Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 55



Sementara itu dilombok …..


“Sayang, mari kita kembali ke Jakarta, tadi Riko dan Rendra menghubungiku mengajak bertemu dengan sahabatku yang lain. Kita kesana yah, setelah itu aku antar kamu pulang. Kita sudahi liburan hari ini ya sayang. Tadi Riko juga mengatakan jika kakakmu ingin memberitahu sesuatu pada kita.” ucap Niko sembari mengelus rambut panjang kekasihnya.


“Kakak? Sesuatu seperti apa? Jangan – jangan, aaaaa ayoo kak kita berangkat sekarang. Aku sudah tak sabar. Tapi ini sudah sore kak, ah aku lupa, minta papa kirim jet pribadinya aja” Sambut Nana dengan riangnya hingga berlari meninggalkan Niko yang berjalan dibelakang dan menghubungi Hendra dengan cepat.


Tuutttt tuutt


“Halo papa, aku ingin kembali ke Jakarta. Bisakah kau mengirimkan jet pribadimu untuk menjemputku?


“…………….”


“Terima kasih pa, aku mencintaimu pa”


“Beres kak, ayo kita siap – siap” ajak Nana pada kekasihnya.


Di Jakarta, Shita dan Rendra sudah sampai di mall yang dekat dengan tempat sahabat Rendra berkumpul. Mereka berkeliling melihat baju – baju yang dijual dengan berbagai brand ternama. Hingga arah mata Rendra tertahan pada satu deretan baju disebuah outlet yang tampak cantik jika dikenakan oleh kekasihnya. Rendra mengajaknya masuk ke dalam outlet tersebut dan menyuruh pelayan untuk membungkus semua deretan baju yang laki – laki itu lihat.


“Bantu tunangan saya untuk mengganti baju dengan model yang bagus dan nyaman untuknya. Berapapun saya bayar!” singkat Rendra pada pelayan wanita yang sejak tadi menatapnya.


‘Betapa beruntungnya wanita ini, sudah ganteng kaya, dengan orang nomor 1 di Indonesia pula’


“Kenapa kau diam saja?" Ucap Rendra pada pelayan itu. "Shita coba salah satu baju itu, aku akan segera kembali. Tunggu aku disini.” Ucap Rendra yang kini pergi meninggalkan Shita.


“Baik tuan, mari nona saya antarkan”


‘Mengapa dia seenaknya memerintahku begini sih?’gerutu Shita mengikuti pelayan yang menghampirinya.


Sementara itu…


“Halo Rian, mana barang yang aku minta? Aku sedang di mall xxx. Bawakan padaku sekarang juga”


Tuutt.


Rian melajukan mobilnya dengan kencang menuju lokasi yang diberitahukan Rendra, ia yang sedang berutat dengan banyaknya dokumen kantor ditugaskan bosnya untuk mengambilkan Anting yang telah dipesan Rendra dengan desainnya sendiri. Beberapa menit Rian melihat keberadaan Rendra.


“Mengapa kau lama sekali Rian, wanitaku sudah menungguku”


“I-i-ini tuan, tadi siang saya sudah mengambilnya lalu kembali ke kantor untuk melihat dokumen dan tadi terlibat


macet sebentar” ucap Rian dengan nafas ngos – ngosan.


“Kau boleh kembali”


Rendra berbalik dan menjauh dari hadapan Rian menuju outlet pakaian wanita dimana ia meninggalkan Shita.


“Dimana tunanganku?” tanya Rendra dengan tatapan tajam.


“Aku disini sayang, Mengapa kau banyak sekali membelikanku baju? Aku hanya butuh satu ingat, hanya butuh satu. Mengapa jadi banyak seperti ini sih?” ketus Shita yang kini keluar memakai baju Sabrina dengan celana jeans ¾.


“Baju yang kau pakai cantik sekali. Dan semua itu untukmu sayang, ah satu lagi ini untukmu. Bukalah” perintah Rendra sembari memberikan kotak kecil warna merah.


”Apa ini? Hei, mengapa kau membelikanku anting ini terlalu bagus Rendra aku tak bisa menerimanya.” ucap Shita menolak pemberian Rendra.


“Apa kau lupa apa yang aku katakan? Ijinkan aku memanjakanmu. Tanganmu seharusnya halus lembut, kau hanya boleh memegang pisau bedah, tak boleh bekerja lain selain itu lagi mengerti? Tegas Rendra dengan nada lembut dan tatapan yang begitu menenangkan


“Mengapa begitu? Apa kini kau mulai posesif padaku? Baiklah terserah padamu tuan muda Jaya”  Ucap Shita lirih terlihat pasrah namun dengan senyum yang sangat menawan karena baru sekali ini begitu diatur dan membuat wanita itu merasakan hal yang baru untuknya karena merasa diperhatikan.


“Itu terlalu lama tuan muda, kau lupa apa yang aku katakan padamu saat dipantai?” tanya Shita dengan senyum yang begitu manis.


Rendra begitu terkejut dengan perilaku yang ditunjukkan Shita sore itu. Rendra yang terbiasa menghadapi sifat dingin dan acuh kekasihnya, kini melihat sifat riang dan cerewet wanita itu. Ternyata benar apa ang dikatakan adiknya Nana.


‘Semoga hanya akan ada senyum dan tawamu yang aku lihat. Aku berjanji akan membahagiakanmu, takkan menyakitimu seperti mantanmu itu Shita. Aku berjanji atas nama Hyang Widhi, aku akan berusaha sekuat hatiku seumur hidupku’ gumam Rendra yang kini tersenyum melihat beberapa ocehan yang keluar dari bibir sexy wanitanya.


“Aku tak lupa cintaku, ayo kita sekarang ke restoran Wisnu. Biar ku bawakan belanjaanmu, seorang ratu tak boleh lelah bukan” ajak Rendra sembari mengerlingkan matanya dan kini membawa barang Shita. Mereka tertawa dan terlihat begitu bahagia.


Dari kejauhan tampak 2 wanita yang sejak tadi memperhatikan keberadaan Shita dan Rendra yang baru keluar dari outlet brand ternama dengan membawa banyak kantong belanja yang dibawa oleh Rendra.


“Hai Shita, keponakanku yang begitu alim dan polos. Dengan siapa kamu kali ini?” sapa wanita paruh baya namun tak terlihat guratan yang biasa ada diwajah wanita berumur pada umumnya.


“Kak Shita apa kabar? Bukankah ini Narendra Adiatma Jaya, CEO Jaya Corps paling muda dan kaya raya? Mengapa kakak bisa bersamanya?” tanya Dita, wanita yang setahun lebih muda dari Shita.


Kedua wanita itu adalah Rani dan Dita. Rani adalah tante Shita yang dulu menampungnya ketika memulai kuliah di UI, dan Dita adalah sepupunya.


“Ah tante Rani, Dita. Kabarku baik – baik saja. Kabar kalian bagaimana? Apakah kalian baik?” tanya Sitha lembut.


“Tak usah basa basi. Bisa juga akhirnya kamu mendapatkan laki – laki kaya raya begini. Pelet apa yang kamu pakai?” ketus Rani yang kini matanya melotot ke arah Shita. Tak ingin membuat keributan, Shita hanya menerima apa yang dikatakan oleh adik dari ibunya ini. Shita tak ingin menjadi durhaka jika melawan yang lebih tua.


“Kau tau pak CEO. Dia hanyalah wanita munafik dan ******, wanita murahan. Dia dulu menggoda ayahku saat dia tinggal bersama keluargaku. Sudah di terima baik – baik tapi nyatanya dia malah begitu tega menggoda ayahku dan untungnya ayahku tak tergoda oleh wanita ini. apa dengan sengaja dia naik ke ranjangmu dan berpura – pura hamil atau terluka hingga dia meminta pertanggung jawabanmu?” sinis Dita yang memandang rendah Shita dari atas ke bawah.


“Kau benar sayang, lihatlah sekarang saja dia borong semua baju merk ternama di mall ini, laki – lakinya juga yang membawakan belanjaannya. Dasar wanita ******, seharusnya dari dulu kamu aku laporkan ke orang tuamu karena kelakuan bejatmu. Pak Narendra, lihatlah anakku dia lebih cantik, lebih anggun lebih sexy, lebih unggul dan ku jamin anakku ini wanita baik – baik. Jika kau membuang wanita ****** ini dengan senang hati aku akan meminta anakku menjadi istrimu yang baik dan penurut. Tidak seperti wanita disebelahmu yang mencoreng nama baik keluarganya demi masa depannya.” sarkas Rani pada Shita dengan tatapan tajam dan merendahkan.


Shita yang sudah menjelaskan bagaimana masa lalunya pada Rendra tak menyangka jika laki – laki itu akan bertemu dengan orang yang menyakiti dan menimbulkan trauma dihatinya dulu. Dengan perlahan laki – laki itu melepaskan genggaman tangan Shita dilengannya menuju ke arah Dita.


Wanita yang sedari tadi melirik nakal ke arah Rendra kini tersenyum penuh kemenangan kala laki – laki itu membalasnya dengan senyum lebar. Shita melihat gelagat Rendra terkejut setengah mati dengan tindakan kekasihnya. Laki – laki yang ia harapkan begitu mudah tergoda oleh wanita lain dan termakan hasutan tante dan sepupunya.


“Kau benar tante, anak tante lebih cantik dari wanita yang berada disampingku sejak tadi. Aku menerimanya tante, menerimanya sebagai pembantuku dirumah yang akan aku tinggali bersama Shita kekasihku yang sebentar lagi akan menjadi istriku. Kau tahu tante, tidak ada yang lebih berharga selain wanita itu dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Sampai kapanpun dan bagaimanapun kamu memfitnahnya, aku mempercayainya. Dia tetap milikku. HANYA MILIKKU. Jika kalian berani mengusiknya, kalian berurusan denganku. Ingat itu!” tegas Rendra yang kini sudah mendekati Shita, menggenggam kembali tangannya dan mencium keningnya di depan kedua wanita yang terlihat jengkel dengan apa yang dilakukan Rendra.


“Mari kita pulang princess, aku hanya mempercayaimu ingatlah itu. Mataku sedikit ternoda melihat apa yang ada didepanku. Mari princess.” ucap lembut Rendra sembari menautkan kembali tangannya pada tangan Shita dan mengajak wanita itu meninggalkan tempat itu.


Shita hanya menghela nafasnya ketika pikiran negatif yang sedari tadi hinggap dikepalanya sirna begitu saja. Karena lelaki itu ia menjadi berpikir negatif, dan laki – laki itu pula yang mematahkan pikirannya dengan sangat baik.


“Kau begitu mengagetkanku dengan tindakanmu itu.”


“Terima kasih telah mempercayaiku bligus. Aku senang akhirnya ada yang percaya padaku” ucap Shita yang kini diwajahnya terdapat bulir bening yang sedari tadi ia tahan akhirnya luruh dipipinya.


“Sayang, untuk apa berterima kasih? Bukankah setiap hubungan itu diawali dengan kejujuran dan kepercayaan? Jika tak ada kedua hal itu, hubungan kita takkan berhasil princess. Aku sudah pernah beritahukan padamu. Tetap percaya aku dan aku tetap mempercayaimu.” Tegas Rendra yang kini sudah mengecup punggung tangan dan kening kekasihnya saat mereka sudah berada dimobil Rendra.


“Kita pergi sekarang nona manis, bersiaplah” ucap Rendra lembut dengan tatapan menawan.


Haii pecinta Because of your Love


Maafkan jika jaran2 up...


Author ada kesibukan dan tugas kampus juga..


Author janji tidak akan hiatus, tapi maaf jika up nya lama.


Akan saya usahakan sekali up 5-6 episode nanti..


Jangan lupa dukungannya....


Terimakasih..