Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 61



Tak lama kemudian Rendra kembali membawa 2 buah es krim yang sudah ia beli di supermarket sebelum menemui Shita. Perlahan Rendra mendekati Shita dengan sengaja mendekatkan es krim yang berada ditangan kiri laki – laki itu di samping pipi wanitanya. Shita yang sadar dengan kedatangan Rendra menoleh ke arah Rendra dan..


"Sayang" teriak Rendra.


Shita yang mendengar teriakan Rendra begitu dekat menoleh ke arah suara itu.


“Ups, maafkan aku sayang. Salahmu sendiri menoleh ke arah sini.” Ucap santai Rendra tanpa merasa bersalah kemudian berjalan dihadapan Shita dan duduk disebelahnya.


“Rendraaa, awas kamu ya.” Ucap Shita yang kini berdecak kesal setelah diperlakukan seperti itu. Dengan cepat Shita memukul lengan Rendra dengan kuat dan bertubi – tubi.


“Hei hei sayang, aww aww sakit sayang. Pukulanmu itu terlalu kuat dan menyakiti aku.” ucap Rendra bohong dengan wajah yang sengaja dibuat meringis menahan sakit.


“Maaf, mana yang sakit? Kamu sih yang duluan.” tanya Shita yang kini sudah menghentikan pukulannya dan mengelus lengan Rendra dengan tangan kanannya.


Melihat tingkah Shita seperti itu membuat Rendra gemas, seketika laki – laki itu mencium pipi Shita dengan cepat dan berlarian meninggalkan tempat duduknya. Shita yang menyadari hal itu berteriak kesal karena kejahilan Rendra


“Narendraaaaaaaa, ihhh.” teriak Shita yang kini berlari mengejar Rendra yang terlebih dulu pergi karena tahu apa yang akan diperbuat wanitanya.


Shita yang tak mampu mengejar Rendra hanya bisa diam dan mengistirahatkan tubuhnya yang mulai letih. Dari jauh Rendra yang melihat Shita tak mengejarnya lagi membuang es krim yang ia pegang ke segala arah kemudian berlari ke tempat Shita berdiri dan memeluk wanita itu dari belakang.


“Maafkan aku membuatmu lelah lagi. Aku hanya ingin melewati hari – hari dan waktu yang ku punya bersamamu Shita. Aku ingin mengisi harimu dengan memori indah sejak saat ini sampai kita menua nanti.” ucap Rendra yang sudah membalikkan tubuh Shita untuk menghadapnya.


“Kau ingat, aku pernah berjanji untuk selalu bersamamu dan menjagamu. Jadi sejak saat itu aku putuskan akan membuatmu hanya mengingat hal bahagia tentang kita. Aku sangat mencintaimu Shita.” Lanjutnya namun sekarang laki – laki itu sudah memeluk lagi wanita yang berada dihadapannya.


Kruyyuukkk


“Bunyi perutmu lagi itu? Astaga mengapa dia selalu merusak suasana berdua kita sayang?” ejek Rendra yang telah melerai pelukannya pada Shita.


“Huh kau tahu aku sangat lelah, aku melakukan operasi terus menerus sepanjang hari. Ku kira kau akan mengajakku makan terlebih dulu sebelum ke sini, tapi kau selalu saja menggodaku bahkan membuatku berlari. Tadi siang aku hanya makan sedikit dengan dokter Andi dan menyelesaikan masalah” Jawab Shita kecut.


“Dokter Andi? Tidakkah kamu ingin mengatakan sesuatu di antara kalian padaku sayang?” tanya Rendra.


“Baiklah aku akan mengatakannya, tapi aku perlu tenaga untuk berbicara bukan? Lalu bawa aku untuk makan sekarang juga tuan muda Jaya yang terhormat.” Jawab Shita yang kemudian berjalan menyeret tangan laki – laki itu.


“Kau ingin makan sekarang atau nanti? Kamu mau makan apa Shita untuk makan malam kita? Bagaimana jika nanti kita pulang ke apartemenku? Aku akan memasakkan sesuatu yang spesial untukmu.” Setelah Rendra berucap Shita pun menghentikan langkahnya.


“Bisakah kita pulang sebentar lagi? Aku begitu menyukai pemandangan ini, begitu indah. Eh, apa aku tidak salah dengar? Apa kau bisa masak? Apakah makanan itu layak dimakan? Enak?” selidik Shita dengan menajamkan matanya pada Rendra.


“Kau bisa nilai sendiri nanti, mari kita pulang sekarang atau tidak sama sekali, gimana? Aku takut perutmu terlalu lama kosong” ajak Rendra dengan nada begitu lembut terdengar ditelinga Shita dengan cepat diangguki oleh Shita. Mereka berjalan beriringan menuju mobil dan melajukan mobilnya menuju Apartemen Rendra.


30 menit perjalanan yang mereka tempuh dan sekarang sudah sampai di apartemen mewah Rendra. Banyak yang melihat kedatangan mereka di lobby bawah apartemen Rendra. Shita yang merasa ditatap hanya bisa tersenyum dengan ramah. Ia juga dalam mode bingung, mengapa semua orang yang berada disana menatapnya begitu lekat.


Apa karena ia bersama laki – laki yang menggenggam tangannya sekarang? Ia tak mau ambil pusing semuanya. Kini ia dan kekasihnya berada di lift yang membawa mereka menuju apartemen Rendra.


Beberapa saat kemudian Shita dan Rendra telah berada di lorong apartemen yang berada di lantai paling atas dan segera membuka pintu.


Trililit


“Silakan masuk sayang” ucap Rendra setelah berhasil membuka pintu apartemen.


Shita begitu terkesiap dengan apa yang ia lihat, begitu cantik tatanan dan terkesan begitu mewah isi apartemen Rendra.


“Mari masuk sayang, jangan hanya diam saja disitu” Rendra menarik tangan Shita yang sedari tadi diam ditempatnya dan mengajak wanita ituberkeliling melihat semua sudut apartemen Rendra. Kini mereka telah sampai di depan kamar utama atau kamar Rendra.


“Shita sekarang kau mandilah dulu. Aku akan menyiapkan semuanya terlebih dahulu.” Ucap Rendra seraya memberitahukan dimana letak kamar mandi yang kemudian laki – laki itu melanjutkan aktifitasnya di dapur. Sudah 5 tahun Rendra membeli apartemen itu, tepat setelah ia berhasil membawa perusahaannya memasuki pangsa pasar di luar Indonesia.


Shita menanggukkan kepala mendengar apa yang dikatakan laki – laki itu. Dengan perlahan ia memasuki kamar Rendra, wanita itu terkesiap saat melihat potret seorang wanita terpajang begitu besar dikamar itu.


‘Darimana dia mendapatkan foto itu’ gumam Shita mengingat kapan Rendra mengambil potret dirinya dengan senyum begitu manis. Tak ingin membuang waktu Shita segera masuk kamar mandi dan berendam di dalam


bathup. 30 menit sudah Shita berendam di bathup dan keluar dengan handuk kimono yang seperti telah disediakan untuknya.


Shita tengah mengeringkan rambut dan nampak kebingungan, ia tak membawa baju ganti lalu apa yang harus ia kenakan malam ini karena ia terburu – buru menyetujui omongan Rendra tadi.


‘Tak mungkin aku mengenakan bajuku yang tadi, itu pasti akan membuatnya ilfiel padaku. Tidak mungkin juga aku menggunakan baju Rendra bukan’ gumam Shita yang tengah memutar otak memikirkan apa yang harus ia lakukan.


Segera Shita memasuki walk in closet yang ia lihat ada disana dan menemukan lemari dengan gaun bermerk bergantungan disana. Dapat Shita lihat berapa harga – harga dari gaun itu yang masih menyisakan label harga disana. Banyak baju bermerek dan bagus tergantung rapi disana serta keperluan yang dibutuhkan wanita pada umumnya.


“Apa ini? Mengapa begitu banyak ada barang wanita disini?” gumam Shita memikirkan apa yang ia lihat dan kemungkinan dari sebagian besar apa yang ia lihat.


Tok tok tok


“Shita, apa kau sudah selesai? Makanannya sudah siap Shita. Jangan sampai perutmu sakit sayang.” Teriak Rendra dari luar.


“Iya Sebentar. Aku sedang memakai bajuku. Tunggulah.”


Dengan cepat Shita mengambil salah satu dress berwarna biru muda dengan lengan baju berada dipundak dan menggelungkan rambut asal – asalan ke atas. Setelah itu Shita keluar kamar menuju dapur untuk menyusul Rendra.


Rendra menyadari kedatangan Shita dan menoleh ke arah wanita itu.


Satu


Dua


Tiga