Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 54



Dengan nafas yang terengah – engah dengan kening yang saling menempel, mereka tersenyum dan tertawa mengingat apa yang mereka lakukan tadi. “hah, maaf Shita, aku kelepasan. Aku tak bisa mengontrol semuanya ketika berada didekatmu. Aku hanya sedikit kesal, tapi aku lebih kesal saat kau tak membalas ciuman kita” ucap Rendra yang masih menarik nafas panjangnya.


“Huh, ka-kau kesal kenapa? Memangnya apa yang terjadi padamu sayang? Itu ciuman pertamaku yang ku lakukan dengan sepenuh hati, jadi wajar bukan?” jawab Shita yang kini mulai menjauhkan keningnya merapikan  rambut dan membuka kantung yang dibawa oleh laki – laki itu.


“Benarkah itu ciuman pertamamu? Kau ingin tahu mengapa aku kesal?” tanya Rendra yang diangguki oleh Shita.


“Aku kesal karena laki – laki tadi mengatakan padaku jika kamu adalah calon pacarnya. Aku yang sudah kesal lebih merasa jengkel ketika mendengarnya berkata seperti itu. Ingin rasanya ku cabik – cabik wajahnya itu.” tegas laki – laki itu menahan amarah yang kini membantu membuka kantung makanan yang berada didepannya.


“Kenapa? Kenapa kau kesal? Kau cemburu padanya?” tanya Shita dengan santainya mengatakan kalimat itu sambil merangkup wajah Rendra. "Aku hanya milikmu" tambah Shita.


“Kau menggodaku? Huh, bagaimana kau bisa berucap dengan santai seperti itu disaat seperti ini? Aku juga ingin membicarakan sesuatu pada-


Dreett dreett dreett


Dengan kesal Rendra mengangkat ponselnya yang telah bergetar sejak tadi.


“Halo, kenapa menelepon? Kau menggangguku.” ketus Rendra pada seseorang diseberang sana namun hanya terdengar kekehan kecil dari mulutnya.


“Aku mengganggumu? Hei sejak kapan aku mengganggumu, yang ada kau yang terus menggangguku dulu Rendra. Hahaha. Bisakah kita berkumpul? Ajaklah juga wanita yang kau dekati itu dan membuatmu mengeluarkan iler busukmu itu” Rendra mengerutkan dahinya mendengar perkataan laki – laki yang tak lain adalah Riko.


“Kau kaget aku mengetahuinya? Jangankan aku, bahkan kedua sahabatmu juga tahu bagaimana berubahnya dirimu ketika dengan wanita itu Rendra, jadi bagaimana? Aku akan mengajak serta Anna, aku juga sudah menghubungi Niko tapi saat ini dia berada dilombok bersama adikmu.” ucap Riko.


Di sela – sela Rendra yang sibuk menerima telepon, ia melihat Shita yang sudah meletakkan sendok makan miliknya dan membaca pesan yang masuk ke ponselnya. Diam – diam Rendra mengintip siapa yang mengirim pesan pada wanitanya, Shita mengetahui apa yang dilakukan oleh laki – laki itu hanya membiarkannya.


“Baiklah aku akan pergi ke tempat biasa nanti malam. Jangan sampai ada yang tak bisa datang karena aku ingin memberitahu sesuatu pada kalian semua kecuali sepasang kekasih itu. Nanti kita videocall mereka saja. Kalau memang mereka ingin datang aku kirimkan jet pribadiku.” ucap Rendra yang sudah menutup ponselnya.


“Siapa yang mengirim pesan padamu Shita?” tanya Rendra yang kini merangkulkan tangannya dipundak Shita.


“Aku tak tahu siapa yang mengirimkan pesan padaku, ini sudah berlangsung sejak lama sekitar 3 bulan yang lalu sebelum aku dekat denganmu.” ucap jujur Shita.


“Baiklah simpan saja nomornya, nanti aku akan bantu melacak. Ohya sahabatku mengajak kita untuk makan malam. Kau bisa? Sampai jam berapa jadwal jagamu?” tanya Rendra dengan lembutnya.


“Aku jaga sampai jam 7 malam hari ini. baiklah aku akan menyimpan nomor itu, Namun terlebih dahulu antarkan aku ke tempatku agar aku bisa berganti lalu aku akan menemanimu” Ucap Shita menerima suapan Rendra.


“Ayolah sayang, aku akan membelikanmu baju nanti di mall. Jika kita ke tempatmu akan memakan waktu nantinya. Kamu tahu kan Jakarta bagaimana, beri kesempatan untukku memanjakanmu. Tadi pagi Tara datang ke kantor, memintaku untuk kembali padanya. Kamu tahu aku menolaknya. Dia mengetahui kedekatan kita, dia mengancam akan menyakitimu. Tapi tenang saja aku sudah menyewa bodyguard untukmu.” ucap Rendra yang sudah menghabiskan makanannya kini dengan lembut membelai pipi wanitanya.


“Baiklah aku akan menerimanya. Tapi untuk bodyguard tidak sayang. Aku masih bisa menjaga diriku sendiri sekalipun wanita itu mengancammu. Percayalah padaku.” tutur halus Shita dengan tatapan teduhnya.


Seketika Rendra ingin mengecup dengan gemas seluruh wajah wanitanya, namun ia urungkan niatnya. Rendra menahan semuanya dengan baik. “Jangan pernah perlihatkan tatapanmu yang seperti itu padaku, aku takkan bisa menahannya lain waktu.” tegas Rendra seketika membuat pipi Shita merona dengan ucapan Rendra.


“Sayang, mari bersiap – siap, ini sudah jam 6. Tak bisakah kau memajukan waktu pulangmu? Apa perlu aku menghubungi atasanmu agar mengijinkanku membawamu?”


“Sudah? Mari kita pergi.” ucap Rendra yang kini memegang tangan wanita itu mengajak keluar dari ruangan yang letaknya di lantai 2 dan menuju mall terdekat membeli perlengkapan wanitanya.


Saat berada dilobby rumah sakit, Dharma melihat kakaknya menggandeng wanita yang ia kenal. Dharma yang melihat hanya bisa tersenyum dengan tingkah laku tak biasa kakak sulungnya.


'Semoga Shita benar - benar pilihan yang tepat untukmu kak' gumam Dharma.


 


Dari lantai dua Hendra yang belum pulang sedari tadi melihat anak sulungnya menggandeng tangan seorang wanita yang bekerja sebagai dokter dengan predikat hebat di JMC. Ia hanya tersenyum dengan lebar melihat tingkah laku anaknya itu. Dengan cepat Hendra mengambil ponsel dan memotret kejadian itu dan mengirimkan apa yang ia lihat pada istrinya.


“Lihat itu, dokter Shita bersama siapa?”


“Tumben aku lihat dokter Shita dengan laki – laki bergandengan tangan”


“Bukankah itu CEO Jaya Corps? Yang tadi siang datang itu bukan”


“Haihh, ganteng sekali laki – laki itu, beruntungnya dokter Shita.”


“Cantik dan Ganteng, itulah mereka”


“Apanya yang cantik, cantikan juga gue kemana – mana lah daripada dia.”


“Naik pangkat dibayar pake tubuh tuh. Lihat aja gayanya”


Semua orang yang berada dilobby menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Shita yang menyadari banyak mata yang menatap hanya bisa menundukkan kepalanya berjalan disamping Rendra.


“Jangan tundukkan kepalamu. Apa aku begitu tampan hingga kau tak mampu untuk melihatku? Tegakkan kepalamu, jalan beriringan denganku, tepat disebelahku. Aku akan menghubungi Niko menanyakan apakah mereka bisa kembali atau tidak.” tegas Rendra pada Shita yang kini sudah menatapnya dengan senyum teramat manis. Siapapun yang melihat pasti akan meleleh melihat senyum laki – laki itu.


dr. Andi yang melihat mereka berjalan beriringan hanya bisa menatap dengan penuh kecewa. Cinta yang belum sempat ia nyatakan harus ia pendam dalam – dalam. Dokter yang telah mengagumi Shita sejak wanita itu menjadi dokter di JMC. Perasaan yang telah lama ia rasakan namun tak pernah berani mengungkapkannya. Ia hanya bisa melihat senyum Shita yang terkadang ia rindukan bahkan terpampang begitu nyata kala wanita itu bersama dr. Nana.


‘Mengapa kau memilih bersama dengannya Shita?’


Ketika ia bersama dengan Shita mengoperasi pasien betapa bahagia yang ia rasakan. Bisa bekerja menolong sesama dengan orang yang ia cintai adalah impiannya. Namun kini pupus sudah harapannya ketika melihat wanita yang ia cintai bergandengan tangan dan bertatapan begitu mesra dihadapannya. Dengan langkah cepat ia kembali ke ruang tempat ia bekerja, ingin rasanya ia mengeluarkan amarah yang seketika membuncah dibenak laki – laki itu.


“Ahhhhhhh, mengapa kau memilih laki – laki itu daripada aku? Aku terluka Shita, aku mengagumimu sejak dulu tapi kenapa kau tak melihat hatiku Shita?” teriak Andi begitu Frustasi.


“Sialaaaann”