
“Terima kasih untuk sanjungannya tuan, perusahaan kami tidak terlalu besar tuan tapi cukup berpengaruh menurut orang lain.” ucap Arya merendah.
‘mengapa orang ini tak terlihat seperti orang yang punya pemegang kekuasaan tinggi, apa aku salah bertemu orang? Tapi dia mengatakan perwakilan perusahaan itu’ gumam Rendra.
“Ini berkas dan informasi barang yang diproduksi oleh perusahaan saya Tuan Arya, silakan di baca terlebih dulu.”
“Mmmm sepertinya ini cukup baik dan menguntungkan untuk perusahaan kita. Ini kontrak kerjasama perusahaan kita” ucap Arya dengan cepat dan menyerahkan berkas kontrak kerjasama.
“Syukurlah. Baik akan saya baca terlebih dahulu” ucap Rendra memastikan.
“Silakan tuan, jika ada yang tak dimengerti silakan tanya pada saya” ucap Arya yang kini menyesap kopi latte kesukaannya.
Dreett dreett
“Sebentar tuan, saya harus menerima panggilan penting ini terlebih dahulu.”
”Silakan tuan Rendra”
Rendra mengangkat panggilan yang ternyata dari Shita.
“Halo sayang, kenapa?” tanya Rendra setengah berbisik di hadapan Arya.
“Kau masih meeting? Akan selesai jam berapa sayang? Aku akan pulang ke apartemenmu untuk istirahat, jika kau tak keberatan aku ingin memasak makan malam untukmu. Bagaimana?” tanya Shita yang kini berada dimobil bersama Rian.
“Aku akan selesai sebentar lagi, ingat jangan terlalu lelah. Jika tidak aku akan menghukummu sayang. Baiklah aku akan melanjutkan meetingku ini. Kau berhati – hatilah.” Ucap Rendra mematikan panggilannya dan meletakkan kembali ponselnya.
“Sepertinya kau begitu mencintai kekasihmu tuan” tanya Arya sesaat setelah Rendra mematikan panggilannya.
“Ah begitu terlihatkah? Ya aku memang sangat mencintainya melebihi apapun didunia ini” jawab Rendra tanpa memudarkan senyum diwajahnya.
“Bahkan jika kau rela kehilangan segalanya demi tetap mempertahankannya?” tanya Arya memastikan.
“Jika memang untuknya aku rela asalkan aku bersama dengan wanita itu selamanya” ucap Rendra penuh penegasan. “Ah ya dimana saya harus tanda tangan? Saya sudah membaca kontrak ini juga sebelumnya” tanya Rendra.
“Di pojok kiri bawah di lembar paling belakang” jawab Arya.
Tanpa segan Rendra membubuhkan tanda tangannya diberkas kontrak karena ia ingin segera pulang bertemu Shita.
“Terima kasih atas kerjasamanya tuan, senang bekerja sama denganmu tuan” ucap Arya sembari berdiri dan mengulurkan tangannya.
“Sama – sama tuan, senang berbisnis dengan anda juga tuan” ucap Rendra yang ikut berdiri dan menjabat tangan Arya.
“Saya permisi dulu tuan.”
“Silakan”
Tanpa basa basi Rendra mengambil ponselnya dan menghubungi Rian untuk menjemput di Restoran tempat ia meeting.
Arya melangkah memasuki mobil dan duduk di kursi kemudi.
“Tuan, ini berkas kontrak kerja samanya. Dia begitu pintar tapi saya tak menyangka karena panggilan dari kekasihnya mampu membuat konsentrasi laki – laki itu berantakan. Apa yang akan tuan lakukan selanjutnya?” tanya Arya menyerahkan bukti kontrak pada laki – laki yang berada dikursi penumpang.
“Kita lihat dulu nanti. Wanita yang bersamanya sebenarnya adalah kekasihku ingat itu. Aku akan merebut wanitaku dari tangannya. Jalan” Ucap laki – laki itu dengan senyum menyeringai.
“Baik tuan”
Mobil hitam elegan itu melaju dan menjauh dari restoran.
Beberapa menit kemudian terlihat mobil sport berwarna putih memasuki parkir restoran.
“Mengapa kau begitu lama? Jalan” ucap Rendra yang kini sudah berada dalam mobil yang baru saja datang, karena waktu begitu mepet akhirnya Rendra membatalkan janjinya pada Riko dan mengatakan jika nanti di Bali saja mereka bertemu sebelum pernikahan Riko.
“Maaf tuan, saya harus bolak balik dari JMC ke kantor lagi tuan. Tadi receptionis di perusahaan mengatakan ada paket untuk tuan jadi saya mengambilnya siapa tahu penting tuan.” ucap Rian menjelaskan apa yang ia alami tadi seraya mengambil kotak yang berada di sampingnya dan menyerahkan pada Rendra.
“Bagaimana dengan saham kita Rian?” tanya Rendra yang kini membuka kotak itu.
“Selidiki lebih dalam” kata Rendra.
“Baik tuan”
Tuuuttt
“Halo ayah, bisa ayah tolong selidiki siapa yang membeli saham perusahaan kita?” ucap Rendra yang kini menghubungi ayahnya.
“Berapa persen Rendra?”
“tak banyak pa, 5% saham pak Hartono klien papa. Rian sudah mencobanya tadi namun ia tak berhasil menemukan informasi apapun”
“Baik akan papa selidiki semuanya, jika ada kabar akan papa segera kirim ke kamu” ucap Hendra dari seberang panggilan.
“Baik pa, makasi ya pa. Ohya Rendra tak pulang hari ini sudah ada janji makan dengan Shita pa dan keluarga Shita juga sudah berangkat sejak tadi. Sampaikan salamku untuk semua Rendra sayang papa”
“Ya akan papa sampaikan pada semuanya, berhati – hatilah nak. Papa juga sayang kamu”
Tuttt
Setelah melakukan panggilan itu, mata Rendra melebar jantungnya berdegub dengan kencang melihat isi kotak yang diserahkan oleh asistennya tadi. Seketika ingatan Rendra tentang masa lalunya melintas begitu saja, menyebabkan Rendra mengerang kesakitan sebentar.
Rian yang mendengar erangan itu menepikan mobilnya untuk melihat keadaan Rendra.
“Tuan, tuan baik – baik saja?” tanya Rian begitu panik melihat keadaan Rendra yang pertama kali ia lihat seperti itu.
“Aku tidak apa – apa. Tolong rahasiakan apa yang kamu lihat dari keluargaku dan cepat buang semua ini. Aku hanya perlu beristirahat” jawab Rendra cepat seraya memejamkan matanya. Rian mengambil kotak yang masih dipangku oleh Rendra dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Rendra.
Kejadian yang sudah ia lupakan dulu dengan susah payah selama 2 tahun dalam sekejap datang lagi di pikirannya. Siapa yang berani mengirimkan semua itu padaku, begitu pikirnya.
Setelah itu Rian melajukan kembali mobilnya mengantar Rendra ke apartemennya.
---
Kediaman keluarga Jaya.
“Siapa pa? Kok kayaknya penting” tanya Ratna yang baru saja sampai di tangga terakhir dan melihat suaminya baru saja menerima panggilan yang samar – samar nama anaknya di ucapkan.
“Rendra ma, dia bilang saham milik pak Hartono di perusahaan kita sudah beralih tangan tapi Rendra tidak tahu siapa pemiliknya sekarang. Papa suruh orang cari tahu dan selidiki semuanya dan juga keluarga Shita sudah kembali ke Bali ma” ucap Hendra memeluk pinggang Ratna yang sudah duduk di sampingnya.
“Baguslah pa, semoga mereka selamat sampai di tujuannya. Jangan sampai lupa makan lo pa, mama siapin makan malam dulu ya pa” pamit Ratna setelah mengecup pipi kiri suaminya dan berlalu meninggalkannya di ruang keluarga.
Sementara itu di tempat berbeda Shita yang sudah berada diapartemen Rendra mulai menyiapkan semua bahan – bahan yang diperlukan untuk membuat makanan kesukaan Rendra. Shita membuat Cumi pedas manis, ayam betutu dan urab kesukaan Rendra yang sempat ia tanyakan tadi pada Nana.
Shita membuat bumbu untuk ayam betutu dan untuk urab terlebih dahulu. Mencampurkan semua bahan yang ada dan menggunakan resep yang di ajarkan oleh ibunya dulu. Beberapa menit kemudian ayam yang sudah dipotong dicampur dengan bumbu kuning begitupun dengan urabnya yang sudah matang.
Trilililit
Ceklek
“Sayang, aku pulang. Kamu dimana sayang?”
“Aku disini sayang, kemarilah” teriak Shita yang sedang berada di dapur.
Rendra bergegas menuju sumber suara setelah melepaskan sepatu yang ia kenakan dan melepaskan jas yang sedari tadi ia gunakan hingga memperlihatkan dadanya yang kekar yang hanya dibalut kemeja serta menggulung lengan kemeja yang ia gunakan dan menghampiri kekasihnya.
“Aku seperti seorang suami yang baru pulang kerja dan di sambut oleh istrinya”
Cupp
“Kamu buat apa Shita? Aku kan sudah bilang kau tak usah terlalu lelah tapi mengapa kau begitu tak menurutiku?” tanya Rendra yang kini melingkarkan tangannya dipinggang ramping Shita.
“Aku hanya ingin membuat makan malam special untukmu setelah terlalu lelah seharian ini Rendra, apa salahnya? Aku tak lelah sayang, aku juga senang melakukan ini untukmu” ucap Shita kini berbalik menghadap Rendra. Betapa terkejutnya wanita itu melihat keadaan Rendra yang nampak pucat.