Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 20



“Aku selesai bertugas besok jam 7 pagi. Kau dengar yang dikatakan asistenmu? Jika besok kau ada meeting penting dengan clientmu jadi ku sarankan agar kakak lebih banyak beristirahat sekarang” ucap Nana tersenyum pada Niko.


Niko yang melihat Nana tersenyum seperti itu merasa tercekat dan lidahnya kelu hanya untuk sekedar menjawab pernyataan Nana. Ia berusaha menganggukkan kepalanya untuk menjawab pernyataan wanita itu seraya menetralkan kembali jantungnya yang berdetak 10 kali lebih cepat dari biasanya.


Nana yang mendapat anggukan dari Niko segera menuntun Niko untuk berbaring kembali di ranjangnya.


“Aku akan mencari temanku sebentar. Nanti aku akan kembali lagi menemui kakak. Sepertinya temanku perlu bantuanku.” Ucap Nana pada Niko setelah tak sengaja Matanya menangkap sosok seorang wanita memakai jas dokter kesana kemari karena banyaknya pasien yang berdatangan malam itu.


“Pergilah. Aku akan beristirahat. Aku akan menuruti saran dari dokter cantik ini.”


Mendengar kata yang keluar dari mulut Niko, Nana pun hanya bisa tersenyum kemudan pergi dari hadapan lelaki itu dan menghampiri temannya yang sedang memeriksa keadaan pasien lain.


United State, Amerika 04.00 PM.


Seorang laki – laki tampak keluar dari sebuah rumah sakit besar yang berada di Amerika.


“Terima kasih dr. James. Berkat bantuanmu aku akhirnya bisa sembuh dengan cepat. Aku begitu beruntung bisa mengenalmu dari adikku Dharma. Sekali lagi terima kasih.” Ucap lelaki itu sambil mengulurkan tangannya.


“Sama – sama tuan Jaya. Aku juga beruntung bisa merawat seorang pengusaha muda yang sangat sukses dan memiliki perusahaan dimana – mana.” Ucap dr. James pada lelaki itu seraya menjabat tangannya sambil tersenyum.


Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya, terlihat sedikit kerutan di dahi dan matanya turun dari sebuah mobil yang berhenti di samping kedua laki – laki yang sedang berjabat tangan. Kedua laki – laki itu menatap wanita yang sedang menghampiri mereka dan tersenyum.


“Tidak apa  - apa sayang. Mamah hanya ingin menjadi orang yang pertama melihatmu bisa berjalan dengan normal lagi setelah dr. James dan perawat yang menjagamu.” Jawab Ratna yang sudah berkaca – kaca menahan rasa harunya.


“Jika memang seperti itu baiklah. Mamah sudah mendapatkannya dan melihatnya. Mamah bahagia bukan? Jadi mari kita pulang ke rumah sekarang mah. Aku sudah rindu ingin makan masakan mamah.” Ucap Rendra sambil memeluk erat mamahnya.


“Baiklah sayang. Mari kita pulang. Kami permisi dr. James. Terima kasih untuk segala perhatian dan perawatan terbaik untuk anakku.” Ucap tulus Ratna seraya menjulurkan tangannya pada dokter yang telah merawat anaknya.


“Sama – sama Nyonya. Silakan. Pulang lah dengan hati – hati” Ucap dr. James menjabat tangan Ratna dan mengantar mereka ke mobil hingga mobil yang membawa Rendra dan Ratna hilang dari pandangannya.


“Sayang kamu ingin makan apa? Nanti akan mama buatkan setelah sampai dirumah.” Ucap Ratna mengelus lengan anaknya.


“Aku ingin makan bakwan jagung yang tak pernah aku dapatkan selama dirumah sakit. Bisakah mamah membuatkannya untukku? Aku sudah bilang jika aku rindu dengan masakanmu mamahku yang cantik.” Jawab Rendra dengan lembut dengan satu tangannya yang sudah menggenggam tangan mamahnya yang berada dilengannya.


“Baiklah anakku jika inginmu begitu. Sampai dirumah mamah akan membuatkannya.” Ucap Ratna dengan senyum yang tak pernah pudar diwajah cantik dan anggunnya.


45 menit perjalanan dari rumah sakit, mereka sudah sampai di rumah milik mereka yang berada di Amerika. Rumah bernuansa Eropa Klasik yang menjadi desainnya dari depan hingga masuk ke dalam rumah tersebut.


Rendra pun langsung masuk ke dalam kamarnya sedangkan Ratna langsung ke dapur membuatkan makanan yang diminta oleh anak sulungnya.


Rendra merebahkan tubuhnya diranjang king size nya. Ia mulai membaca email yang dikirim oleh asistennya selama 3 minggu ini yang tidak sempat ia baca karena terlalu sibuk dengan terapi yang dijalaninya. Rendra menscroll ke bawah beberapa email yang menjadi prioritasnya karena itu berhubungan dengan proyek kerjasama yang sangat besar dan begitu menguntungkan nantinya bagi perusahaannya.