ini.” tegas Shita lalu bangun dari duduknya bersiap – siap untuk pulang.


“Mari kita pulang bersama manisku. Kau belum makan bukan? Mari makan bersama aku akan mentraktirmu sebagai ucapan terima kasihku dan tak boleh ada bantahan.” tegas Nana pada Shita.


Shita yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang dan mengikuti Nana keluar dari ruangannya.