Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 112



“Apa kau juga yang menyebarkan foto dan masa lalu Rendra hingga banyak media yang tahu kondisi bosmu itu? Ah tidak bukan bos tapi mangsa, apa perkataanku semuanya tidak benar apa memang semua itu benar adanya?” ejek Niko. Perlahan ia mendekat ke tempat dimana Rian berdiri dan mengcengkram kemeja laki – laki berkacamata itu.


“Katakan dengan jelas”


Hendra begitu terkejut dengan apa yang di katakan oleh Niko juga Riko. Tak terkecuali Anton bahkan kini terlihat urat di pelipis wajahnya menahan amarah yang sudah siap untuk meledak.


“Tuan, saya bisa jelaskan semuanya. Awalnya memang saya menunda pencarian juga data yang di minta oleh tuan Rendra. Saya pikir saya bisa mengatasinya sendiri tanpa harus melibatkan tuan muda karena saya tidak sengaja melihat isi paket yang saya temukan pertama kali di apartemennya juga beberapa kali mendengar tuan muda berteriak histeris ketika di kantor. Saya tahu apa yang dirasakan oleh tuan muda karena saya adalah Rudi , Sahabat Silvi alias Andika sanjaya orang yang sama – sama memiliki masa lalu seperti Rendra” jelas Rian. Ia membuka kacamata yang sejak dulu ia kenakan juga wig yang juga menempel di kepalanya.


“Kau?”


“Ya ini aku Dharma, om Hendra dan tante Ratna anak kecil yang dulu bermain bersama Rendra juga Andika. Aku mengetahui semua keadaan Rendra dan aku juga yang selalu memantau dan melaporkan keadaan Rendra pada Andika dan dia juga berada disini bersama saya. Kemarilah Andika”


Laki – laki yang sedari tadi menunggu dan menggunakan penutup wajah juga topi perlahan beranjak dari tempatnya berdiri setelah namanya di panggil. Lagi lagi mereka di buat terkejut oleh kenyataan yang ada di hadapan mereka.


“Apa kabar om tante? Apa kalian mengingatku bahkan setelah sekian lama kita tidak pernah bertemu lagi? Apa kabar juga kakek?” sapa Andika setelah ia membuka penutup wajah juga topi yang ia kenakan.


"Andika, kamu Andika?" tanya Anton setelah ia beranjak beberapa langkah mendekati laki - laki yang kini menjadi sorotan semua orang.


"Iya ini aku kakek Andika. Laki - laki yang dulu gila dan tidak dianggap oleh kedua orang tuaku" sahut Andika yang sukses membuat tubuh Anton bergetar hebat. "Kakek maaf jangan lagi mengingat yang sudah berlalu aku sudah memaafkan semua yang telah terjadi. Jadi lupakan semua itu jika kakek masih merasa bersalah atas semuanya karena berkat kejadian itu hidupku lebih indah dan berwarna" ucap Andika yang sudah memeluk tubuh tua Anton. "Dika sangat bersyukur dulu disayang oleh kakek juga kalian om tante"


"Bisakah kau jelaskan lagi agar kami mengerti apa yang terjadi padamu? Bukankah keluargamu sudah menutup semua akses tentangmu?" tanya Ratna,  ia memang tidak berhenti untuk penasaran dengan apa yang terjadi di hadapan matanya.


"Tante memang sangat pintar dan selalu mengetahui banyak tentangku. Iya tante semua yang tante katakan memang benar, dulu aku diasingkan oleh kedua orang tuaku setelah mereka mengetahui apa yang aku alami bahkan adikku yang pendiam dan pemalu yang awalnya peduli terhadapku menjadi jijik dan perlahan menjauh setelah melihat penampilanku yang dulu. Tapi perlahan papa dan mama menerima semuanya tepat setelah aku jujur pada orang yang aku sayang. Dan perlahan sekarang aku bisa bebas dari belenggu yang sudah menjeratku begitu dalam juga disaat aku begitu terpuruk perusahaan yang papa pegang terbengkalai hingga adikku mengambil alih semua membuat aku begitu prustasi. Ah sebentar tante bolehkah aku bertemu dengan sahabat lamaku? Ku rasa keadaan dia sekarang sama sepertiku dulu saat aku mencoba bunuh diri"


Atas ijin Hendra, Andika perlahan mendekati ranjang dimana Rendra berbaring dengan keadaannya yang terlihat sangat nyaman.


"Apa kau begitu menderita ketika kita terpisah? Begitu banyak hal yang kita lalui bersama tapi aku tak menyangka jika perasaanmu begitu dalam terhadap wanita yang bernama Shita. Aku ingin mengambilnya juga-


"Stop" teriak Ratna membuat semua orang yang tadinya menatap ke arah Andika berpaling ke dirinya.


"Jika kamu ingin menghasut anakku lagi akan ku pastikan aku sendiri yang akan membunuhmu Andika" tambahnya lagi namun sebelum itu langkahnya kian pasti menghampiri sisi kanan Andika.


Plakkk


"Kau benar - benar tidak berubah Andika, masih saja kau sama seperti dulu tapi kau bilang kau sudah berubah? Huh begitu menjijikan jika ku ingat aku begitu mempercayai semua ucapanmu"


Andika hanya diam mengelus pipi kiri yang mulai memerah terkena tamparan yang dilayangkan oleh Ratna. Semua orang begitu terkejut dengan apa yang di lakukan wanita paruh baya itu.


"Apa kalian akan tetap membiarkan laki - laki ini berada disini dan mengganggu Rendra? Apa kalian tidak punya nurani?"


Sebulir air mata jatuh dari mata kanan Rendra dan itu terlihat oleh Ratna juga Andika. "Lihat, lihat anak kita menangis dia menangis berharap di jauhkan dari laki - laki ini tapi mengapa kalian hanya diam saja"


"Kau pergilah Andika, jangan pernah datang kemari lagi" Hendra angkat bicara setelah beberapa saat keheningan terjadi.


"Yang pertama saya akan mengatakan mengenai perusahaan juga banyak media yang sudah tahu tentang kondisi Rendra sampai akhirnya perusahaan gagal bertahan juga berkas - berkas penting sudah dibawa kabur dan semua aset di beli oleh Desi yang ternyata adalah Nona Tara yang menandakan jika Rendra sudah tidak memiliki hak apapun lagi di perusahaan, bahkan di perusahaan Induk yang berada di luar negeri"


"Mengapa kau baru mengatakannya sekarang ba****an" teriak Niko. Wisnu yang sedari tadi membawa kantong map di tangannya mulai membuka dan memberikannya pada semua orang.


"Ya itulah yang terjadi dan sekarang banyak wartawan yang sudah menunggu kepastian dari apa yang sudah tersebar dan ini semua adalah ulah Tara" tambah Wisnu santai namun wajahnya menampakkan ekspresi datar yang menandakan jika kemarahan masih ia pendam.


"Dan ini rekaman cctv dan kamera night yang aku selipkan di apartemen Rendra. Dia memakai topeng untuk menutupi dahi juga daerah sekitar mata dan yang berubah hanya di bibir juga hidung. Itulah mengapa kita tidak bisa mengenalinya dulu. Dan Nayna mengatakan jika ia mendengar seorang dokter terlibat atas kepergian Shita dan jika firasatku benar dia sekarang berada di London"


"Dokter itu suruhan adikku Tomy" ucap Andika yang lagi - lagi sukses membuat semuanya melongo.


"Aku tahu kalian semua bingung dengan apa yang terjadi aku melakukan hal tadi pada Rendra karena dulu aku diperlakukan sama seperti itu. Selama satu tahun aku menjalani pengobatan dan itu juga karena kemauan keras diri maupun dukungan sahabatku aku akhirnya bisa seperti ini. Aku mengetahui Tomy menyimpan dendam pada Rendra salah satunya karena keadaanku yang tidak wajar dulu tapi perlahan aku mengetahui maksud yang


tersembunyi di balik perkataannya, dia hanya ingin menyingkirkanku dan membuat semua orang berpihak padanya.” Ucap Andika.


“Awalnya aku tidak tahu darimana asal kebencian yang ada pada diri Tomy dan mengapa ia tiba - tiba berubah juga berniat ingin menghancurkan Rendra dan kuncinya hanya satu yaitu Shita, tunangan Rendra adalah wanita yang sudah disukai oleh Tomy sejak mereka masih kuliah dulu dan perasaan itu masih ada dihatinya bahkan ia rela membuangku dan membunuh papa dan mama agar ia bisa mendapatkan perusahaan. Laki - laki yang terlihat baik dan manis di hadapan semua orang juga menjadi lelaki yang kejam di belakang semuanya" jelas Andika dengan kepala tertunduk sampai suara seorang wanita yang memanggil namanya membuat Andika menoleh seketika.


"Andika"


Ratna terkejut bukan main melihat siapa yang kini berada di ambang pintu.


"Sayang mengapa kau menyusulku kemari? Bukankah aku sudah mengatakan jika kau harus menunggu di mobil, berjalan seperti ini tidak akan bagus untuk kondisimu yang masih lemah dan juga untuk calon bayi kita"


Hendra terperanjat kaget dengan apa yang dikatakan oleh Andika yang kini mengelus perut buncit seorang wanita yang masih saja berada di ambang pintu.


"Clara" lirih Ratna namun bisa di dengar oleh semua orang dan membuat mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Ya tante, wanita ini adalah Clara istriku dan dia sedang mengandung anakku jadi tante sekarang percaya dengan apa yang aku katakan tadi?"


Anton yang sedari tadi hanya menyimak kini mulai angkat bicara.


"Karena wanita itu sedang hamil bagaimana jika kamu mengajaknya masuk ke dalam dan duduk lalu kita bicarakan inti dari semua yang terjadi ini"


"Ini bukti aku sudah sembuh dan kalian bisa melihatnya. Aku menjalani pengobatan selama satu tahun penuh dan hanya ditemani oleh Rian juga Clara dan ada satu hal lagi, Rian tolong berikan semuanya" ucap Andika setelah mereka duduk melingkar tak jauh dari ranjang Rendra.


"Sepertinya dugaanku benar dan juga perkataan laki - laki tadi jika Shita saat ini berada di London. Dulu aku


bersama Rendra saling mengetahui dimana keberadaan masing - masing karena apa yang kami gunakan sudah kami isi sendiri dengan alat pelacak dan aku juga tahu jika Rendra bukan orang yang ceroboh bisa ku pastikan ia juga menaruh alat pelacak di barang yang di miliki oleh Shita, lihatlah semua ini" Andika meletakkan ponsel di atas meja yang sedari tadi ia mainkan hingga membuat semua yang berada disana fokus menatap layar dengan kedipan cahaya merah dan titiknya menunjukkan lokasi ada di kota London.


"Aku sudah menyuruh Rudi untuk meletakkan beberapa alat pelacak di barang yang di beli oleh Rendra yang pastinya di berikan pada Shita seperti anting juga kalung yang diberikan pada Shita. Jika ia memakai 2 benda itu maka kita bisa melacak keberadaannya tanpa salah alamat dan kuat dugaan ia berada di titik ini" tunjuk Andika.