Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 41



Shita POV


Tidur yang begitu singkat sangat ku nikmati setelah begitu banyak menangani pasien kecelakaan di malam saatku bertugas jaga, pagi telah menjemput dan kini aku bersemangat untuk pulang dan melanjutkan tidurku. Namun itu tak bisa ku realisasikan saat seorang laki – laki yang selalu berusaha mendekatiku datang melihat penampilanku yang begitu berantakan.


Aku merasa malu dengan penampilanku ketika laki – laki itu mengatakan akan menemaniku kemanapun yang aku inginkan. Aku awalnya ingin menolak ajakannya, tapi mengingat dia datang ke tempat kerjaku pagi ini aku merasa tak enak jadi ku putuskan menerima saja ajakannya. Yah aku juga pelan – pelan merasa nyaman dengan kehadirannya yang secara tiba – tiba.


Aku ingin mengujinya dengan mengajak ke tempat yang mungkin bisa membuatnya risih, aku ingin tahu tulus dan serius kah dia terhadapku yang mungkin dimata orang lain sangat berbeda dengannya.


Aku tak menyangka jika laki – laki itu begitu penuh dengan persiapan, rambut yang semula ditata sangat rapi dengan mudahnya ia buat berantakan dalam sekejap mata, hingga aku yang melihatnya tak bisa memalingkan wajahku menatapnya. Aku begitu malu, jantungku begitu berdebar saat ini, dengan cepat aku keluar dari mobil untuk mengalihkan perasaanku.


Laki – laki itu kini berada disampingku dengan memakai topi yang menambah kesan menawan pada dirinya. Reflek aku memegang tangan dan menyeretnya masuk ke dalam pasar. Aku mengajaknya berkeliling dan mencoba berbagai baju yang sangat berbeda dengan gayanya setiap hari dan menarik ke tengah pasar untuk membeli bahan makanan. ‘apa dia tak malu aku mengajaknya kesini? apalagi dengan penampilanku yang berantakan seperti ini, Huh’


Semua pedagang menatap intens tangan kami yang masih tertaut dari awal kami memasuki pasar.


‘Betapa beruntungnya kamu bisa menjadi istrinya, dia mau menemanimu ke tempat seperti ini’


‘jarang sekali ada laki – laki seperti dia, jangan sampai kau menyianyiakan suamimu yang baik ini’


'Apa suamimu begitu tampan hingga ia menggunakan topi seperti itu? aku juga ingin memiliki suami seperti suamimu'


Dan masih banyak komentar pedagang yang mengatakan hal seperti itu mengingat aku berkeliling mencari bahan untuk persediaanku dirumah. Entah mengapa aku begitu bahagia mereka menyebutkan aku sebagai istri laki – laki itu, sedikitnya aku mulai bisa menerima kehadirannya dihatiku.


--


Author POV


Benar tebakan laki - laki itu,  jika wanita yang kini duduk disampingnya tak bisa dijauhkan dari hal - hal yang sederhana. Rendra yang tak pernah masuk ke dalam pasar menautkan erat jemarinya pada jemari Shita agar tak terlepas, pengalaman yang tak pernah ia dapatkan dari wanita yang bersamanya dulu. Begitu banyak pedagang yang mengatakan jika mereka adalah sepasang suami dan istri membuat Rendra semakin bersemangat untuk membahagiakan wanita yang kini masih bertahan menautkan tangannya pada laki – laku itu.


Setelah membeli beberapa bahan untuk dimasak dan tentunya Rendra yang membayar semuanya, mereka melanjutkan perjalanan mereka ke ocean dream samudra atau gelanggang samudra. Setibanya disana Shita begitu terkagum - kagum melihat apa yang ada disana yang membuat Rendra menahan tawanya dengan tingkah laku Shita.


“Apa kamu mau berkeliling?” tanya Rendra dengan menahan tawanya.


“Jika tak berkeliling untuk apa kemari huh?” ketus Shita.


“Baiklah tuan putri, mari saya antarkan”


“Kau membuatku malu”


Banyak pasang mata yang menatap mereka secara intens, ada yang terkagum dengan apa yang dilakukan Rendra pada Shita yang tak membiarkan wanita itu bertabrakan dengan laki – laki lain yang hendak berpapasan dengannya.


Rendra juga menemani Shita menonton atraksi lumba – lumba dan menyewa tempat duduk dua disamping Shita agar tak ada yang duduk dekat dengan wanita itu, Rendra juga mengajak Shita berkeliling melihat pemandangan bawah laut yang terakhir Rendra mengajaknya mencicipi makanan yang ada di area gelanggang samudra. Puas dengan semua yang ada disana dan juga mengisi perut yang sudah keroncongan sejak tadi, mereka melanjutkan perjalanan sore mereka entah kemana yang diinginkan oleh Shita.


Rencana Rendra semula akan mengajak wanita itu ke pulau bidadari namun niatnya diurungkan mengingat hari sudah siang.


“Kita akan kemana lagi sore ini? Kau tak lelah setelah dari pasar dan gelanggang samudera?” tanya Rendra yang kini menatap lekat wajah wanita itu.


“Baiklah tuan putri.” Ucap Rendra seraya mencubit pipi kiri Shita yang tampak menggemaskan baginya.


Shita hanya mendengus kesal dengan apa yang diperbuat laki – laki itu. Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke kawasan pantai ancol. 20 menit kira – kira perjalanan yang mereka tempuh, mata Shita berbinar menatap pemandangan pantai yang jarang ia temui karena sibuk bekerja.


Rendra tak bergeming dari tempatnya berdiri, laki - laki itu hanya mengedarkan pandangan dan menatap lekat wanita yang sejak tadi tak pernah menghilangkan senyumnya. Tak peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain, Shita hanya akan mengekspresikan dirinya, menghilangkan penat beberapa hari ini dengan begitu banyak kejadian tak terduga dihidupnya.


Senja begitu cepat datang hingga menjadikan malam sebagai waktunya saat ini. Rendra yang tak bosan memandang senyum wanita yang kini berada tepat disampingnya.


"Apa kamu tak lelah seharian ini berlarian bahkan saat kau baru saja menyelesaikan dinas malammu dan bermain kesana kemari?" tanya Rendra tersenyum pada wanita yang kini masih menautkan senyum diwajahnya.


"Tidak, bahkan aku tak lelah sama sekali hari ini setelah apa yang kau berikan padaku dan yang aku lakukan hari ini. Terima kasih." ucap tulus Shita pada Rendra.


"Bahkan kini kau bisa berucap seperti ini padaku? Aku tak percaya dengan apa yang aku dengar. " canda Rendra.


"Jika kau ingin tak percaya,  maka tak usah dipercaya.  Terlalu mudah untuk dilakukan bukan." sinis Shita yang kini memperlihatkan kembali wajah dinginnya.


"Baiklah Nona dingin, mari kita pulang aku antarkan kamu sekarang. Hari sudah akan malam, cuaca malam apalagi dipantai tak baik untuk kesehatanmu." sergah Rendra berdiri dan kini menjulurkan tangannya untuk membantu wanita itu berdiri.


"Aku bisa berdiri sendiri."


Rendra yang mendengar itu hanya bisa tersenyum melihat perubahan sifat yang begitu cepat pada wanita itu. Mereka segera menuju ke mobil Rendra.


40 menit perjalanan mereka dari Ancol sampai ke tempat tinggal Shita. Wanita itu mempersilakan temannya untuk duduk disofa yang berada disana.


Tanpa pamit dan basa basi Rendra kini sudah menanak nasi, dengan cekatan menumis sayuran dan membuat ayam sambal matah untuk wanitanya, setelah masakan buatannya selesai ia menghidangkan semua itu diatas meja dan meninggalkan note disamping piring yang sudah ia siapkan untuk makan wanita itu.


30 menit berlalu, Shita keluar menemui laki - laki itu dan memberitahu jika Nana adiknya akan datang kemari, wanita itu mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan namun tak mendapati sosok yang ia cari.


Merasa tak nyaman dengan perutnya yang sedari tadi minta di isi,  Shita melangkahkan kaki menuju dapur bermaksud untuk membuat makan malam untuknya dan sahabatnya Nana. Matanya kini menangkap sesuatu yang sangat asing terlihat diatas meja makan. “Sejak kapan ini berada diatas meja?” gumamnya. Shita menatap dengan tajam semua makanan itu dan terlihat sebuah kertas kecil disamping piring makannya.


 


Hai pembaca Setia 'Because of your Love'


Terimakasih atas dukungan kalian semua..


Jangan lupa selalu vote dan like tiap episode nya ya...


karena dukungan kalian adalah motivasi tersendiri buat author...


Jika yang like sampai 1000k dan banyak yang vote minggu ini author janji akan up 5 episode sekaligus..


Yukk buruan dilike dan vote juga :)