
Akhirnya setelah beberapa waktu ia mengingat taman yang ada di mall tersebut dan memutuskan untuk mencari keberadaan Shita disana. Dan ternyata benar Shita berada disalah satu bangku yang ada disana. Dengan perlahan Nana mendekati Shita. Ia memeluknya dan menenangkan wanita cantik itu dengan membiarkannya menangis
sampai wanita itu bosan untuk menangis.
Salah satu cara wanita untuk mengutarakan perasaannya adalah dengan menangis dan membiarkannya menangis sampai bosan agar perasaannya yang kalut berangsur membaik setelah ia menangis. Setelah dirasa cukup meluapkan amarah dan rasa kesalnya Shita pun mengusap air matanya. Ia berharap setelah ini rasa sayangnya
bisa mengalir dan pergi jatuh bersamaan dengan air matanya yang jatuh begitu derasnya.
“Makasi ya Na, kamu udah menemenin aku disini. Aku gak tau apa jadinya jika kamu tak ada disini. Terima kasih karena kamu juga tidak bertanya tentang perasaanku saat ini karena aku hanya ingin sendiri dulu.” Ucap sedih Shita.
“Iya Ta aku juga ngerti. Aku pernah kok berada diposisimu. Aku hanya melakukan apa yang sudah seharusnya aku lakukan. Tidak perlu berterima kasih Karena kita adalah sahabat dan akan selamanya kita sahabat” Jelas Nana yang kembali memeluk Shita dengan eratnya.
Shita yang masih dalam dekapan Nana melirik jam yang ada ditangan kirinya.
“Ya ampunn Nana udah jam berapa ni? Udah sore gilaaa.. yuk pulang keburu malem trus macet ntar dijalan. Aku belum masak dirumah lagi” Panik Shita setelah mengetahui ternyata sudah pukul 6 sore.
“Selooww dong. Santuyy ajja kale Ta. Mumpung aku lagi baik ni sekarang gimana kalo kita makan diluar aja? Gak usah mikirin biaya, aku yang ngajakin aku yang traktir? Gimana? Tumben nii aku baik gini yakin gak nyesel kalo gak nerima?” ajak Nana dengan semangat agar kesedihan sahabatnya berkurang.
”Kalo gak ngerepotin okelah aku mau. Kebaikan orang masak ditolak sih?” Sahut Shita kembali semangat.
yang kita alami setelah patah hati. Yappss itulah yang sedang Nana terapkan pada Shita. Ia tidak ingin sahabatnya terlalu lama bersedih karena lelaki b*****k bernama Marvin.
“Bagaimana jika kita ke restoran yang menyajikan menu seafood? Aku lagi ingin makan itu dan aku sangat merindukan keluargaku terutama ibuku” Ucap Shita dengan antusias
“Siaappp nona mudaa yang cantik, kita meluncurr”
Nana pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke restoran yang diinginkan sahabatnya Shita.
Author POV
Setelah sampai di restoran tujuannya, mereka pun banyak memesan makanan yang menjadi kesukaan mereka. Dengan lahap Shita memakan semua makanan yang ia pesan begitupun dengan Nana. Mereka menyelesaikan dengan cepat makanan yang tersedia diatas meja.
Tepat pukul 21.00 mereka pulang ke rumah masing – masing, namun sebelum itu Nana mengantar Shita ke JMC untuk mengambil motor miliknya.
Keesokan harinya Nana datang ke kosan Shita untuk menjemput Shita dan mengajaknya pergi
bekerja bersama. Nana dan Shita mendapat tugas dinas double shift dikarenakan ada atasan mereka yang melakukan dinas diluar kota hingga atasannya pun melimpahkan pekerjaannya pada mereka.