Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 113



"Air, air" lirih pelan salah seorang laki - laki yang suaranya masih bisa di dengar oleh Niko juga Wisnu yang tak jauh dari ranjang Rendra dan mendengar jika suara itu berasal dari ranjang Rendra.


"Rendra" teriak Wisnu yang bergegas beranjak menuju ranjang Rendra yang diikuti oleh semua orang menatap begitu bahagia melihat Rendra yang sudah sadarkan diri.


“Syukurlah kamu sudah sadar Rendra” Ratna yang sedari tadi berada di samping Rendra tak kuasa menahan haru, "Ini air untukmu sayang"


“Sebentar saya akan memeriksa keadaan tuan Rendra dulu mohon beri saya ruang” kata dokter Agus yang baru saja datang setelah Wisnu memencet tombol merah yang berada tepat di samping ranjang Rendra.


“Tuan muda, silakan lihat tangan saya apa ini terlihat jelas? Jika memang terlihat jelas silakan kedipkan mata anda dua kali” perintah dokter Agus, Rendra menuruti apa yang di katakan oleh laki – laki yang berada di hadapannya. “Bagus, sekarang apa anda ingat dengan semua orang yang ada disini? Bagaimana dengan orang ini?” Dokter Agus menunjuk beberapa orang dan Rendra menjawab seperti yang di perintahkan.


“Tuan, sepertinya ketakutan yang selama ini kita pikirkan mungkin tidak terjadi tapi kita juga harus tetap waspada dengan keadaan tuan Rendra ke depannya mengingat ia bisa melihat dengan jelas dan mengingat kalian semua. Kalau begitu saya permisi usahakan agar tuan Rendra istirahat total”


Apa yang di ucapkan dokter Agus membuat semua orang begitu lega mendengarnya, “Syukurlah kakak sudah sadar aku begitu merindukan kakak” kata Nana yang sedari tadi meneteskan air mata haru.


“Berarti satu masalah sudah selesai, sekarang kita lanjutkan dengan masalah yang kedua yaitu Shita aku sudah menyuruh orang – orangku untuk menjemputnya ke London” kata Wisnu


Rendra begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Wisnu begitu juga kehadiran Andika juga Clara di hadapannya kini.


“An..Andika, Clar..a itu kalian?” kata Rendra terbata – bata. Mereka yang di panggil pun menganggukkan kepala, “Iya ini kami Rendra, berkatmu aku dan Clara bisa bersatu. Kami bisa menikah dan sekarang Clara sedang mengandung anakku. Apa kau ingat siapa laki - laki ini?" tunjuk Andika pada Rudi yang berada tepat di belakang Clara sedari tadi,


Terlihat seuntai senyum namun lemah terlihat di wajah Rendra, “Syukurlah aku senang jika kalian bisa bersama, tentu saja aku ingat dengan laki - laki itu”


“Bagus jika kamu mengingatnya. Kamu harus beristirahat sekarang untuk memulihkan kondisimu agar bisa bersama dengan kita lagi, aku berjanji akan membantumu dan membawa Shita kembali bersamamu” ucap Andika yang disetujui oleh semua orang yang sedari tadi berada disana, juga Rudi yang kini sudah tidak lagi menyembunyikan dirinya.


---


“Ya Tuhan, kenapa kamu menyakiti dirimu sendiri seperti itu. Apa kamu belum menemukan dan membaca suratku?” ucapnya lirih yang sesekali sesegukan karena tangisnya. “Lindungi dia Tuhan, apa memang aku salah meninggalkannya seperti itu?”


Tangis Shita pecah, ia melihat begitu banyak berita tentang kekasihnya di media sosial pada ponselnya. Wita dan Rina yang melihat Shita menangis seorang diri menghampiri dimana Shita berada untuk sekedar menanyakan apa yang terjadi pada Nona cantik yang tengah sendiri.


“Nona, ada apa? Mengapa kamu menangis?” tanya Wita setelah ia duduk di samping Shita.


“Aku hanya merindukan kekasihku juga keluargaku bi, bolehkah aku memelukmu agar perasaanku tenang?” pinta Shita, ia tidak bisa lagi menahan kesedihannya begitu rapuh dan menyakitkan melihat orang yang ia sayang dalam keadaan seperti itu.


“Nona sudah memiliki kekasih? Lalu bagaimana dengan tuan muda?” tanya Rina, sesekali ia mengelus tangan yang masih mendekap erat tubuh ibunya.


“Aku tidak ada hubungan apapun dengan Tomy, dia sahahabtku aku baru tahu jika dia mencintaiku tapi aku sekarang sudah memiliki tunangan dan akan segera menikah. Aku mencintainya bahkan ia kini sedang sakit di negaraku, pasti karena kepergianku ia seperti ini. Tomy mengancam akan membunuh keluargaku jika aku tidak ikut dengannya juga kini dia sudah menyiapkan pernikahan untukku dan dia” jelas Shita, Wita dan Rina terkejut dengan apa yang di katakan oleh wanita itu.


Hubungan Shita dengan Rina juga Wita membaik setelah pertengkaran tempo hari dan Tomy mengiyakan permintaan Shita yang menginginkan berteman dengan Rina, dan hal itu pun di sambut baik oleh Wita juga Rina.


“Apa kalian bisa membantuku untuk keluar dari sini dan aku bisa kembali ke negaraku?”


“Bagaimana kami harus menolongmu nona sedangkan kami tidak memiliki apapun untuk kami berikan padamu” jawab Wita, “Cukup kalian membantu mencari cara agar aku keluar dari sini secepatnya”


Rina membisikkan sesuatu di telinga Shita, wanita itu menimang saran yang di berikan oleh sahabatnya itu. “Bisa kau jamin aku bisa keluar dari sini?” tanya Shita gugup, ia belum pernah memikirkan cara itu sebelumnya.


“Aku tidak bisa menjanjikan jika saranku itu akan membawamu keluar dari sini, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba bukan? Tentunya aktingmu juga harus bisa meyakinkan apa yang sedang kamu alami. Aku hanya bisa membantumu ini saja, selanjutnya itu adalah terserahmu Shita”


“Terima kasih bi, terima kasih Rina. Kalian begitu baik padaku bagaimana kalau kita jalankan rencana kita sekarang? Ku rasa Tomy akan menyuruhku untuk ke ruangannya sebentar lagi”


Rina dan Wita menganggukkan kepala, tiga wanita beda usia itu memasuki rumah megah nan besar tempat mereka tinggal selama ini.


“Shita ini untukmu, bukalah. Ini hadiah dan seserahan untukmu dariku sebelum kita melaksanakan pernikahan kita 3 hari lagi” Tomy menyerahkan sebuah kotak besar terlihat megah dan mewah sesaat setelah Shita sampai di ruang kerja miliknya. Shita membuka kotak pemberian Tomy yang di dalamnya terdapat satu set perhiasan yang bertahtakan berlian dan permata di setiap itemnya. Bisa Shita perkirakan jika harganya lebih mahal daripada yang diberikan oleh Rendra dulu.


“Terima kasih Tomy tapi aku tidak bisa menerimanya dan Tomy, aku juga ingin memberikan sesuatu padamu ini bukalah” Shita memberikan kotak kecil yang telah ia bungkus dengan rapi sebelum bertemu dengan laki – laki yang kini sibuk dengan beberapa berkas di meja kerjanya.


“Apa ini? Kau sungguh memberikan hadiah padaku?” sahut Tomy. Ia begitu antusias dengan apa yang baru saja ia terima dan langsung membukanya. Seketika wajah Tomy terlihat memerah urat di pelipisnya terlihat, “Apa maksudmu dengan semua ini?”


“Iya itulah kenyataannya dan apa yang kamu lihat adalah kebenarannya. Kamu tahu aku tidak pernah berbohong bukan?” ungkap Shita, ia begitu gugup jika harus berbohong namun semua ini ia lakukan agar ia bisa keluar dari rumah yang seperti sangkar baginya.


“Tidak, katakan ini tidak benar Shita kamu tidak mungkin memilikinya” suara Tomy begitu bergetar, ia membanting kotak yang di dalamnya sudah Shita letakkan alat tes kehamilan yang menunjukkan garis 2.


“Apa kamu ingin memiliki anak dari laki – laki yang menderita kelainan jiwa seperti Rendra? Aku, aku laki – laki yang paling sempurna untukmu. Jika kamu tidak percaya lihatlah ini” Tomy menekan tombol pada layar computer yang terhubung ke layar putih dan menampakkan foto Rendra dan Andika ketika mereka masih menjalin hubungan.


“Wanita yang berada di samping Rendra adalah kakak laki – lakiku yang mengubah penampilannya demi Rendra  dan kau tahu mereka menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih” terang Tomy, membuat Shita begitu terkejut. “Apa kau terkejut? Pastinya kamu marah bukan, inilah yang disembunyikan Rendra darimu selama ini lihatlah sampai selesai”


Wanita itu begitu tercengang dengan apa yang ia lihat, bahkan kini debaran jantungnya sangat keras sampai ia bisa dengar dengan telinganya.


“Kau terkejut? Haha pastinya kau sangat terkejut aku bisa melihat itu dari wajahmu Shita” ucap Tomy, ia mendekatkan dirinya yang kini berada di hadapan Shita melihat dan menelisik bagaimana perubahan raut wajah wanita itu.


“Kita bisa menggugurkan kandunganmu dan memulai lagi bersamaku laki – laki yang tidak memiliki masa lalu kelam, laki – laki tangguh dan kaya juga akan bertanggung jawab atas dirimu juga keluargamu ke depannya Shita”


Shita menitikkan air matanya, ia begitu terpukul dan sangat terkejut dengan apa yang ia lihat dan ia dengar dari mulut laki – laki yang masih dengan setianya berdiri di hadapannya.


“Tomy, terima kasih untuk semuanya. Berkatmu aku mengetahui apa yang disembunyikan Rendra dariku selama ini. Pantas saja ia tidak mau menyentuh kekasihnya dulu jadi karena ini. Tomy bolehkah aku memikirkan apa yang kamu katakan padaku tadi?” ucap Shita, ia mengusap air mata yang tumpah begitu saja,


“Boleh, tentu saja boleh. Jika kamu mau aku akan mempercepat pernikahan kita menjadi besok dan kita akan menggugurkan bayi yang ada di kandunganmu setelah kita menikah lalu kita bisa bahagia” Tomy meraih tangan Shita, ia membiarkan laki – laki itu melakukan apa keinginannya.


“Tomy, apakah semua kekayaan yang kamu miliki ini adalah milikmu dan hasil kerja kerasmu? Ah bukan aku meragukan semuanya tapi aku ingin tahu jika kekayaan ini murni milikmu dan kekayaan yang kamu miliki ini tidak akan habis ku gunakan” tanya Shita, Tomy yang mendengar pertanyaan Shita melepas tangan wanita itu dan membalikkan tubuhnya.


“Tentu saja semua ini milikku tapi dulu aku mendapatkannya dari kedua orang tua dan kakakku, laki – laki yang merubah penampilannya hanya untuk Rendra laki – laki gila itu. Dia memberikan semua kekayaannya padaku sebelum ia meninggal beberapa tahun yang lalu dan juga kedua orang tuaku”


“Apa kau menempatkan mereka di tempat yang layak? Apakah kakakmu tidak bisa di sembuhkan lagi sampai ia meninggal?”


‘Mengapa ia begitu banyak tanya begini, orang yang sudah mengalami gangguan jiwa seperti itu mana mungkin bisa sembuh total dan kembali normal. Jika pun ia sembuh aku tidak sudi mengakuinya sebagai kakakku sekarang’


“Ah tentu saja aku sudah menempatkan mereka di tempat yang layak, ya begitulah sudah banyak dokter yang aku datangkan untuk mengobatinya tapi ia lebih memilih bunuh diri sebagai jalannya” sahut Tomy, ia membalikkan tubuhnya lagi sehingga kini menatap Shita.


“Kalau begitu Rendra bisa juga bunuh diri ke depannya jika bersamaku, bukan begitu Tomy?” kata Shita, “Aku tidak akan mau menjadi tunangannya jika seperti ini, aku akan memilih tidak akan berpacaran dengannya dulu”


“Benarkah apa yang kamu katakan Shita? Kamu akan meninggalkan Rendra dan memulai semua ini bersamaku?” tanya Tomy, matanya begitu berbinar senyum bahagia tidak pernah lepas dari wajahnya.