Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 74



“Say-


Cup cup cup


Rendra memberikan ciuman bertubi – tubi pada pipi kiri dan kanan Shita memotong kalimat wanita itu. “Ada yang bisa aku bantu sayang?” tanya Rendra lagi.


“Bisakah kau diam? Kenapa wajahmu pucat seperti itu sayang? Aku hanya ingin meminta hal yang paling aku inginkan”


“Ah aku tidak apa – apa sayang, aku hanya sedikit kelelahan”


Cup


“Nah sudah, aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan saat ini. Sekarang kau beristirahat saja” ucap Shita tersenyum begitu manis pada Rendra.


Degdegdeg jantung Rendra berpacu dengan cepat setelah menerima perlakuan dari Shita.


“Biarkan aku sendiri melakukan semua ini untukmu karena kamu selalu saja membuatku bahagia” tambah Shita.


“Terima kasih sayang, aku akan menunggunya. Aku mandi dulu ya. Jika perlu bantuanku kau tinggal berteriak atau masuk kamarku saja” terang Rendra yang kini pergi dari hadapan Shita menuju kamar pribadinya.


Shita tak ambil pusing keadaan Rendra toh ia mengatakan jika ia baik – baik saja dan melanjutkan aktifitasnya. Urab dan ayam betutu buatan Shita sudah matang, kini tinggal membuat cumi pedas manis makanan yang paling disukai oleh Rendra.


30 menit kemudian semua makanan Shita sudah matang dan terhidang dimeja makan. Dengan cepat Shita memanggil Rendra untuk mengajaknya makan malam.


“Rendra, sayang. Kamu sudah selesai mandi? Ayo makan semuanya sudah siap” teriak Shita dari arah meja makan. Namun setelah beberapa berlalu tak terdengar juga sautan dari dalam kamar Rendra.


Shita pun bergegas memastikan apa yang dilakukan oleh Rendra.


Tok tok tok


“Rendra, aku masuk ya. Kamu sedang apa sayang?” tanya Shita setelah berhasil masuk ke dalam kamar.


Namun kamar itu nampak gelap tak ada sedikitpun penerangan. Perlahan – lahan Shita melangkahkan kakinya menuju dinding untuk menyalakan lampu, dilihatnya Rendra yang sedang berbaring hanya menggunakan celana pendeknya saja hingga menampakkan dada bidang dan atletisnya.


Glekkk


Shita menelan ludahnya dengan kasar melihat pemandangan indah didepan mata. Shita begitu tercekat dengan tubuh indah milik Rendra, ingin rasanya ia menyentuh dada dan perut milik kekasihnya.


Ia mencari cara agar bisa membangunkan kekasihnya tanpa harus menyentuh keindahan itu. Shita pun kembali ke arah saklar lampu, mematikan kemudian menghidupkannya kembali.


‘Aaaaaaaaaaaa Rendraaa”


Rendra yang berpura – pura tidur tak menampakkan sedikitpun gerakan, Shita jadi kesal karena sudah berulang kali ia berteriak dengan nada mengejutkan namun Rendra tak kunjung bangun.


“Rendraaa, bangun. Kenapa susah sekali sih membangunkanmu.” Ketus Shita menghampiri Rendra dan terpaksa menyentuh tubuh kekar laki –lakinya serta mulai menggoyangkan tubuh Rendra.


Dengan cepat Rendra mencekal lengan Shita dan menariknya hingga jatuh diatas dada bidang Rendra saat di rasa sudah cukup mengerjai kekasihnya.


“Aaaaaa Rendra, lepaskan aku. Aku hanya ingin membangunkanmu untuk makan malam. A-aku aku tak melihat apapun” ucap Shita berkilah namun matanya masih melihat tubuh kekar itu dari jarak yang sangat dekat sampai


membuat Rendra mengernyitkan dahinya.


Sadar dengan apa yang di jelaskan oleh Shita, Rendra mulai menggoda wanita yang kini berada diatas dadanya, medekap erat tubuh wanitanya.


“Apa kau sangat suka dengan tubuhku ini? Apa kau menginginkannya sayang, mmm?” hembusan nafas Rendra begitu terasa di telinga Shita yang membuat bulu kuduk wanita itu berdiri.


“I-iyaa, ahh tidak tidak. Aku menginginkannya tapi tidak Lepaskan aku Rendra” Shita menutup bibirnya sembari menepuk – nepuk kepala merutuki kebodohannya.


“Kau menginginkannya atau tidak? Hanya ada satu jawaban sayang” goda Rendra.


“Aku menginginkannya, ingin menyentuhnya juga, kau dengar tuan? Siapa suruh kamu tidur tak memakai bajumu, huh” ketus Shita memalingkan wajah yang sudah terlihat merah.


Rendra mengulum senyum dan menahan tawa saat mendengar apa yang diucapkan oleh kekasihnya.


‘jika cara biasa sudah tak mempan lagi, aku akan coba cara ini agar dia mau melepaskanku’


“Aku tak menggodamu sayang, aku hanya ingin membangunkanmu dan menikmati keindahan milikmu, tapi sekarang aku lapar. Bolehkah aku makan terlebih dulu sayang?” ucap Shita manja dengan puppy eyes nya.


Seketika darah Rendra berdesir begitu cepat, membuatnya semakin gemas dengan tingkah laku kekasihnya.


Cup cup cup


Cuupp


Rendra mencium seluruh wajah Shita hingga kini bibirnya mencium bibir sexy Shita, melumatnya dengan rakus sementara tangan kiri Rendra berada di belakang leher Shita dan mendorongnya agar ia lebih leluasa ******* dan mengabsen seluruh rongga mulut Shita.


Sementara tangan kanannya melingkar dipinggang ramping Shita, mendekap erat tubuh wanitanya. Shita hanya menikmati apa yang dilakukan oleh Rendra sampai ia tak sadar tubuhnya sudah berguling dan kini berada dibawah kungkungan tubuh Rendra.


Rendra semakin gencar melakukan ciumannya pada Shita sesekali mengelus pipi kanan Shita. Lidah Rendra semakin masuk ke dalam bibir Shita mencari – cari sesuatu yang berbeda hingga ia menemukannya dan menautkan lidahnya pada lidah Shita.


“Ssshhh”


Tanpa sadar Shita mendesis mendapat serangan dari Rendra. Kini ciuman panas itu berhenti setelah di rasa pasokan udara keduanya menipis.


“Kau menikmatinya sayang?” tanya Rendra yang kini berguling ke samping Shita dengan nafas terengah – engah.


“Mmmm ini yang kedua kalinya untukku” ucap Shita dengan dada yang masih naik turun menetralkan kecepatan bernafasnya.


“Kau ingin melanjutkannya atau kita makan dulu?” goda Rendra lagi namun ia berdiri dari ranjangnya dan masuk ke walk in closet.


“Kita makan dulu sekarang, aku sudah masak begitu banyak untukmu dan kita tak perlu melanjutkan hal yang tadi, aku masih di bawah umur tuan muda” teriak Shita tersenyum yang kini sudah berdiri di sisi Ranjang.


“Tak apa jika aku menikahi wanita di bawah umur toh aku mencintainya, ayo” ajak Rendra yang kini sudah berada di hadapan Shita menautkan tangannya pada tangan Shita dan mencubit hidung Shita.


“Kau begitu murahan tuan”


“Tapi aku menyukainya dan juga mencintaimu”


“Cintaku lebih besar padamu”


“Benarkah? Maka aku akan mencintaimu lebih banyak dan lebih sering” Rendra kini menggendong tubuh Shita menuju meja makan.


Huup


“Turunkan aku Rendra kau selalu saja seperti ini” ucap Shita memberontak menyadari tubuhnya melayang.


“Kau diam dan kita makan atau kau berontak dan kita lanjutkan yang tadi bagaimana?” sahut Rendra menaik turunkan alisnya.


“Kau mesuum” teriak Shita kemudian tak bergeming dari keadaannya sekarang.


Rendra pun keluar dari kamar namun ia sudah mengenakan kaos putih rumahan dengan Shita yang masih berada dalam gendongannya.


”Wow amazing sayang. Kau tahu kesukaanku darimana?” tanya Rendra yang kini sudah mendudukkan Shita di tempat duduknya.


“Kepoo, udah makan dulu sini aku ambilin ya sayang.”


“Aku pengen lauknya yang banyak, agar nanti bisa lebih bertenaga” goda Rendra yang kini sudah duduk berhadapan dengan Shita.


“Memangnya apa yang ingin kamu lakukan dengan tenagamu itu? Nyangkul sawah?” tanya Shita terang – terangan seperti tak mengerti arah pembicaraan Rendra dan berusaha menahan senyum.


“Memang kau pernah lihat orang tampan bajak sawah? Ya melanjutkan misiku yang tertunda, membuat telinga, hidung dan mata anak kita sayang, meletakkan anak katak di kandangnya” ucap lirih Rendra.


Terdengar kekehan ringan keluar dari bibir Shita, “Itu tak akan terjadi tuan. Ayo di makan.” Ucap Shita kemudian menyerahkan piring yang terisi nasi dan semua lauk yang ada dimeja makan.